home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Pria ataupun Wanita, Kenali Identitas Non Binary (Genderqueer)

Bukan Pria ataupun Wanita, Kenali Identitas Non Binary (Genderqueer)

Seorang pria punya alat kelamin khas berupa penis dan testis. Sementara seorang wanita lahir dengan payudara, vagina, dan rahim. Namun, adapula orang yang tidak peduli apa jenis kelamin yang dimilikinya, ia menganggap dirinya bukanlah kelompok gender wanita maupun pria. Kelompok ini dikenal sebagai genderqueer atau non binary (nonbiner).

Genderqueer adalah satu dari beragam identitas gender yang ada. Agar lebih jelas, mari simak ulasan berikut ini, ya!

Non binary adalah salah satu identitas gender

Umumnya, identitas gender yang dimiliki seseorang sesuai dengan jenis kelamin biologis atau anatomi seksual tubuhnya sejak lahir.

Pasalnya, dari sinilah, seseorang dapat dikatakan berjenis kelamin sebagai pria atau wanita.

Hal ini jelas berbeda dengan istilah non binary, atau yang disebut juga sebagai genderqueer.

Genderqueer atau non binary (nonbiner) adalah istilah identitas gender yang tidak merujuk secara spesifik pada salah satu gender seperti perempuan maupun laki-laki.

Nonbiner dapat berada di antara ataupun di luar dua gender tersebut. Dalam konteks ini, identitas gender merujuk pada persepsi internal seseorang.

Identitas gender tergantung dari bagaimana seseorang memandang dirinya, bukan berdasarkan kondisi biologis yang ditentukan dari jenis kelamin.

Sebenarnya, di dalam lingkungan atau secara medis, kelompok genderqueer tetap dianggap sebagai pria ataupun wanita.

Hanya, mereka sendiri tidak mengasosiasikan dirinya ke dalam gender pria atau wanita.

Dengan kata lain, kelompok non binary atau genderqueer tidak mengakui jenis kelaminnya secara spesifik, terlepas dari apa pun penampilan fisiknya.

Kelompok nonbiner menganggap dirinya memiliki dua jenis kelamin sekaligus, meskipun mereka sebenarnya punya satu jenis kelamin atau dua sekalipun (interseks).

Itu sebabnya, kata ganti orang ketiga atau jamak untuk kelompok orang dengan identitas gender sebagai nonbiner adalah “mereka” bukan “dia“.

Ini karena “dia” adalah kata ganti yang merujuk pada satu jenis kelamin khusus sebagai pria atau wanita saja.

Samakah genderqueer dengan transgender dan interseks?

Gender dhysporia

Jawaban singkatnya yakni tidak. Menurut Nottingham Center Gender Dysphoria, identitas gender tidak sama dengan jenis kelamin yang ditentukan dari kondisi biologis.

Indentitas gender adalah cara pandang seseorang terhadap dirinya atau bagaimana seseorang menilai jati dirinya.

Gender sendiri adalah istilah yang terbentuk dari budaya dan lingkungan sosial, bukan menyatakan jenis kelamin seperti laki-laki karena memiliki penis atau perempuan punya vagina.

Kelompok non binary tidak menggambarkan diri mereka secara khusus berdasarkan jenis kelamin pria ataupun wanita.

Sementara itu, transgender adalah orang-orang yang mengakui jenis kelamin diri mereka berlawanan dari anatomi seksualnya sejak lahir.

Artinya begini, misalnya ia merasa bahwa identitas gender yang dimilikinya adalah wanita, padahal orang lain memandangnya sebagai pria karena lahir memiliki penis dan testis.

Akibatnya, muncul tekanan batin dari dalam dirinya karena merasa berada di tubuh yang salah sehingga tidak nyaman dengan kondisi yang dialaminya.

Nah, kondisi ini dikenal dengan nama disforia gender.

Seorang disforia gender “secara resmi” dinyatakan sebagai transgender ketika telah melakukan operasi ganti kelamin dan terapi hormon.

Begitu pula dengan interseks yang jelas berbeda dengan genderqueer atau non binary.

Interseks adalah kondisi ketika seseorang lahir dengan dua alat kelamin sehingga membuatnya sulit dikategorikan sebagai pria atau wanita.

Sementara pada kelompok orang dengan genderquuer hanya memiliki satu jenis kelamin, tetapi mereka tidak mengakuinya.

Berbagai jenis identitas gender

masalah kesehatan transgender dan genderqueer

Non binary atau queergender bukanlah identitas gender tunggal. Artinya, non binary juga melingkupi berbagai gender lain yang tidak merujuk secara spesifik sebagai pria ataupun wanita.

Jenis gender non binary (nonbiner) sebenarnya bisa sangat beragam, berikut ini adalah beberapa jenis kelompoknya:

  • Agender: netral atau tidak merujuk pada identitas gender manapun, dikenal juga dengan sebutan tanpa gender.
  • Bigender atau multigender: memiliki dua identitas gender secara bersamaan.
  • Genderfluid: berada di antara dua atau lebih indentitas gender.

Jenis-jenis gender lainnya meliputi:

  • Off the binary
  • Androginus
  • Boi
  • Butch
  • Ceterosexual

Perlu digarisbawahi bahwa kesadaran seseorang mengenai orientasi seksual serta identitas gender yang dimilikinya bisa muncul di usia berapa pun.

Ada yang sudah mulai merasakan kalau dirinya berbeda dengan teman seusianya sejak dini, tetapi ada juga yang baru mengalami krisis identitas atau memahami identitasnya setelah beranjak dewasa.

Identitas gender bukan merujuk pada kondisi biologis seseorang, melainkan bagaimana seseorang melihat dirinya.

Non-binary atau genderqueer adalah kondisi yang menunjukkan bahwa identitas gender bisa sangat beragam dan tidak terbatas pada dua pilihan, yakni pria atau wanita saja.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Richards, C. (2015). Non-binary or genderqueer genders. International Review Of Psychiatry. https://doi.org/10.3109/09540261.2015.1106446

Losty, M., & O’Connor, J. (2018). Falling outside of the ‘nice little binary box’: a psychoanalytic exploration of the non-binary gender identity. Psychoanalytic Psychotherapy, 32(1), 40-60. https://doi.org/10.1080/02668734.2017.1384933

Moleiro, C., & Pinto, N. (2015). Sexual orientation and gender identity: review of concepts, controversies and their relation to psychopathology classification systems. Frontiers In Psychology, 6.https://doi.org/10.3389/fpsyg.2015.01511

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x