backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Ciri-Ciri Orang Koleris, Kelebihan, dan Kekurangannya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 02/06/2023

Ciri-Ciri Orang Koleris, Kelebihan, dan Kekurangannya

Seseorang yang termasuk ke dalam tipe kepribadian koleris dikenal sebagai orang yang cocok untuk menjadi seorang pemimpin. Apakah hal ini benar? Simak lebih lanjut mengenai ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan kepribadian koleris di bawah ini.

Apa itu koleris?

Koleris adalah salah satu dan empat tipe kepribadian manusia menurut perangai dan wataknya. Adaupun, ketiga tipe kepribadian lainnya meliputi sanguinis, plegmatis, dan melankolis.

Orang dengan kepribadian koleris dianggap sebagai orang yang ambisius. Mereka suka menjadi pemimpin serta cenderung suka mengatur atau membuat aturan.

Selain itu, mereka juga bersikap kompetitif, perfeksionis, mandiri, dan sangat bangga terhadap dirinya. Oleh sebab itu, koleris sangat berdedikasi dengan apa pun yang dilakukannya.

Meski cocok sebagai pemimpin, seorang koleris tidak terlalu mampu menerima kritik dan saran. Akibatnya mereka mudah tersinggung bila ada orang lain yang berbeda pendapat.

Mereka bahkan tidak segan untuk mengonfrontasi hingga mempermalukan orang yang berani memberikan kritik sekalipun hal ini membangun dan membuatnya lebih baik.

Ciri-ciri orang dengan tipe kepribadian koleris

pengaruh kepemimpinan kecemasan COVID-19

Kepribadian koleris ditandai oleh kecenderungan untuk aktif, mendominasi, serta terkadang mudah marah.

Berikut ini merupakan beberapa karakter atau ciri-ciri dari seseorang dengan tipe kepribadian koleris yang perlu Anda ketahui.

1. Mudah tersinggung dan marah

Orang dengan kepribadian koleris pada umumnya mudah terpancing emosi dan akan langsung bereaksi dengan cepat, misalnya terhadap kritik dan saran yang mereka terima.

Jika hal tersebut bertentangan dengan apa yang dipahaminya, ia pun cenderung mudah marah.

2. Sangat kompetitif

Secara umum, tipe kepribadian ini cenderung memiliki dorongan yang kuat untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal di atas orang-orang pada umumnya.

Mereka akan bersikap sangat kompetitif dan ambisius untuk dapat mencapai kesuksesan atau prestasi yang diinginkannya.

3. Pemimpin alamiah

Seseorang dengan tipe kepribadian ini cenderung memiliki inisiatif yang tinggi dan kemampuan alami untuk menjadi seorang pemimpin dalam kelompoknya. 

Mereka memiliki dorongan untuk mengambil kendali dalam kelompok dan dapat mengarahkan anggotanya untuk menuju tujuan yang ditetapkan.

4. Keinginan kuat untuk mengontrol

Salah satu ciri utama kepribadian koleris adalah suka mengendalikan situasi. Mereka biasanya memiliki kecenderungan untuk mampu mengontrol lingkungan sekitarnya.

Keinginan mengontrol ini juga bisa dibarengi dengan kemampuan pengambilan keputusan yang cepat. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan mereka dengan tipe kepribadian plegmatis.

5. Berorientasi pada tujuan

Koleris merupakan tipe kepribadian yang sangat fokus pada tugas dan hasil yang ingin dicapai. Hal ini terkadang membuat mereka menjadi seorang yang perfeksionis.

Mereka memiliki kemampuan organisasi yang baik untuk mengatur anggota timnya. Selain itu, mereka juga berkeinginan kuat untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

6. Ekstrover

Sama halnya dengan seorang sanguinis, orang dengan tipe kepribadian koleris juga cenderung lebih nyaman saat dikelilingi dan berinteraksi dengan banyak orang.

Orang dengan kepribadian ekstrover umumnya ditandai dengan karakteristik senang berbicara, tegas, dan selalu penuh dengan energi.

Pekerjaan apa yang cocok untuk tipe kepribadian koleris?

Berdasarkan ciri-ciri di atas, seseorang dengan tipe kepribadian koleris cocok untuk pekerjaan dengan ritme yang cepat, misalnya manajer dan pebisnis. Mereka yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi juga cocok bekerja sebagai teknisi, pekerja statistik, dan programmer.

Kelebihan dari tipe kepribadian koleris

tips membicarakan topik berat

Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang dianggap sebagai kelebihan dari seorang koleris.

1. Jiwa kepemimpinan yang tinggi

Dikutip dari laman University of Hawai’i Pressbooks, orang dengan kepribadian koleris sangat bersemangat dalam melakukan hal yang disukainya.

Sebagai seseorang dengan jiwa kepemimpinan tinggi, mereka tentu berani untuk melakukan suatu perubahan besar bila memang dibutuhkan.

Mereka juga dapat mengambil keputusan secara tepat, misalnya mendelegasikan pekerjaan kepada orang yang benar-benar mampu mengerjakannya dengan baik. 

Bahkan, mereka tidak segan untuk turut membantu mengajarkan bawahannya agar mampu mengikuti jejak kesuksesannya.

2. Optimis dan percaya diri

Seorang koleris juga sangat optimistis dan percaya diri dengan apa yang sedang dikerjakannya. 

Karena bisa lebih fokus dalam bekerja, mereka mampu merancang cara yang lebih baik untuk meraih tujuannya dan memperoleh hasil yang sempurna.

Saat dihadapkan dengan situasi sulit, mereka tetap bisa berpikir positif. Maka dari itu, mereka dianggap sebagai seorang yang selalu optimistis dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mudah mengambil keputusan

Studi yang dimuat dalam jurnal Information and Software Technology (2019) menemukan orang koleris cenderung mampu mengambil keputusan dengan tegas.

Saat merasa bahwa orang lain mengambil langkah atau keputusan yang salah, mereka tidak akan segan untuk menegur orang tersebut dan meminta untuk memperbaikinya.

Karena cenderung fokus pada hasil, seorang koleris lebih baik membenahi yang salah daripada mendahulukan perasaan orang lain tetapi membiarkan suatu kesalahan terjadi.

Hal ini mungkin saja dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada orang yang tidak terbiasa dengannya.

Kekurangan dari tipe kepribadian koleris

menghadapi orang narsistik

Semua orang dengan tipe kepribadian apa pun pasti memiliki kekurangan. Begitu juga dengan para koleris yang memiliki beberapa kekurangan seperti berikut ini.

1. Manipulatif

Seorang koleris mungkin bersikap manipulatif. Mereka mungkin saja tidak segan menyingkirkan orang lain yang melakukan kesalahan dan berisiko merugikan dirinya.

Contohnya, mereka dapat membuat rekan kerja atau bawahannya merasa terpojokkan hingga membuat orang tersebut memilih untuk resign alias keluar dari tempat kerjanya.

2. Suka memaksa

Mereka yang sangat ambisius mungkin saja memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu di luar batas kemampuannya.

Perilaku ini bisa terlihat sangat menyebalkan di mata orang lain. Pasalnya, mereka seolah tidak memberikan kesempatan bagi orang lain untuk beristirahat sejenak dari rutinitasnya.

Inilah yang membuat koleris cenderung tidak punya toleransi pada gangguan atau kepentingan orang lain. Terkadang, mereka terjebak dalam work-life balance yang kurang baik.

3. Ada kecenderungan sifat narsistik

Orang dengan kepribadian ini terkenal sangat bangga pada dirinya sendiri alias narsis. Namun, bukan berarti mereka pasti mengalami narcissistic personality disorder.

Seorang koleris dapat menganggap dirinya merupakan orang paling berjasa dan berkontribusi besar. Tanpanya, bisa saja pekerjaan tersebut tidak akan berhasil dan mencapai target.

Di samping itu, mereka juga kerap enggan meminta maaf serta yakin tidak pernah membuat kesalahan meskipun pernah melakukannya.

Apabila Anda memang seorang koleris, coba cari tahu bagaimana caara memaksimalkan kelebihan yang Anda miliki dan mengontrol berbagai kekurangan dalam diri sendiri. 

Dengan begitu, Anda tetap bisa menjadi seorang pemimpin yang dikagumi sekaligus mampu membangun hubungan harmonis dengan orang lain.

Kesimpulan

  • Orang dengan kepribadian koleris dikenal sebagai seorang pemimpin karena memiliki sifat ambisius, aktif, dan dominan untuk mengontrol.
  • Sebagai seorang pemimpin, mereka mampu bersikap optimis serta mengambil keputusan dengan tegas.
  • Meski begitu, terkadang mereka bisa memiliki perilaku manipulatif, memaksa orang lain, dan sifat narsistik yang berlebihan.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 02/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan