Mengulik Tanda-tanda Overthinking, Sekaligus Dampak Negatifnya Bagi Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Terjebak pada penyesalan dari masa lalu dan terlalu terpaku pada skenario “bagaimana kalau…” setiap kali hendak memberi keputusan dianggap hal yang biasa. Padahal, pikiran seperti ini memang terlihat biasa, tapi jangan salah, bila Anda sering melakukannya, ini bisa menjadi tanda overthinking.

Sikap seperti ini ternyata bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit mental. Kok bisa? Yuk, pelajari lebih dalam mengenai sikap ini pada ulasan berikut.

Apa itu overthinking dan penyebab yang mendasarinya?

Overthinking adalah istilah yang sering ditujukan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir. Namun jangan keliru menyamakannya dengan pemikir, orang yang bersikap seperti ini sering kali memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan.

Banyak yang keliru bahwa sikap ini diartikan sebagai sikap berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Padahal nyatanya, terlalu sering berpikir berlebihan juga dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan Anda.

Penyebab overthinking tidak diketahui secara pasti. Namun, sikap terlalu banyak berpikir ini biasanya ditunjukkan oleh orang yang mengidap penyakit mental, seperti gangguan kecemasan atau depresi.

Gangguan kecemasan sendiri adalah kondisi yang menyebabkan seseorang merasa terus khawatir dan takut berlebihan dalam menghadapi berbagai situasu sehari-hari. Sementara depresi adalah gangguan suasana hati yang membuat seseorang terus merasa sedih dan kehilangan minat.

Tanda-tanda Anda adalah orang yang overthinking

stres menangani kabar buruk

Orang yang terlalu banyak berpikir umumnya tidak menyadari jika mereka memiliki sikap ini. Oleh karena itu, untuk menyadarinya mereka perlu mengenali apa saja tanda-tanda dari sikap overthinking. Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu.

1. Saat menghadapi masalah, tidak fokus untuk mencari solusinya

Masalah akan selesai jika Anda dapat menemukan jalan keluar untuk meringankan beban yang dihadapi. Sayangnya, pada orang yang banyak berpikir, mereka tidak fokus untuk  mencari cara yang dapat mengatasi masalah tersebut.

Sebaliknya, mereka malah terfokus dengan masalah itu sendiri dan memungkinkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu.

2. Merenungkan hal yang sama berulang-ulang

Berpikir repetitif atau merenungkan hal yang sama berulang kali adalah salah satu tanda dari overthinking. 

Pikiran berulang ini lebih cenderung pada masalah, kesalahan yang dilakukan, atau kekurangan yang dimiliki. Akibatnya, Anda mungkin mendapati diri membayangkan sesuatu yang buruk terjadi berkali-kali.

3. Rasa cemas buat Anda susah tidur nyenyak

Merenungkan hal yang sama berulang kali bisa menimbulkan kecemasan dan membuat otak Anda terus aktif. Jadi, ketika menjelang tidur, pikiran Anda tidak bisa tenang dan akhirnya membuat Anda susah untuk memejamkan mata.

4. Anda sering kali kesulitan membuat keputusan

Terburu-buru mengambil keputusan memang harus dihindari agar tidak salah langkah. Namun, bukan berarti Anda harus bersikap overthinking.

Pasalnya, orang yang kebanyakan berpikir ini terlalu fokus menganalisis masalah. Akibatnya, pengambilan keputusan akan semakin sulit dilakukan, terlebih juga membuang waktu.

5. Menyalahkan diri saat salah ambil keputusan

Tanda lain yang menunjukkan bahwa Anda adalah orang overthinking, yakni sulit sekali move on dari keputusan yang Anda buat. Terutama, jika keputusan yang diambil tidak tepat alias salah langkah.

Bukannya beranjak dan belajar dari kesalahan tersebut, Anda malah sibuk memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi jika Anda tidak salah dalam mengambil keputusan. Biasanya, orang dengan sikap seperti ini, cenderung menyalahkan diri sendiri terus-menerus.

Dampak overthinking pada kesehatan tubuh

stres kerja menyebabkan stroke

Sikap berhati-hati memang perlu, tapi jika sudah overthinking, Anda harus bisa mengerem diri untuk mengendalikan diri dari kebiasaan ini. Pasalnya, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda.

Berikut ini adalah berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi jika Anda terlalu banyak berpikir:

Stres

Salah satu dampak buruk dari overthinking adalah stres. Ini dikarenakan otak  menjadi sibuk memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu secara berlebihan sehingga tekanan psikologis menjadi lebih besar.

Alhasil, sistem saraf pusat dalam tubuh akan mengirim sinyal ke kelenjar adrenal dan melepas hormon stres dalam jumlah banyak.  Efek stres ini, mungkin akan membuat Anda mengalami akan mengalami sakit kepala, mual, konsentrasi terganggu, detak jantung meningkat, dan napas tergesa-gesa.

Menyebabkan gangguan mental atau memperparah gejalanya

Jika Anda mengalami stres dan terus overthinking, risiko terjadinya penyakit mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan serangan panik akan semakin tinggi.

Pada orang yang sudah memiliki penyakit mental, berpikir berlebihan pada hal-hal yang sebenarnya tidak perlu bisa memperparah gejalanya. Hal ini bisa mempersulit pengobatan dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Meningkatkan berbagai risiko penyakit lainnya

Dilansir dari situs Cleveland Clinic, risiko penyakit jantung bisa meningkat karena stres berkepanjangan, yang salah satunya mungkin dipicu oleh sikap overthinking.

Di samping itu, stres juga bisa memicu perilaku kompulsif untuk menghilangkan stres. Ini mungkin bisa menyebabkan kecanduan alkohol atau penggunaan obat-obatan terlarang.

Alih-alih menghilangkan stres dan mengembalikan tubuh ke keadaan rileks, perilaku kompulsif ini cenderung membuat tubuh dalam keadaan stres dan menimbulkan lebih banyak masalah kesehatan.

Lantas, bagaimana mengatasi overthinking?

cara menghilangkan stres

Sikap berpikir berlebihan harus Anda cegah, caranya dengan mencari tahu apa pemicunya. Sebab beberapa orang mungkin cenderung bersikap overthinking pada masalah tertentu. Dengan mengetahui pemicunya, Anda akan jadi lebih waspada untuk mengontrol diri.

Cobalah untuk melepaskan pemikiran yang membuat Anda jadi cemas. Kuncinya, tetap mengamati dan mengevaluasi masalah, tapi pikirkan juga solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Jangan hanya terpaku pada masalah saja.

Kemudian, jangan berlarut dalam penyesalan ketika Anda salah mengambil keputusan. Akan tetapi, belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulanginya di kemudian hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Kulit terasa gatal tiba-tiba, padahal tidak digigit serangga atau alergi? Cari tahu segala informasi seputar gatal pada kulit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Terlalu Sering Mengecek Handphone Bisa Bikin Stres

Sering mengecek handphone untuk "kepoin" seseorang? Hati-hati, Anda bisa jadi rentan stres karena hal ini, lho! Kok bisa? Cari tahu di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengatasi Stres Dengan Terapi Warna

Bahkan sebelum maraknya tren buku mewarnai untuk orang dewasa, terapi warna sudah lama jadi pilihan pengobatan alternatif. Apa saja manfaatnya?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Sedang berada di tempat umum, tiba-tiba keluar air mani? Padahal Anda tidak sedang bergairah atau berpikiran mesum. Nah, ini dia penjelasan dari para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
gangguan kecemasan anxiety disorder

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
susah tidur malam meski badan capek

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit