home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

3 Jenis Stres yang Perlu Anda Kenali dengan Baik

3 Jenis Stres yang Perlu Anda Kenali dengan Baik

Stres kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari akibat masalah pekerjaan, pertemanan, keuangan, atau keluarga. Kemunculan stres tidak sepenuhnya buruk karena hal ini membuat Anda jadi lebih waspada dan mencari jalan keluar untuk menghadapinya. Namun bila stres yang Anda hadapi terus menumpuk, kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Ada beberapa jenis stres mulai dari stres yang baik hingga yang kronis. Apa saja jenis stres?

Jenis stres yang dapat dialami seseorang

Stres adalah ketegangan emosional dan fisik yang merupakan respons normal tubuh ketika mengalami perubahan, tekanan, atau stresor lainnya. Meski normal terjadi, namun stres yang berlebihan bisa mengacam kesehatan.

Menurut American Psychological Association (APA), ada tiga tipe stres yang masing-masing punya dampak yang berbeda pada tubuh. Lebih jelasnya, mari ulas satu per satu tipe stres seperti dikutip dari situs Flushing Hospital.

1. Stres akut

Jenis stres ini berjangka pendek dan bisa terjadi beberapa kali dalam satu hari. Stres akut muncul ketika ada tantangan, ancaman atau sesuatu yang tidak terduga terjadi. Contoh kasusnya adalah ketika Anda berselisih paham dengan pasangan, akan berpidato pada suatu acara, terjebak macet, atau melakukan pelanggaran saat berkendara.

Gejala stres akut meliputi peningkatan denyut jantung, napas cepat, berkeringat, dan kadar gula darah naik. Semua gejala stres tersebut muncul dengan cepat dan singkat. Namun, beberapa orang bisa mengalami gejala lain, seperti kecemasan, iritabilitas, sakit kepala, atau sakit perut.

Insiden yang terkait dengan stres akut umumnya tidak membahayakan. Sebagian gejala ini hanya muncul ketika Anda benar-benar melakukan sesuatu atau aktivitas, misalnya menaiki permainan roller coaster atau arum jeram. Jenis stres ini dikenal juga dengan sebutan stres positif atau eustress.

Eustress membuat Anda tetap bersemangat dalam menjalani hidup. Tanpa stres ini hidup akan terasa membosankan, dalam kasus serius bisa meningkatkan risiko depresi. Tanpa stres, kadang Anda tidak merasa tertantang, kurang motivasi untuk mencapai tujuan, dan kurang memaknai hidup.

Di samping itu, situasi yang terkait dengan stres akut ini bisa memberikan latihan pada tubuh dan otak dalam mengembangkan respons dalam menghadapi stres yang sama di kemudian hari. Setelah melewati fase ini, sistem tubuh akan kembali normal.

Namun, stres akut juga bisa menjadi cukup parah. Kondisi ini mungkin Anda alami ketika menghadapi situasi yang mengancam jiwa, yang dapat menyebabkan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan penyakit mental lainnya.

2. Stres episodik

Jenis stres ini biasanya akan terjadi jika Anda sering mengalami episode stres akut. Orang dengan kondisi ini sering kali mengambil terlalu banyak tanggung jawab sehingga beban yang dimiliki cukup besar. Kemungkinan besar stres periodik muncul karena seseorang merasa hidupnya kacau karena terus menghadapi krisis yang terasa sulit dan tidak berkesudahan.

Beberapa profesi berkaitan erat dengan stres ini, seperti penegak hukum atau pemadam kebakaran. Sebab, profesi seperti itu sering kali berada di situasi dengan tingkat stres yang tinggi.

Sama halnya dengan stres akut parah, tipe stres ini juga bisa mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. Gejala yang muncul mirip dengan stres akut, hanya frekuensinya lebih sering terjadi.

Bila dibiarkan, gejala stres bisa menyebabkan penyakit jantung dan depresi.

3. Stres kronis

Jenis stres terakhir ini tingkatnya tinggi dan terjadi dalam jangka waktu yang lama, seperti halnya penyakit kronis. Tentu saja, stres ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan, seperti menyebabkan gangguan kecemasan, penyakit jantung, depresi, hipertensi, dan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Di samping itu, stres kronis juga dapat menyebabkan gejala fisik seperti sakit kepala, sakit perut, dan kesulitan tidur. Penyebab terjadinya stres kronis sangat beragam, mulai dari masalah ekonomi, lingkungan kerja yang buruk, pernikahan tidak harmonis, atau keluarga yang tidak bahagia.

Orang-orang yang pernah mengalami trauma psikologis di masalah lalu atau masa kecil, memiliki risiko mengembangkan tipe stres ini.

Selain gejala fisik yang disebutkan sebelumnya, beberapa orang dengan stres kronis mungkin mengalami kelelahan, perubahan nafsu makan, dan sulit berkonsentrasi. Adanya stres kronis bisa memperburuk masalah kesehatan yang dimiliki, seperti eksim, masalah pencernaan, atau penyakit jantung.

Dengan mengetahui beragam jenis sters, Anda akan memahami apa saja gejala dan kemungkinan penyebabnya. Informasi ini juga bisa membantu Anda agar lebih waspada dan menyegerakan diri untuk periksa ke dokter. Tentunya, Anda akan lebih cepat mendapatkan penanganan dan kondisinya tidak semakin bertambah parah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Malcolm, X., & Malcolm, X. (2021, May 18). The 3 different types of stress and how each can affect our health. Retrieved October 27, 2021, from https://www.flushinghospital.org/newsletter/the-3-different-types-of-stress-and-how-each-can-affect-our-health/

Stress: Signs, symptoms, management & prevention. (n.d.). Retrieved October 27, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11874-stress

2015 stress in America Snapshot. (n.d.). Retrieved October 27, 2021, from https://www.apa.org/news/press/releases/stress/2015/snapshot

How stress affects your body and behavior. (2021, March 24). Retrieved October 27, 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/stress-symptoms/art-20050987

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri