home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Normalkah Menangis Setelah Seks? Apa Artinya?

Normalkah Menangis Setelah Seks? Apa Artinya?

Apa yang ada di pikiran Anda ketika membayangkan seks bersama pasangan? Tentu suasana yang mesra, romantis, dan membahagiakan, bukan? Namun bagi sebagian orang, seks justru bisa bikin sendu hingga menangis. Apakah ada yang salah dengan orang yang menangis setelah seks? Intip jawabannya di bawah ini.

Apakah normal kalau menangis setelah seks?

Menangis setelah berhubungan seks atau mencapai orgasme (tanpa seks) adalah hal yang wajar dan normal. Bahkan, kondisi ini bisa dibilang cukup umum. Sudah ada banyak survei yang membuktikan Anda bukan satu-satunya orang yang menangis setelah seks. Sebuah penelitian terbaru dalam jurnal Sexual Medicine melaporkan 46% orang merasa sedih atau sendu sampai menangis sehabis beradu cinta. Menurut survei dalam International Journal of Sexual Health pada 2011, sepertiga peserta survei online tersebut menangis setelah seks, bahkan kalau seksnya memuaskan.

Baik pria maupun wanita sama-sama berpeluang mengalami perasaan tersebut setelah bercinta. Namun, dari berbagai survei yang dihimpun, wanita lebih sering mengungkapkan perasaan tersebut lewat tangisan.

Mengapa ada orang yang menangis setelah seks?

Dalam bahasa medis, menangis setelah seks disebut dengan istilah postcoital dysphoria. Para peneliti percaya bahwa ada beberapa alasan mengapa orang bisa menangis setelah bercinta. Ini dia alasan-alasannya.

Reaksi biologis

Ketika berhubungan seks, tubuh akan memproduksi beragam jenis hormon dalam jumlah yang cukup besar. Perubahan hormon ini memengaruhi bagian otak yang mengatur reaksi emosional, misalnya menangis. Pada setiap orang, reaksi yang ditunjukkan bisa berbeda-beda. Jika Anda adalah orang yang mudah tersentuh atau menangis, besar kemungkinan reaksi emosional Anda setelah bercinta adalah menangis.

Merasa bersalah

Peneliti melihat pola bahwa banyak orang, khususnya wanita, merasa bersalah melakukan seks. Pasalnya, dalam masyarakat seks sering dipandang sebagai suatu hal yang tabu, kotor, atau tidak pantas. Wanita juga sering mendapat tuntutan untuk menekan seksualitas atau nafsu alaminya. Maka, ketika wanita menikmati seks apalagi hingga mencapai klimaks, mereka justru merasa malu dan bersalah.

Trauma

Beberapa orang menangis setelah seks karena memiliki trauma tertentu. Misalnya, wanita yang pernah keguguran jadi takut berhubungan seks. Atau pada kasus lain, korban kekerasan seksual bisa tiba-tiba mengingat kejadian yang pernah menimpanya setiap kali ia berhubungan seks, meskipun dengan orang yang dicintainya.

Emosi yang meluap-luap

Seks adalah suatu bentuk ikatan, kepercayaan, dan keintiman. Maka, untuk orang-orang yang perasaannya peka, bercinta bisa membuat emosinya meluap-luap. Entah itu karena ia merasa rapuh, takut kehilangan, atau takut membuka dirinya bagi orang lain.

Yang bisa dilakukan kalau Anda menangis setelah bercinta

Kalau Anda menangis setelah seks, berhenti dulu dan minta waktu pada pasangan. Anda tak perlu langsung menjelaskan sebabnya, karena Anda sendiri mungkin tidak tahu mengapa Anda menangis. Tarik napas dalam dan minum air putih untuk menenangkan diri.

Kalau Anda masih ingin melanjutkan, katakan pada pasangan bahwa Anda tidak keberatan. Namun, kalau Anda sudah hilang mood, jangan memaksakan diri. Jelaskan secukupnya pada pasangan bahwa Anda menangis bukan karena ia melakukan kesalahan atau hal yang tidak Anda sukai. Dengan begitu, pasangan Anda pun bisa jadi lebih tenang.

Ingat, tak ada yang salah dengan menangis setelah bercinta. Kecuali jika Anda berhubungan seks di luar persetujuan dan keinginan Anda. Namun, jika Anda dan pasangan sama-sama menghendakinya, tak perlu malu kalau menangis setelah seks.

Menghadapi pasangan yang menangis setelah seks

Jika pasangan Anda menangis setelah seks, berhenti dulu dan biarkan pasangan menata emosinya. Setelah tampak lebih tenang, tanyakan, “Kok kamu menangis? Ada apa?”. Jangan terlalu mencecar atau menginterogasi. Kalau ia belum bisa menjawab, biarkan saja. Anda bisa menanyakan lagi hal ini pada kesempatan lain. Misalnya ketika Anda dan pasangan sedang menonton televisi bersama keesokan harinya.

Supaya pasangan tahu bahwa Anda tidak menganggapnya aneh, Anda bisa memeluk atau memijat bahunya. Namun, kalau pasangan justru menghindar, coba tanyakan, “Kamu lagi ingin sendiri dulu?”. Jika ia memang sedang ingin ditinggal, menjauhlah untuk sementara waktu. Pasangan Anda butuh waktu untuk memahami apa yang ia rasakan dan mengapa ia menangis setelah seks dengan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is Crying After Sex Normal? http://www.shape.com/lifestyle/sex-and-love/crying-after-sex-normal Diakses pada 26 Januari 2017.

What It Means If She Cries After Sex. http://www.menshealth.com/sex-women/postcoital-dysphoria Diakses pada 26 Januari 2017.

Crying after sex: Men and women do it and there’s nothing to be ashamed of.  http://www.telegraph.co.uk/women/sex/crying-after-sex-men-and-women-do-it-and-theres-nothing-to-be-as/ Diakses pada 26 Januari 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 01/02/2017
x