Menurut Ahli, OCD dan Gangguan Bipolar Ternyata Berkaitan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gangguan obsesif kompulsif (sering disebut dengan OCD) dan bipolar merupakan dua kondisi yang berbeda. Namun, para ahli percaya bahwa keduanya memiliki keterkaitan dan bisa muncul secara bersamaan. Hal ini dibuktikan dengan fakta yang disebutkan oleh National Institute of Mental Health. Dari sekitar 2,6 persen orang dewasa di Amerika Serikat yang mengalami gangguan bipolar, satu persennya menunjukkan tanda-tanda OCD.

Perbedaan antara OCD dan bipolar

perbedaan ocd dan ocpd

Sebelum mengatahui hubungan antara gangguan obsesif kompulsif dan bipolar, Anda wajib memahami dulu apa perbedaan di antara keduanya.

Gangguan bipolar

Bipolar adalah penyakit mental yang membuat pengidapnya mengalami perubahan mood dan energi yang sangat ekstrem. Perubahan ini biasanya jauh lebih parah dibandingkan dengan orang normal lainnya. Oleh karena itu, perubahan ekstremnya cukup mengganggu kehidupan pengidapnya dalam melaksanakan kegiatan harian.

Orang dengan gangguan bipolar biasanya mengalami gejolak emosi yang berubah drastis dari sangat bersemangat menjadi sangat sedih dan lesu. Perubahan ini juga akan berakibat pada pola tidur, aktivitas, hingga perilaku lain yang tak biasa.

Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

OCD adalah gangguan psikologis kronis yang membuat pengidapnya memiliki pikiran atau obsesi dan tindakan yang tak terkendali dan terus ingin dilakukan. Orang yang memiliki penyakit OCD bisanya memiliki pikiran dan rasa takut yang tak diinginkannya.

Hal ini kemudian menimbulkan obsesi untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang sebagai respon terhadap ketakutannya. Misalnya orang yang mengidap OCD bisa mencuci tangan berulang kali hingga tangannya kering dan terluka hanya karena takut ada kuman yang menempel.

Hubungan antara gangguan obsesif kompulsif dan bipolar

gangguan bipolar disorder

Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa sekitar 10-35 persen orang dengan gangguan bipolar juga menderita OCD. Bahkan, sebagian besarnya ternyata mengalami gejala OCD terlebih dahulu dibandingkan dengan gangguan bipolar yang mereka miliki. Para peneliti menganggap hal ini wajar karena OCD menjadi gangguan kecemasan yang paling sering terjadi pada para pengidap bipolar.

Selain itu, ada penelitian lain yang menemukan fakta bahwa orang dengan gangguan bipolar memiliki risiko dua sampai lima kali lebih mungkin untuk terkena gangguan obsesif kompulsif dibandingkan dengan orang yang memiliki depresi.

Jika dilihat secara keseluruhan, orang yang memiliki gangguan bipolar dan OCD secara bersamaan memiliki kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini khususnya terletak pada gangguan panik dan kendali pada dirinya.

Orang dengan gangguan bipolar memiliki beberapa kesamaan gejala dengan OCD. Mereka biasanya mengalami beberapa kondisi seperti perubahan suasana hati, gelisah, serta fobia sosial. Namun, perbedaan utama yang sangat mencolok yaitu orang bipolar tidak melakukan sesuatu secara berulang dan memiliki pikiran yang tak terkendali seperti orang dengan OCD.

Pengobatan untuk orang yang memiliki OCD dan bipolar sekaligus

Gejala OCD Andakah Salah Satunya

Ketika kedua gangguan jiwa ini muncul secara bersamaan, biasanya gejala bipolar cenderung lebih sulit diobati. Pasalnya, orang dengan kedua gangguan ini cenderung lebih sering menyalahgunakan zat baik obat maupun alkohol. Akibatnya, hal ini membuat perawatan menjadi terhambat dan semakin sulit.

Para ahli menyatakan bahwa langkah pertama pengobatan yang perlu dilakukan untuk orang yang mengidap gangguan obsesif kompulsif dan bipolar ini adalah menstabilkan suasana hatinya. Biasanya cara ini dilakukan dengan memberikan obat seperti  lithium dengan antikejang atau antipsikotik atipikal dengan apripiprazole (Abilify).

Selain itu, dokter juga akan jauh lebih berhati-hati saat menggabungkan obat untuk dua kondisi yang muncul secara bersamaan. Pasalnya, kombinasi obat yang salah bisa membuat gejala justru lebih sering muncul dan lebih parah dari biasanya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Penyakit OCD (obsessive compulsive disorder) adalah kelainan psikologis yang memengaruhi pikiran dan perilaku. Simak info lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 5 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

6 Langkah Tepat Menghadapi Pasangan Dengan Bipolar Disorder

Bukan Tidak mungkin hubungan tetap langgeng dan harmonis meski pasangan mengalami bipolar. Begini cara menghadapi pasangan yang mengalami bipolar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 19 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Tanda dan Gejala Hipomania Pada Orang Dengan Gangguan Bipolar

Hipomania adalah salah satu gejala bipolar yang cenderung sulit didiagnosis. Tak sekadar kebahagiaan biasa, cari tahu fakta soal hipomania disini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 20 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, Bipolar Disorder Ternyata Bisa Menurun Dalam Keluarga

Jika Anda lebih sering mendengar penyakit diabetes dan asma yang menurun dalam keluarga. Ternyata, genetik juga bisa menjadi penyebab bipolar disorder, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 18 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan bipolar adalah

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
perfeksionis

Menjadi Seorang Perfeksionis itu Baik atau Buruk, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
gejala bipolar

Membedakan Mania dan Hipomania Pada Orang dengan Gangguan Bipolar

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri bipolar

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit