home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah OCD dan Gangguan Bipolar Berkaitan? Apa Alasannya?

Benarkah OCD dan Gangguan Bipolar Berkaitan? Apa Alasannya?

Gangguan obsesif kompulsif (sering disebut dengan OCD) dan bipolar merupakan dua kondisi yang berbeda. Namun, para ahli percaya bahwa keduanya memiliki keterkaitan dan bisa muncul secara bersamaan. Hal ini dibuktikan dengan fakta yang disebutkan oleh National Institute of Mental Health. Dari sekitar 2,6 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang mengalami gangguan bipolar, satu persennya menunjukkan tanda-tanda OCD.

Perbedaan antara OCD dan bipolar

perbedaan ocd dan ocpd

Sebelum mengatahui hubungan antara gangguan obsesif kompulsif dan bipolar, Anda wajib memahami dulu apa perbedaan di antara keduanya.

Gangguan bipolar

Bipolar adalah penyakit mental yang membuat pengidapnya mengalami perubahan mood dan energi yang sangat ekstrem. Perubahan ini biasanya jauh lebih parah dibandingkan dengan orang normal lainnya. Oleh karena itu, perubahan ekstremnya cukup mengganggu kehidupan pengidapnya dalam melaksanakan kegiatan harian.

Orang dengan gangguan bipolar biasanya mengalami gejolak emosi yang berubah drastis dari sangat bersemangat menjadi sangat sedih dan lesu. Perubahan ini juga akan berakibat pada pola tidur, aktivitas, hingga perilaku lain yang tak biasa.

Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

OCD adalah gangguan psikologis kronis yang membuat pengidapnya memiliki pikiran atau obsesi dan tindakan yang tak terkendali dan terus ingin dilakukan. Orang yang memiliki penyakit OCD bisanya memiliki pikiran dan rasa takut yang tak diinginkannya.

Hal ini kemudian menimbulkan obsesi untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang sebagai respon terhadap ketakutannya. Misalnya orang yang mengidap OCD bisa mencuci tangan berulang kali hingga tangannya kering dan terluka hanya karena takut ada kuman yang menempel.

Hubungan antara gangguan obsesif kompulsif dan bipolar

gangguan bipolar disorder

Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa sekitar 10-35 persen orang dengan gangguan bipolar juga menderita OCD. Bahkan, sebagian besarnya ternyata mengalami gejala OCD terlebih dahulu dibandingkan dengan gangguan bipolar yang mereka miliki. Para peneliti menganggap hal ini wajar karena OCD menjadi gangguan kecemasan yang paling sering terjadi pada para pengidap bipolar.

Selain itu, ada penelitian lain yang menemukan fakta bahwa orang dengan gangguan bipolar memiliki risiko dua sampai lima kali lebih mungkin untuk terkena gangguan obsesif kompulsif dibandingkan dengan orang yang memiliki depresi.

Jika dilihat secara keseluruhan, orang yang memiliki gangguan bipolar dan OCD secara bersamaan memiliki kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini khususnya terletak pada gangguan panik dan kendali pada dirinya.

Orang dengan gangguan bipolar memiliki beberapa kesamaan gejala dengan OCD. Mereka biasanya mengalami beberapa kondisi seperti perubahan suasana hati, gelisah, serta fobia sosial. Namun, perbedaan utama yang sangat mencolok yaitu orang bipolar tidak melakukan sesuatu secara berulang dan memiliki pikiran yang tak terkendali seperti orang dengan OCD.

Pengobatan untuk orang yang memiliki OCD dan bipolar sekaligus

Gejala OCD Andakah Salah Satunya

Ketika kedua gangguan jiwa ini muncul secara bersamaan, biasanya gejala bipolar cenderung lebih sulit diobati. Pasalnya, orang dengan kedua gangguan ini cenderung lebih sering menyalahgunakan zat baik obat maupun alkohol. Akibatnya, hal ini membuat perawatan menjadi terhambat dan semakin sulit.

Para ahli menyatakan bahwa langkah pertama pengobatan yang perlu dilakukan untuk orang yang mengidap gangguan obsesif kompulsif dan bipolar ini adalah menstabilkan suasana hatinya. Biasanya cara ini dilakukan dengan memberikan obat seperti lithium dengan antikejang atau antipsikotik atipikal dengan apripiprazole (Abilify).

Selain itu, dokter juga akan jauh lebih berhati-hati saat menggabungkan obat untuk dua kondisi yang muncul secara bersamaan. Pasalnya, kombinasi obat yang salah bisa membuat gejala justru lebih sering muncul dan lebih parah dari biasanya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Link Between OCD and BIpolar Disorder https://www.verywellmind.com/ocd-and-bipolar-disorder-2510583 accessed on February 27th 2019

Can You Have Bipolar Disorder and OCD? https://www.healthline.com/health/bipolar-and-ocd  accessed on February 27th 2019

Obsessive-Compulsive Disorder https://www.nimh.nih.gov/health/topics/obsessive-compulsive-disorder-ocd/index.shtml accessed on February 27th 2019

Bipolar Disorder https://www.nimh.nih.gov/health/topics/bipolar-disorder/index.shtml accessed on February 27th 2019

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 28/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x