6 Alasan yang Paling Sering Terlontar dari Mulut untuk Berkata Bohong

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 November 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Rasa-rasanya tidak ada satu pun orang di dunia ini yang tidak pernah bohong. Faktanya, orang berbohong pun tak cukup sekali. Alasannya pun macam-macam. Yang paling klasik, sih, karena mereka menganggap bahwa lebih baik untuk berbohong saja daripada harus menyakiti orang lain. Tapi ternyata ada banyak alasan berbohong lainnya yang sering terlontar dari mulut banyak orang, mungkin termasuk Anda juga.

Alasan berbohong yang paling umum dilontarkan banyak orang

1. Berbohong demi kebaikan

Berbohong demi kebaikan adalah alasan berbohong yang paling umum terlontar dari mulut banyak orang karena tindakan yang tampak mulia. Anda memilih untuk menutupi kebenaran yang terasa pahit, daripada harus melihat orang-orang terdekat Anda terluka jika mengetahui faktanya.

Tetapi, tahukah Anda kalau sebenarnya mereka lebih memilih untuk kecewa mendengar kebenaran pahit ketimbang merasa senang karena hal yang fiktif? Toh, hal yang fiktif tersebut lama kelamaan akan ketahuan dan akhirnya tetap mengecewakan juga.

2. Terbiasa berbohong

Banyak orang yang terus menerus berbohong karena menganggap bahwa kebohongan bukanlah sesuatu yang salah atau patut dibesar-besarkan. Mereka tidak berpikir kalau berkata bohong akan membawa efek domino yang buruk, karena justru hal yang harus ditutupi itulah yang menjadi masalahnya. Makanya mereka tak masalah jika harus berbohong untuk itu agar tak terjerat masalah lain.

3. Tidak nyaman kalau tidak berbohong

Kebiasaan suka berbohong lama-lama akan membuat si pembohong merasa bangga akan keahliannya merangkai bualan yang berhasil menipu banyak orang. Kepercayaan diri inilah yang kemudian mendorongnya untuk terus melanjutkan kebohongan dengan bualan-bualan baru lainnya. Pada akhirnya, mereka akan terus berbohong karena membuatnya nyaman.

pembohong patologis dan kompulsif

4. Untuk menutupi kebohongan sebelumnya

Sekali Anda berbohong, mau tidak mau Anda harus mempersiapkan kebohongan berikutnya untuk mendukung jalan cerita bualan agar terdengar masuk akal. Apapun alasan berbohong Anda sebelumnya, reaksi berantai ini hampir selalu akan terjadi. Pasalnya, saat kebohongan itu muncul, kemungkinan besar rekan Anda akan bertanya hal lain yang berhubungan tentang itu. Akhirnya, otak Anda kembali membuat kebohongan baru. Makin lama, kebohongan yang Anda buat akan semakin banyak.  

5. Bohong ketika tidak berniat berbohong

Ketika Anda dihadapkan oleh suatu masalah yang jadi tak terkendali, wajar jika Anda merasa stres. Mulai dari rasa campur aduk antara cemas takut dan panik, keringat deras, jantung berdebar, dan seterusnya.

Respon stres alami ini kemudian akan menghidupkan satu respon lainnya, yaitu respon ‘bagaimana saya harus keluar dari masalah ini secepatnya tanpa masalah’. Salah satu caranya adalah berbohong. Ya, otak Anda akan cepat memberikan sugesti dan mencari cara tercepat untuk mengatakan hal yang fiktif, sehingga Anda bisa cepat keluar dari situasi tersebut.

6. Bohong pasif agresif untuk mencerminkan keinginan

Ada orang yang berbohong ketika ditanya oleh teman atau kerabatnya tentang kehidupan pribadinya. Familiar dengan kebohoan macam ini, “Oh maaf, pacarku nggak ikut dateng karena lagi ngejar proyek di luar negeri” — padahal sih, baru saja diputusin karena selingkuh?

Alasan berbohong seperti di atas mungkin didasari oleh rasa ketidakpuasan pribadi atas apa yang ia punya atau dapatkan saat itu, sehingga berbohong dijadikan jalan untuk “memperindah” hidupnya agar orang-orang yang mendengarnya terkesima atau menyukai dirinya. Padahal, di balik kebohongan itu sebenarnya tersimpan mimpi yang besar. Keinginan untuk memiliki kehidupan seperti yang ia sebutkan sebagai kebohongan.

Dari semua alasan berbohong ini, ayo jawab yang jujur, mana yang sering Anda gunakan ketika berbohong?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Biasanya seseorang akan cenderung mengurung diri ketika dirundung cemas hebat. Padahal, ini cara menghilangkan rasa cemas yang salah. Ada cara yang benar

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati tipes

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kayu manis

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit