backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan

Tanda-Tanda Overthinking dan Mengapa Anda Perlu Menghindarinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 27/10/2022

Tanda-Tanda Overthinking dan Mengapa Anda Perlu Menghindarinya

Terjebak pada penyesalan dari masa lalu dan terlalu terpaku pada skenario “bagaimana kalau…” mungkin sering Anda alami.  Pikiran seperti ini kelihatannya biasa, tapi bila terlalu sering bisa menjadi tanda overthinking. Bila sudah demikian, Anda perlu waspada karena overthinking bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit mental. Yuk, ketahui apa itu overthinking lewat ulasan berikut ini.

Apa itu overthinking dan penyebab yang mendasarinya?

Overthinking adalah istilah yang sering ditujukan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir. Namun, jangan menyamakannya dengan pemikir. Orang yang overthinking sering kali memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan.

Banyak yang keliru menganggap sikap ini sebagai sikap berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Padahal kenyataannya, terlalu sering berpikir berlebihan juga dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan Anda.

Penyebab overthinking tidak diketahui secara pasti. Kendati demikian, perilaku banyak dialami oleh orang-orang yang mengidap masalah psikis, seperti gangguan kecemasan atau depresi.

Ciri-ciri orang yang overthinking

stres menangani kabar buruk

Orang yang terlalu banyak berpikir umumnya tidak menyadari jika mereka memiliki sikap ini. Untuk menyadarinya, mereka perlu mengenali apa saja tanda-tanda dari sikap overthinking.

Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu.

1. Saat menghadapi masalah, tidak fokus untuk mencari solusinya

Masalah akan selesai jika Anda dapat menemukan jalan keluar untuk meringankan beban yang dihadapi. Sayangnya, si overthinker sering kali kesulitan untuk mencari cara mengatasi masalah tersebut.

Sebaliknya, mereka malah terlalu berfokus dengan masalah itu sendiri dan memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu.

2. Sering merenungkan hal yang sama berulang-ulang

Berpikir repetitif atau merenungkan hal yang sama berulang kali merupakan salah satu tanda dari perilaku overthinking. 

Pikiran berulang ini biasanya berkaitan dengan masalah itu sendiri, kesalahan yang dilakukan, atau kekurangan yang dimiliki. Akibatnya, Anda mungkin mendapati diri membayangkan sesuatu yang buruk terjadi berkali-kali.

3. Rasa cemas membuat Anda susah tidur nyenyak

Merenungkan hal yang sama berulang kali bisa menimbulkan kecemasan dan membuat otak Anda terus aktif. Jadi, ketika menjelang tidur, pikiran Anda tidak bisa tenang dan akhirnya membuat Anda susah memejamkan mata.

4. Anda sering kali kesulitan membuat keputusan

Terburu-buru mengambil keputusan memang harus dihindari agar tidak salah langkah. Namun, bukan berarti Anda harus bersikap overthinking.

Pasalnya, orang yang kebanyakan berpikir seperti ini terpaku untuk menganalisis masalah. Akibatnya, pengambilan keputusan akan semakin sulit dilakukan dan membuang waktu.

5. Kerap menyalahkan diri saat salah ambil keputusan

Tanda lain yang menunjukkan bahwa Anda overthinking yakni sulit sekali move on dari keputusan yang dibuat. Terutama, jika Anda mengambil keputusan yang buruk atau salah langkah.

Bukannya beranjak dan belajar dari kesalahan tersebut, Anda malah sibuk memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi jika Anda mengambil keputusan yang berbeda. Biasanya, orang dengan sikap seperti ini cenderung menyalahkan diri sendiri terus-menerus.

Dampak overthinking pada kesehatan tubuh

stres kerja menyebabkan stroke

Sikap berhati-hati memang perlu, tapi jika sudah overthinking, Anda harus bisa mengerem diri untuk mengendalikan kebiasaan ini. Pasalnya, berpikir secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Salah satu dampak buruk dari overthinking adalah stres. Ini karena otak jadi sibuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu secara berlebihan sehingga tekanan psikologis menjadi lebih besar.

Alhasil, sistem saraf pusat dalam tubuh akan mengirim sinyal ke kelenjar adrenal dan melepas hormon stres dalam jumlah banyak.  Gejala fisik akibat stres yang mungkin Anda rasakan antara lain sakit kepala, mual, konsentrasi terganggu, detak jantung meningkat, dan napas tergesa-gesa.

Jika Anda mengalami stres dan terus overthinking, risiko terjadinya gangguan mental seperti gangguan kecemasan, depresi, dan serangan panik akan semakin tinggi.

Pada orang yang sudah memiliki penyakit mental, berpikir berlebihan pada hal-hal yang sepele bisa memperparah gejalanya. Hal ini bisa mempersulit pengobatan dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Dilansir dari situs Cleveland Clinic, risiko penyakit jantung bisa meningkat karena stres berkepanjangan, yang salah satunya mungkin dipicu oleh sikap overthinking.

Di samping itu, stres juga bisa memicu perilaku kompulsif untuk menghilangkan stres. Ini mungkin bisa menyebabkan kecanduan alkohol atau penggunaan obat-obatan terlarang.

Alih-alih menghilangkan stres dan mengembalikan tubuh ke keadaan rileks, perilaku kompulsif ini cenderung membuat tubuh dalam keadaan stres dan menimbulkan lebih banyak masalah kesehatan.

mengatasi overthinking“>Lantas, bagaimana cara mengatasi overthinking?

memelihara ikan

Setelah mengetahui apa itu overthinking, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Langkah pertama dalam mengatasi overthinking tentu dengan mencari tahu apa pemicunya.

Pasalnya, beberapa orang cenderung berpikir secara berlebihan saat menghadapi masalah tertentu. Dengan mengetahui pemicunya, Anda akan jadi lebih waspada untuk mengontrol diri.

Cobalah untuk melepaskan pemikiran yang membuat Anda jadi cemas. Kuncinya, tetap mengamati dan mengevaluasi masalah, tapi pikirkan juga solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Jadi, Anda tidak terpaku pada masalah saja.

Sebagai contoh, Anda terbiasa membayangkan skenario terburuk dari sebuah situasi. Alih-alih tenggelam dalam kecemasan, buatlah rencana mengenai apa yang akan Anda lakukan bila hal tersebut benar-benar terjadi.

Kemudian, jangan berlarut dalam penyesalan ketika Anda salah mengambil keputusan. Akan tetapi, belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulanginya di kemudian hari.

Terkadang, yang Anda butuhkan ketika pikiran-pikiran itu muncul adalah distraksi (pengalihan). Jadi, saat pikiran mulai penuh, coba alihkan dengan bermeditasi, berjalan-jalan, atau melakukan kegiatan lain yang Anda senangi.

Bila Anda merasa kesulitan untuk meredam kebiasaan terlalu banyak berpikir, ceritakan kekhawatiran Anda kepada orang yang terdekat dan terpercaya. Jangan ragu untuk pergi konsultasi ke psikolog jika overthinking sudah mulai mengganggu kegiatan sehari-hari.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 27/10/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan