Saat Suami Mengaku Gay, Ini 4 Hal yang Bisa Istri Lakukan

    Saat Suami Mengaku Gay, Ini 4 Hal yang Bisa Istri Lakukan

    Demi tuntutan kehidupan sosial, seseorang dengan orientasi seksual, seperti homoseksual atau gay terkadang harus menyembunyikannya. Salah satu cara yang dilakukannya ialah menikahi lawan jenis secara terpaksa. Lantas, bagaimana bila Anda menemukan bahwa suami gay?

    Bagaimana cara menghadapi suami saat mengaku gay?

    Pada beberapa kasus rumah tangga, ada istri yang mencurigai bahwa suaminya adalah gay atau memiliki orientasi seksual yang berbeda dari pria pada umumnya.

    Pikiran-pikiran ini biasanya mulai muncul saat ada tanda-tanda penolakan dan menurunnya intensitas hubungan seksual di antara pasangan tersebut.

    Bahkan, pada sebagian kasus lain, istri menemukan sejumlah ciri-ciri gay pada suami, misal gemar menonton film porno gay atau chatting mesra dengan pria lain.

    Pada akhirnya, kecurigaan yang sudah tumbuh di awal ini benar menjadi kenyataan. Suami Anda mengakui ketertarikan seksual dengan sesama jenis.

    Berikut ini ialah beberapa langkah yang sebaiknya Anda lakukan ketika menghadapi suami yang mengaku gay.

    1. Cobalah untuk menerima kenyataan

    tanda hubungan suami istri tak mesra

    Setelah suami mengakui gay, Anda boleh berusaha untuk menenangkan pikiran terlebih dahulu. Tak dipungkiri bahwa rasa dikhianati, hancur, kecewa dan juga marah bercampur aduk jadi satu.

    Hal yang dapat Anda lakukan pertama kali saat menghadapi suami gay ialah dengan menerima kenyataan bahwa memang orientasi seksual tidak bisa diubah atau dipaksakan.

    Meskipun sulit, perlu dipahami bahwa bukan hanya Anda yang merasa sakit. Suami Anda pun mungkin selama ini terus menyiksa diri dengan harus menutupi orientasi seksual yang sebenarnya.

    Selama berusaha menenangkan diri dan menerima kenyataan, Anda juga bisa memutuskan mau dibawa ke mana hubungan pernikahan ke depannya.

    2. Putuskan kelanjutan pernikahan ke depannya

    Setelah bisa menerima kenyataan yang cukup pahit, Anda juga berhak mengambil keputusan pernikahan ke depannya. Apakah Anda mau bercerai atau menerima suami yang gay?

    Tidak ada yang benar atau salah dari keputusan yang Anda ambil. Ini karena setiap keputusan akan terasa benar maupun salah, tergantung respons Anda saat menjalaninya.

    Dalam pengambilan keputusan, Anda boleh berkonsultasi dengan konselor pernikahan untuk mendapatkan saran atau opini yang lebih bijak tentang masalah pernikahan ini.

    Jangan lupa diskusikan dengan suami mengenai segala keputusan yang Anda ambil.

    3. Lakukan tes penyakit menular seksual

    pemeriksaan penyakit menular seksual

    Setelah memutuskan langkah apa yang diambil setelah mengetahui bahwa suami gay, Anda disarankan untuk melakukan skrining penyakit menular seksual.

    Pasalnya, Anda berisiko tertular penyakit kelamin ketika pasangan selingkuh. Terutama bila pasangan Anda pernah melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

    Dengan pemeriksaan dan pencegahan dini, Anda bisa mengetahui apakah Anda tertular penyakit seksual atau tidak. Ini dapat mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.

    4. Diskusi bersama untuk memberi tahu anak

    Setelah menyelesaikan kegalauan akan status pernikahan dan berkonsultasi dengan konselor pernikahan, kini Anda bisa mencoba menjelasakannya kepada anak-anak.

    Cepat atau lambat, mereka harus tahu apa yang terjadi di antara kedua orangtuanya. Suami Anda pun sebisa mungkin harus mengatakan yang sejujurnya.

    Bagaimanapun juga, keputusan yang Anda berdua ambil akan berdampak pada anak-anak. Mereka perlu tahu permasalahan apa yang sedang terjadi di dalam keluarga.

    Lantas, apa yang tidak boleh Anda lakukan?

    Jangan menyalahkan diri Anda karena menyebabkan suami mengaku gay. Perselingkuhan tidak bisa dibenarkan, tetapi orientasi seksual tidak bisa dipaksakan dan siapa pun pun tidak bisa mengubahnya.

    Meski terasa sangat menyakitkan, hindari menjadi seorang homofobik. Hal yang suami Anda lakukan mungkin salah, tetapi ini tindakan ini tidak mewakili komunitas homoseksual.

    Perceraian bukan satu-satunya jalan keluar untuk menghadapi masalah ini. Bagi beberapa orang, perceraian justru dapat menimbulkan masalah baru dan bahkan berdampak pada kesehatan mental.

    Maka dari itu, sebagian pasangan mungkin memilih untuk tetap melanjutkan pernikahan mereka.

    Tidak ada salahnya mencari bantuan orang terdekat atau konselor pernikahan yang memahami isu orinentasi seksual dan membantu menemukan jalan keluar dari permasalahan ini.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 01/08/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan