home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Akibatnya Jika Anda Kerap Buru-buru Mengambil Keputusan

Ini Akibatnya Jika Anda Kerap Buru-buru Mengambil Keputusan

Situasi yang mendesak kerap mendorong seseorang untuk mengambil keputusan sesuatu secara dengan buru-buru. Tak hanya untuk kejadian yang penting, seseorang kerap melakukannya ketika memikirkan hal-hal sepele seperti menu makan siang.

Walau terkadang membawa hasil yang baik, terlalu buru-buru dalam mengambil keputusan juga bisa berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengapa orang kerap mengambil keputusan dengan buru-buru?

Menurut beberapa penelitian, rata-rata setiap orang membuat 2000 keputusan di setiap jamnya. Tanpa Anda sadari, hal ini juga dilakukan ketika Anda menjalani kegiatan sehari-hari.

Bahkan, Anda juga sudah mengambil lebih dari satu keputusan ketika Anda lebih memilih untuk tidur sejenak daripada lanjut bekerja.

Memang, keputusan yang diambil tersebut seringnya tidak berdampak buruk. Meski demikian, bukan berarti semua keputusan itu mendatangkan sesuatu yang baik.

Ada beberapa faktor yang dapat berpengaruh dalam baik atau buruknya keputusan yang dipilih. Salah satunya, agar bisa membuat keputusan dengan lebih cepat, otak kita mengandalkan sejumlah pintasan kognitif yang disebut dengan heuristik.

Heuristik merupakan sebuah strategi untuk membuat keputusan yang cepat berdasarkan informasi yang telah dicerna oleh otak. Strategi ini akan mempersingkat waktu pengambilan keputusan tanpa terus menerus berpikir tentang tindakan selanjutnya.

Ada kalanya strategi tersebut sangat membantu seseorang dalam menilai mana yang kira-kira akan memberikan dampak yang baik.

Sayangnya, strategi heuristik juga dapat menyebabkan pikiran menjadi abai pada hal-hal yang rinci sehingga kerap berujung pada sebuah keputusan yang salah.

Keputusan yang diambil buru-buru belum tentu baik

menangis saat marah

Berpikir cepat mungkin akan lebih membantu jika Anda melakukannya untuk keputusan-keputusan kecil yang tidak menimbulkan banyak risiko. Namun, lain halnya jika keputusan tersebut menyangkut hal-hal yang lebih kompleks dan penting.

Ketika seseorang sedang terburu-buru, ia akan cenderung melompat ke kesimpulan cepat yang mungkin penuh dengan bias tanpa mempertimbangkan fakta lainnya.

Terkadang melewatkan detil kecil dapat membuat keputusan yang dipilih menjadi fatal, apalagi bila sudah berhubungan pada masalah asmara, pekerjaan, dan keuangan.

Artinya, terlalu buru-buru dalam mengambil keputusan akan membuat Anda enggan untuk berpikir tentang berbagai kemungkinan lain yang bisa membantu Anda. Salah-salah membuat keputusan malah nantinya akan membuat Anda menyesal.

Pernahkah Anda membeli sesuatu yang bahkan tidak Anda butuhkan? Kejadian tersebut terkadang menimbulkan rasa sesal yang untungnya masih bisa menghilang selama beberapa hari.

Bayangkan jika keputusan tersebut merupakan keputusan penting yang berpengaruh besar terhadap hidup Anda, rasa sesal yang muncul bisa saja memberi dampak pada keadaan mental Anda ke depannya.

Selain itu, Anda jadi lupa akan dampaknya pada orang-orang di sekitar saat mengambil keputusan dengan buru-buru.

mengambil keputusan

Tidak salah jika Anda memikirkan keputusan mana yang baik untuk kebahagiaan Anda, tapi Anda juga harus ingat bahwa ada beberapa pilihan yang dapat berpengaruh pada orang lain.

Biasanya hal tersebut akan terjadi ketika keputusan yang diambil menyangkut masalah pekerjaan. Tidak semua yang dirasa baik bagi Anda akan dirasa sama baiknya bagi orang lain.

Dampak ini juga seharusnya dipertimbangkan ketika Anda memutuskan untuk melakukan perubahan penting seperti berpindah karir.

Mungkin keputusan yang Anda buat akan menciptakan tingkat stres yang lebih tinggi. Efek buruknya, Anda bisa saja melampiaskan semua emosi negatif tersebut kepada orang-orang terdekat.

Oleh karena itu, pikirkan kembali prioritas Anda sebelum benar-benar membuat keputusan. Jika hal tersebut merupakan sesuatu yang besar, ada baiknya Anda menyisakan lebih banyak waktu untuk memikirkan segala konsekuensi yang akan datang.

Hindari membuat keputusan ketika Anda sedang merasakan suatu emosi tertentu yang dominan, misalnya ketika marah atau sedih.

Tunda dahulu sampai Anda merasa jauh lebih tenang dan sedang tidak dirundung banyak masalah agar bisa berpikir lebih jernih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

5 Tips for Better Decision Making. (2020). Retrieved 16 March 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/persuasion-bias-and-choice/201806/5-tips-better-decision-making

How Heuristics Help You Make Quick Decisions or Biases. (2020). Retrieved 16 March 2020, from https://www.verywellmind.com/what-is-a-heuristic-2795235

How Many Decisions Do We Make Each Day?. (2020). Retrieved 16 March 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/stretching-theory/201809/how-many-decisions-do-we-make-each-day

The Importance Of The Decision Making Process. (2020). Retrieved 16 March 2020, from https://www.everydayhealth.com/neurology/importance-decision-making-process/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal diperbarui 04/04/2020
x