LSD, Narkoba Berbentuk Prangko yang Sebabkan Halusinasi

LSD, Narkoba Berbentuk Prangko yang Sebabkan Halusinasi

Pernahkah Anda mendengar atau membaca tentang LSD? Ini merupakan salah satu narkotika yang tersedia dalam bentuk kertas menyerupai prangko. Simak bahaya dan efek penggunaan narkoba ini pada pembahasan berikut.

Apa itu LSD?

LSD atau lysergic acid diethylamide adalah salah satu jenis narkotika yang tergolong dalam halusinogen atau zat-zat yang menyebabkan halusinasi pada penggunanya.

Narkotika ini memiliki banyak sebutan, seperti acid, trip, prangko, atau kertas dewa. Umumnya, LSD ditemukan dalam bentuk prangko atau sobekan kertas kecil.

Penggunanya akan mengonsumsinya dengan cara diletakkan pada lidah selama beberapa menit.

Senyawa lysergic acid diethylamide ditemukan pada 1943 oleh Albert Hoffman dari hasil pengolahan senyawa ergotamine yang diperoleh dari jamur ergot.

Ia secara tidak sengaja menelannya dan merasakan “pengalaman yang luar biasa”. Sejak itu, LSD sering disalahgunakan dan menjadi jenis narkotika yang dilarang peredarannya.

Penggolongan narkotika LSD di Indonesia

Dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, LSD termasuk ke dalam Narkotika Golongan I. Jenis narkotika ini dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan, tetapi masih dapat digunakan secara terbatas untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Efek penggunaan narkoba jenis LSD

narkoba lsd

LSD sering disalahgunakan karena efeknya yang menimbulkan perubahan suasana, persepsi, sensasi, dan gambaran yang tidak nyata.

Narkotika ini juga bisa mengubah mood dan orientasi, serta meningkatkan kreativitas. Efek obat ini berlangsung setelah digunakan selama 30–60 menit dan tetap bisa dirasakan hingga 12 jam.

Senyawa lysergic acid diethylamide menyebabkan gangguan interaksi antara sel otak dengan serotonin, suatu zat kimia otak (neurotransmiter) yang memengaruhi mood, terutama perasaan senang dan euforia.

Karena efek inilah, para pengguna LSD sering memakainya secara berulang-ulang untuk mendapatkan pengalaman yang serupa.

Narkotika ini juga sering digunakan untuk meningkatkan kreativitas. Pasalnya, zat ini memicu perubahan emosi, pemikiran, dan identitas yang mampu memengaruhi kreativitas seseorang.

Bahaya narkoba LSD terhadap tubuh manusia

pengalaman narkoba dan skizofreia

Pengguna narkoba jenis LSD akan merasakan hilangnya nafsu makan, kurang tidur, mulut kering, tremor, dan perubahan visual. Ia akan terfokus pada warna dengan intensitas tertentu.

Perubahan mood secara drastis juga sering terjadi. Begitu juga dengan gangguan perilaku dan emosi yang buruk dapat terjadi pada penggunanya.

Dikutip dari Healthdirect Australia, kondisi yang disebut bad trip akan membuat pengguna mengalami pengalaman buruk. Ini biasa terjadi saat pemakaian pertama kali.

Saat mengalami bad trip, pengguna dapat mengalami kecemasan, panik, dan ketakutan yang ekstrem. Hal ini bahkan bisa memicu perilaku menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

Selain itu, mungkin juga terjadi komplikasi yang disebut ergotism, yakni serangkaian gejala yang muncul akibat penyempitan pembuluh darah.

Kondisi ini bisa menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan, antara lain:

  • peningkatan denyut jantung, tekanan darah, laju pernapasan, dan suhu tubuh;
  • nyeri kepala, kejang, dan gangguan saraf lainnya; hingga
  • gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, dan skizofrenia.

Apakah LSD bisa menyebabkan kecanduan?

Penggunaan narkoba jenis LSD akan menyebabkan kecanduan secara psikologis, tetapi tidak secara fisik.

Dalam hal ini, pengguna biasanya ingin menggunakan zat ini lagi untuk memperoleh euforia, rasa senang, ataupun sensasi serupa dengan intensitas yang lebih besar.

Selain berisiko mengalami toleransi terhadap obat, pengguna juga rentan memakai narkoba ini dalam dosis lebih banyak. Akibatnya, risiko overdosis tentu akan makin meningkat.

Meski memicu gejala sakau LSD, pengguna dapat berhenti memakai zat ini dengan sendirinya.

Sebagian orang yang berhenti memakai zat ini dapat mengalami gejala kilas balik (flashback). Hal ini berupa pengalaman saat menggunakan LSD yang terjadi secara tiba-tiba.

Kilas balik ini bisa terjadi dalam beberapa hari setelah penggunaan atau terkadang lebih dari setahun setelahnya. Hal ini terkadang bisa membuat pengguna ingin memakai LSD lagi.

Apabila Anda atau orang terdekat pernah memakai dan merasakan dampak buruknya, tidak perlu takut untuk konsultasi dengan dokter guna memperoleh penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shroder, T. (2014). The Accidental, Psychedelic Discovery of LSD. The Atlantic. Retrieved 9 September 2022, from https://www.theatlantic.com/health/archive/2014/09/the-accidental-discovery-of-lsd/379564/

Substance use – LSD. MedlinePlus. (2020). Retrieved 9 September 2022, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000795.htm

LSD (acid). Healthdirect Australia. (2021). Retrieved 9 September 2022, from https://www.healthdirect.gov.au/lsd-acid

LSD (Lysergic Acid Diethylamide). Badan Narkotika Nasional. (2019). Retrieved 9 September 2022, from https://dedihumas.bnn.go.id/read/section/informasi-narkoba/2012/04/30/374/lsd-lysergyc-acid-diethylamide

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Indonesia. (2009). Retrieved 9 September 2022, from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38776/uu-no-35-tahun-2009

Müller, F., Kraus, E., Holze, F., Becker, A., Ley, L., Schmid, Y., Vizeli, P., Liechti, M. E., & Borgwardt, S. (2022). Flashback phenomena after administration of LSD and psilocybin in controlled studies with healthy participants. Psychopharmacology, 239(6), 1933–1943. https://doi.org/10.1007/s00213-022-06066-z

Das, S., Barnwal, P., Ramasamy, A., Sen, S., & Mondal, S. (2016). Lysergic acid diethylamide: a drug of ‘use’?. Therapeutic Advances In Psychopharmacology, 6(3), 214-228. https://doi.org/10.1177/2045125316640440

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Oct 20
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa