Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tanda Lelah Mental dan Cara Mengatasinya

Tanda Lelah Mental dan Cara Mengatasinya

Adanya tekanan dalam pekerjaan, keuangan, keluarga, atau pengobatan membuat seseorang kerap dihinggapi tanda-tanda lelah mental. Saat kondisi ini sudah terjadi, berkonsentrasi pun sangat sulit dilakukan.

Kelelahan mental ini cenderung meningkat seiring berjalannya waktu. Untuk itu, segera kenali apa saja tanda, penyebab, dan cara mengatasi lelah mental.

Tanda-tanda kelelahan mental

capek mental

Seseorang dengan kelelahan mental mungkin tidak akan langsung menyadari kondisinya, sebab gejalanya akan dirasakan secara bertahap.

Awalnya, tanda-tanda kelelahan mental tidak akan jadi suatu masalah besar. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa menjadi lebih buruk.

Maka dari itu, sebelum terjadi hal yang tidak Anda inginkan, penting untuk mengetahui apa saja gejala kelelahan mental sejak dini. Berikut ini penjelasannya.

1. Gejala fisik

Seseorang yang mengalami lelah mental biasanya menunjukkan gejala fisik berupa penyakit atau perubahan pola hidup yang lebih buruk, di antaranya:

  • merasa selalu lelah dan terkuras sepanjang waktu,
  • kekebalan tubuh turun dan lebih sering sakit,
  • sakit kepala dan nyeri otot, serta
  • perubahan nafsu makan dan kebiasaan tidur.

2. Gejala emosional

cara mengatasi depresi postpartum

Gejala emosional orang yang capek mental mencakup perubahan emosi dan reaksi tubuh. Kondisi ini biasanya juga diiringi dengan tindakan spontan sesuai perasaan Anda saat itu.

Tanda-tanda emosional yang dialami oleh orang yang lelah mental meliputi:

  • perasaan gagal dan adanya keraguan pada diri sendiri,
  • merasa tidak berdaya dan kalah,
  • kehilangan motivasi,
  • merasa selalu sendiri,
  • pandangan semakin negatif,
  • lebih cepat marah,
  • merasa putus asa,
  • rasa cemas berlebihan, dan
  • menurunnya kepuasan terhadap banyak hal.

3. Gejala perilaku

Tanda seseorang mengalami lelah mental dapat Anda lihat dari pola tingkah laku yang ditunjukkannya. Biasanya, sikap ini sudah menjadi suatu kebiasaan sehingga tidak terlalu sulit untuk mengenalinya, seperti:

  • lari dari tanggung jawab,
  • cenderung mengisolasi diri dari orang lain,
  • membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri,
  • menggunakan makanan, obat-obatan, atau bahkan alkohol dalam mengatasinya,
  • melampiaskan rasa kesal pada orang lain, serta.
  • suka melewatkan pekerjaan.

Penyebab kelelahan mental

krisis identitas pada remaja

Kelelahan mental yang Anda alami tidak akan terjadi jikalau tidak ada penyebabnya. Setiap orang bisa saja mengalami hal ini dengan penyebab yang berbeda-beda.

Meskipun demikian, berikut ini beberapa penyebab umum yang mungkin Anda alami.

1. Tekanan pekerjaan

Setelah memasuki dunia kerja, mungkin Anda mempunyai ekspektasi tersendiri tentang pekerjaan tersebut, baik itu dari segi lingkungan kerja maupun tugas-tugas yang diberikan.

Namun, ada kalanya orang-orang tidak sanggup untuk menanggung beban pekerjaan yang terlalu berat sehingga mengalami tanda lelah mental.

Selain itu, ada juga penyebab lainnya, seperti:

  • tidak punya kendali untuk setiap hal yang dikerjakan,
  • kurangnya penghargaan atau pengakuan untuk pekerjaan yang dilakukan,
  • ekspektasi terhadap pekerjaan tidak jelas,
  • tidak menyukai pekerjaan saat ini,
  • melakukan pekerjaan yang terlalu monoton dan tidak menantang, serta
  • kerja di lingkungan dengan tekanan yang terlalu tinggi.

2. Gaya hidup yang tidak sehat

Pola hidup yang tidak sehat pun bisa memicu timbulnya kelelahan mental. Itulah mengapa tidak sedikit orang yang lelah mental memiliki gaya hidup tidak teratur, misalnya tidak mempunyai cukup waktu untuk tidur, relaksasi, atau bersosialisasi dengan lingkungan.

3. Kepribadian yang kurang baik

Orang-orang yang memiliki kepribadian baik mampu mencapai berbagai target dalam hidupnya dengan memegang prinsip kuat sekaligus membangun karakter diri mereka.

Namun, lain halnya dengan orang-orang yang berkepribadian kurang baik. Mereka cenderung berupaya mencapai ambisinya dengan berbagai cara. Alhasil, hal ini membuat mereka mengalami lelah mental.

Contoh sikap yang biasanya mereka miliki antara lain terlalu perfeksionis, memiliki pandangan pesimistis terhadap diri sendiri, dan kurang percaya dengan orang lain.

Cara mengatasi kelelahan mental

orang tua menghadapi anak yang menunjukkan gejala depresi

Begitu Anda tahu bagaimana tanda-tanda capek mental muncul, mungkin akan muncul pertanyaan tentang cara mengatasinya.

Cukup dengan mengubah gaya hidup, Anda sebenarnya sudah bisa mengatasi masalah tersebut. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa terapkan langkah-langkah di bawah ini.

1. Temukan dukungan sosial dari orang lain

Anda bisa menjangkau orang-orang terdekat seperti keluarga, pasangan, sahabat, atau rekan kerja untuk menjadi teman cerita. Coba lakukan juga kegiatan-kegiatan positif dan menyenangkan bersama mereka.

Jika ingin, Anda juga bisa berbagi cerita. Jangan pernah merasa bahwa menceritakan masalah pribadi akan menjadi suatu beban bagi orang lain.

Faktanya, kebanyakan orang merasa lebih dicintai karena Anda memercayai mereka sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati.

2. Tidur yang cukup

Gangguan tidur menjadi salah satu pertanda Anda mengalami kelelahan mental. Oleh sebab itulah, meningkatkan kualitas hidup diharapkan bisa mengatasi gejala dan penyebab kelelahan mental itu sendiri.

Lantas, berapakah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk tidur setiap harinya? Terkait ini, sebenarnya setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, tetapi orang dewasa dianjurkan untuk tidur selama 7 hingga 9 jam sehari.

Jika kesulitan untuk tidur lebih awal, Anda bisa lakukan beberapa rutinitas sebelum tidur. Contohnya, mandi air hangat, peregangan ringan, mengurangi pencahayaan kamar, dan mengganti handphone dengan buku atau musik yang menenangkan.

3. Olahraga

Olahraga termasuk salah satu cara paling ampuh dalam mengatasi kelelahan mental. Anda bisa meluangkan waktu untuk berolahraga selama 30 menit setiap harinya.

Cobalah latihan ritmik dengan aktivitas seperti berlari, latihan beban, seni bela diri, menari, atau berenang. Ini akan menjadi cara efektif untuk membangkitkan kembali suasana hati, mempertajam fokus, dan membuat tubuh lebih rileks.

Selain latihan ritmik, Anda juga bisa menggunakan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan untuk mengatasi lelah mental. Tujuannya adalah untuk mengaktifkan kembali respons relaksasi tubuh.

4. Menerapkan pola makan sehat

Apa pun yang Anda konsumsi akan memberikan dampak cukup besar terhadap suasana hati sepanjang hari. Maka dari itu, Anda bisa menerapkan diet yang sehat untuk mendukung suasana hati. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan.

Mengurangi asupan karbohidrat dan gula

Makanan dengan kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi seperti kentang goreng dan pasta diketahui mampu menyebabkan gangguan mood lebih cepat.

Perbanyak konsumsi asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 bisa meningkatkan kembali mood seseorang. Anda bisa temukan zat gizi ini pada ikan berlemak seperti salmon, teri, dan sarden. Selain itu, Anda juga bisa mengkonsumsi rumput laut dan biji rami.

Menghindari nikotin

Saat mengalami lelah mental, mungkin lebih banyak orang memilih untuk merokok karena bisa membuat diri jadi lebih tenang. Namun, nikotin dalam rokok sebenarnya merupakan stimulan (zat perangsang) yang kuat dan bahkan bisa meningkatkan kecemasan.

5. Menyediakan waktu untuk diri sendiri

me time

Anda bisa mengambil cuti untuk memberikan waktu istirahat bagi diri sendiri. Istirahat yang dimaksud bukan hanya soal tidur, tapi juga untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk diri sendiri.

Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan.

  • Mengambil liburan panjang.
  • Meluangkan waktu minimal satu jam untuk diri sendiri setiap hari.
  • Menyisihkan satu atau dua hari setiap minggu untuk menonton film atau menikmati kuliner.
  • Mencari udara segar saat jam makan siang.

Apabila dengan cara di atas Anda masih kesulitan untuk mengatasi lelah mental, segeralah menghubungi psikolog atau dokter. Mungkin dokter akan memberikan pengobatan untuk mengurangi gejala yang sedang Anda alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Burnout Prevention and Treatment – HelpGuide.org. (2022). Retrieved 29 March 2022, from https://www.helpguide.org/articles/stress/burnout-prevention-and-recovery.html

Emotional exhaustion during times of unrest. (2020). Retrieved 29 March 2022, from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/emotional-exhaustion-during-times-of-unrest

Know the signs of job burnout. (2022). Retrieved 29 March 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/burnout/art-20046642

How to sleep better. (2016). Retrieved 29 March 2022, from https://www.mentalhealth.org.uk/publications/how-sleep-better

The importance of sleep. (2016). Retrieved 29 March 2022, from https://www.mentalhealth.org.uk/blog/importance-sleep

Tijdink, J. K., Vergouwen, A. CM., and Smulders, Y. M. (2014). Emotional exhaustion and burnout among medical processor; a nationwide survey.  Retrieved 29 March 2022, from https://bmcmededuc.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/1472-6920-14-183.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.