Jangan Terlalu Yakin Anda Ditaksir Orang, Bisa Jadi Malah Gangguan Psikologis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berbunga-bunga rasanya, bukan, saat sedang jatuh cinta? Terlebih saat Anda merasa sangat dicintai atau dipuja oleh seseorang. Namun, tunggu dulu, apakah keyakinan bahwa pujaan hati Anda benar-benar mencintai Anda memang sebuah fakta, hanya geer (gede rasa alias terlalu percaya diri) semata, atau justru sudah masuk ke dalam gangguan psikologis? Hati-hati, Anda bisa saja mengidap erotomania, yaitu gangguan psikologis yang ditandai dengan keyakinan yang keliru bahwa ada orang yang menaruh hati pada Anda. Seperti apa tanda-tandanya? Simak di bawah ini.

Biasanya pengidap erotomania adalah kaum wanita

Erotomania adalah salah satu penyakit delusi dalam bidang psikiatri. Kondisi ini tergolong sebagai gangguan psikologis.

Orang yang memiliki jenis gangguan ini biasanya memiliki ciri khas tersendiri. Mayoritas penderita adalah kaum wanita yang penampilannya kurang menarik, suka menarik diri dari lingkungan dan menyendiri, serta jarang mengalami kontak seksual. Kebalikan dari penderita, si pujaan hatinya tersebut, biasanya justru adalah orang yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Misalnya selebriti.

Walaupun kebanyakan penderita adalah wanita, tidak terkecuali kaum pria juga dapat mengidap gangguan ini. Jika gangguan ini terjadi pada kaum pria, biasanya dapat muncul tindakan-tindakan yang lebih agresif, sampai pada tindak kekerasan.

Seperti apa tanda-tanda erotomania?

Mencurigai seseorang sedang menaruh hati pada Anda sebenarnya masih wajar, kok. Bukan berarti Anda pasti mengidap suatu gangguan psikologis. Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi sebelum seseorang didiagnosis dengan gangguan psikologis ini. Kriteria seseorang dicurigai memiliki gangguan erotomania adalah:

  • Penderita merasa bahwa si pujaan hati mencintainya dan berhasrat pada dirinya.
  • Si pujaan hati tersebut biasanya memiliki status yang lebih tinggi. Contohnya selebriti, atasannya di kantor, kakak kelas, atau sosok yang dikagumi banyak orang.
  • Penderita menganggap bahwa sosok pujaan hatilah yang lebih dahulu jatuh cinta terhadap dirinya.
  • Penderita menganggap bahwa si pujaan hati juga yang lebih dahulu mendekati dirinya.
  • Biasanya gejala-gejala erotomania ini muncul tiba-tiba.
  • Orang lain melihat tindakan dan respon pujaan hati biasa saja, tetapi penderita erotomania malah menganggapnya sebagai bukti cinta.
  • Memiliki banyak alasan untuk membenarkan bahwa si pujaan hati memang menyukai dirinya.
  • Kondisi ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bukan cuma seminggu atau sebulan. Namun, bisa juga waktunya sangat singkat tapi gejalanya ekstrem. Misalnya sampai menguntit (stalking), berbohong, memanipulasi, dan melakukan tindak kekerasan.

Menguntit merupakan salah satu gejala erotomania

Pada suatu penelitian, ditemukan bahwa sekitar 10 persen dari penguntit menderita gangguan kejiwaan yang mendasari perilakunya tersebut, yaitu kondisi erotomania ini. Anehnya lagi, penderita erotomania memiliki risiko untuk melakukan tindakan kekerasan yang sekitar 80 persennya ditargetkan kepada sosok pujaan hati tersebut. Namun, dalam beberapa kasus, kekerasan juga ditargetkan pada orang ketiga yang dianggap sebagai lawan atau ancaman dalam memenangkan hati sang pujaan hati.

Bila Anda mencurigai orang terdekat atau Anda sendiri memiliki kondisi ini, sebaiknya segera cari bantuan profesional. Misalnya berkonsultasi ke psikolog atau periksa ke dokter spesialis kesehatan jiwa. Dokter atau psikolog sangat mungkin merekomendasikan terapi perilaku untuk mengendalikan gangguan ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Putus cinta bukanlah kalimat yang mudah diterima begitu saja. Cari tahu kenapa cinta Anda atau pasangan bisa hilang dan memudar meski sudah berjalan lama.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit