LSD, Narkotika Berbentuk Prangko yang Sebabkan Halusinasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar atau membaca tentang LSD? LSD merupakan singkatan dari Lysergic acid diethylamide, suatu jenis narkoba yang tergolong dalam halusinogen, yaitu jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan halusinasi bagi penggunanya.

LSD sering dikenal juga dengan sebutan acid. LSD kebanyakan ditemukan dalam bentuk prangko kecil seperti untuk surat, dan konsumsinya dengan cara diletakkan di lidah dalam beberapa menit.

LSD ditemukan pada tahun 1943 oleh Albert Hoffman dari hasil mengolah senyawa ergotamine yang diperoleh dari jamur ergot. Ia kemudian secara tidak sengaja menelan LSD dan merasakan “pengalaman stimulasi yang sangat luar biasa”. Sejak itu, LSD sering disalahgunakan oleh para pengguna obat-obatan terlarang.

Efek penggunaan narkoba LSD

LSD sering disalahgunakan oleh karena efeknya yang dapat menyebabkan perubahan suasana, persepsi, sensasi, dan gambaran yang tidak nyata. Narkoba LSD juga dapat mengubah mood dan orientasi seseorang serta dapat meningkatkan kreativitas.

Efek kerja obat ini berlangsung setelah digunakan 30-60 menit dan tetap dirasakan hingga hampir 12 jam. Efek ini diperoleh karena LSD menyebabkan gangguan interaksi antara sel otak dengan serotonin, suatu hormon di otak yang berpengaruh terhadap mood, persepsi, emosi serta perasaan senang dan euforia.  Karena efek samping ini, para penggunanya sering menggunakan LSD secara berulang-ulang untuk memperoleh reaksi yang serupa.

Selain efek samping di atas, LSD juga sering digunakan untuk meningkatkan kreativitas dalam seni dan literatur. Hal ini dikarenakan LSD sering memicu perubahan emosi, pemikiran, dan identitas yang pada ujungnya dapat mempengaruhi kreativitas seseorang.

Bahaya narkoba LSD terhadap tubuh manusia

Pengguna LSD umumnya merasakan kehilangan nafsu makan, kurang tidur, mulut kering, tremor, dan merasakan perubahan visual. Penggunanya akan terfokus pada warna dengan intensitas tertentu.

Perubahan mood yang signifikan juga sering terjadi, begitu juga dengan gangguan perilaku dan emosi juga dapat terjadi pada pengguna LSD. Gangguan ini sering disebut dengan istilah “bad trip” yaitu gejala cemas, ketakutan, dan panik yang terjadi pada pengguna LSD. Bahkan sentuhan biasa dapat dirasakan secara berlebihan dan menakutkan oleh para penggunanya. Banyak pengguna LSD sering mengalami “bad trip” bahkan beberapa hari dan berminggu-minggu setelah penggunaan LSD.

Selain itu, dapat terjadi pula komplikasi yang disebut ergotism, yaitu gejala yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan nyeri seperti panas pada kaki, hilangnya sensasi pada ujung tangan dan kaki, serta pembengkakan. Ergotism juga dapat berlanjut menjadi nyeri kepala, kejang, dan gangguan saraf lainnya.

Apakah LSD bisa menyebabkan kecanduan?

Penggunaan LSD menyebabkan kecanduan secara psikologis, namun tidak secara fisik. Dalam hal ini, pengguna LSD biasanya menggunakan LSD kembali untuk memperoleh sensasi euphoria atau rasa senang dan sensasi serupa. Selain itu, toleransi terhadap obat ini dapat terjadi sehingga penggunanya akan membutuhkan dosis lebih banyak untuk mencapai sensasi yang serupa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Meski Berbeda, Bisakah Halusinasi dan Delusi Terjadi Secara Bersamaan?

Halusinasi dan delusi biasanya menandakan penyakit yang berbeda, tapi ada pula gangguan psikologis yang menunjukkan keduanya secara bersamaan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 3 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Meresahkan, Ini Fakta Tentang Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia

Tahukah Anda jika semakin hari pengguna narkoba kiuan meningkat di Indonesia? Kondisi ini cukup memprihatinkan. Begini tanda gejala dari pengguna narkoba.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 7 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit

Flakka, Narkoba Murah yang Dampaknya 10 Kali Lipat Lebih Berbahaya dari Kokain

Flakka adalah narkoba baru yang lebih murah dari kokain, tapi efeknya 10 kali lipat lebih berbahaya. Flakka juga sering disebut sebagai "narkoba zombie".

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 1 Maret 2019 . Waktu baca 7 menit

Efek Kokain Terhadap Otak dan Tubuh yang Harus Anda Ketahui

Kokain adalah narkotika yang paling berbahaya karena daya adiktifnya sangat tinggi. Penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 30 Oktober 2018 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kenakalan remaja

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
efek narkoba pada otak

Efek Narkoba Pada Otak: Dari Kebutaan Sampai Kerusakan Saraf

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 27 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
delusi dan halusinasi

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
pecandu narkoba sulit berhenti

Rio Reifan Tertangkap Lagi, Kenapa Pecandu Narkoba Susah Berhenti?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit