Pria Ternyata Juga Bisa Stres Setelah Berhubungan Intim, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pria sering kali dianggap memiliki gairah seksual yang besar, selalu ingin berhubungan intim, dan lebih menikmati kegiatan seksual dibandingkan wanita. Padahal, pria juga bisa mengalami stres setelah berhubungan intim atau post-coital dysphoria. Alih-alih merasa bahagia, hubungan intim justru menimbulkan emosi negatif yang membekas.

Mengenal fenomena stres setelah berhubungan intim pada pria

dampak stres pada hubungan asmara

Post-coital dysphoria (PCD) ditandai dengan timbulnya perasaan sedih, stres, frustrasi, atau bahkan depresi usai berhubungan intim. Kondisi ini dapat terjadi sekalipun Anda melakukan hubungan intim bersama pasangan dengan persetujuan (consent).

Hubungan intim memang bisa membuat seseorang menjadi emosional, tapi banyak orang menganggap hal ini hanya terjadi pada wanita. Pria dianggap selalu menikmati seks sehingga tak banyak yang menyadari bahwa mereka pun bisa mengalami PCD.

Sejumlah peneliti di Queensland University of Technology, Australia, melakukan survei yang melibatkan lebih dari 1.200 pria dari sejumlah negara. Survei ini bertujuan untuk mengetahui persentase pria yang mengalami PCD dengan menilai gejalanya, seperti munculnya rasa sedih, tidak puas, terganggu, dan stres setelah berhubungan intim.

Hasilnya, sebanyak 41 persen responden mengaku mengalami PCD. Sebanyak 20 persen di antaranya mengalami PCD dalam sebulan terakhir, dan sekitar 4 persen dari total responden mengaku hampir selalu mengalami PCD setiap kali berhubungan intim.

Para responden mengalami emosi negatif yang berbeda-beda. Beberapa pria merasa tidak suka disentuh, ingin menyendiri, serta ingin segera pergi usai berhubungan intim. Ada pula yang merasa hampa atau menganggap ada yang salah dengan dirinya.

Hubungan intim yang penuh kasih sayang sebenarnya bermanfaat bagi kesehatan fisik dan emosional. Namun, pada pria yang mengalami PCD, stres dan perasaan negatif setelah berhubungan intim justru membuat kegiatan ini tidak lagi terasa menyenangkan.

Penyebab stres usai berhubungan intim pada pria

efek trauma

Penyebab post-coital dysphoria belum diketahui secara pasti, mengingat belum banyak penelitian yang membahas tentang fenomena ini. Kendati demikian, para ahli menduga PCD berkaitan dengan perubahan hormon, kondisi emosional, dan stigma tentang seks.

1. Perubahan hormon

Beberapa ahli menduga bahwa PCD mungkin berkaitan dengan meningkatnya hormon dopamin, oksitosin, dan endorfin saat melakukan kegiatan seksual. Ketiganya adalah hormon yang memberikan rasa rileks dan mengurangi stres setelah berhubungan intim.

Untuk mengimbangi dopamin, oksitosin, dan endorfin yang tinggi, tubuh memproduksi hormon prolaktin. Meningkatnya prolaktin membuat ketiga hormon tersebut menurun secara drastis. Akibatnya, Anda merasakan emosi negatif yang menjadi awal dari PCD.

2. Kondisi emosional dan trauma

Jika Anda pernah mengalami trauma terkait hubungan seks, kegiatan ini mungkin dapat menimbulkan emosi negatif di kemudian hari. Hubungan seks yang seharusnya menimbulkan perasaan baik, justru akan mengingatkan Anda pada trauma.

Selain trauma, pengalaman buruk atau memalukan terkait seks juga bisa menyebabkan stres setelah berhubungan intim. Terapi dengan psikolog akan membantu Anda dalam menggali akar masalahnya sehingga kegiatan seksual tidak lagi tampak mengerikan.

3. Stigma negatif tentang seks

Seks adalah bagian yang normal dalam hubungan asmara. Namun, tidak sedikit orang yang menilai seks tabu karena lingkungannya mengajarkan demikian. Mereka akhirnya menganggap hubungan intim sebagai sesuatu yang kotor dan memalukan.

Stigma seperti ini sangat sulit dihilangkan, bahkan ketika seorang pria sudah dewasa dan berusaha tidak memercayainya. Dampaknya, hubungan intim malah menimbulkan emosi negatif dan perasaan bersalah.

Stres setelah berhubungan intim tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga pria. Kondisi ini bahkan cukup umum terjadi pada pria, hanya saja tidak banyak terungkap karena pria lebih jarang mengutarakan perasaannya dibandingkan wanita.

Emosi yang Anda alami sebetulnya tidak perlu ditangani secara serius selama tidak menurunkan kualitas hubungan seksual secara keseluruhan. Namun, jika Anda mulai terganggu, cobalah berkonsultasi dengan psikolog untuk menentukan solusinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lama Tidak Berhubungan Intim, Apa Saja Efeknya Bagi Tubuh?

Bagi beberapa pasangan yang karena satu dan lain hal sudah lama tidak berhubungan intim, ketahui apa saja efeknya bagi tubuh dalam penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Seksual, Tips Seks 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Banyak yang mengira bahwa air mani pria dan sperma adalah dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Ini faktanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

7 Trik Ampuh Buat Istri Bantu Suami Lebih Tahan Lama di Ranjang

Siapa yang tidak ingin suami tahan lama di ranjang. Sayangnya, tidak semuanya bisa begitu. Anda bisa membantu suami bercinta lebih lama dengan tips ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Konten Bersponsor
tahan lama di ranjang
Kesehatan Seksual, Penyakit Menular Seksual 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kondom Wanita Juga Efektif Cegah Kehamilan, Ini Cara Memakainya

Terbuat dari karet sintetis, kondom wanita mirip dengan yang biasa digunakan pria, tetapi dipasang di dalam vagina. Apakah sama efektifnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 12 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhubungan saat pakai IUD

Keluar Darah Saat Berhubungan Seks Selama Pakai KB Spiral, Apakah Wajar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
hubungan intim di malam hari

3 Manfaat Berhubungan Seks Sebelum Tidur di Malam Hari

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
squirt

Mengulas Squirting, Ejakulasi Wanita Saat Seks dan Cara Mencapainya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 20 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit