home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Hampir selalu ada saja masalah yang didebatkan menjelang pernikahan. Perdebatan ini tak jarang menguras energi dan membuat otak yang sudah penuh jadi hampir meledak. Memang, apa saja masalah yang kerap datang menjelang pernikahan?

Daftar masalah yang kerap datang menjelang pernikahan

komunikasi dalam pernikahan

Pernikahan adalah salah satu perayaan besar dalam hidup. Ini karena pernikahan bukan hanya melibatkan Anda dan pasangan tetapi juga kedua belah pihak keluarga.

Menjelang pernikahan, ada banyak sekali hal-hal besar dan kecil yang perlu diurus sehingga tenaga dan pikiran perlu dicurahkan secara maksimal. Namun Anda dan pasangan perlu tetap saling menguatkan karena biasanya ada berbagai masalah yang kerap jadi perdebatan menjelang pernikahan:

1. Campur tangan keluarga

Sejak awal perencanaan, pernikahan selalu melibatkan keluarga. Hal ini membuat campur tangan keluarga kerap sulit dihindari sehingga sering menjadi sumber masalah. Padahal niatnya memang Anda dan pasanganlah yang merencanakan.

Misalnya, Anda dan pasangan sudah memilih dekorasi yang sesuai impian bertema modern. Namun tiba-tiba di tengah jalan, orang tua Anda atau calon mertua bersikukuh menginginkan tema tradisional dan adat.

Jika kedua belah pihak sama-sama keras dan tetap pada keinginannya, perdebatan tak bisa dihindarkan. Apalagi jika pasangan misalnya mengiyakan keinginanan orang tuanya tanpa konfirmasi terlebih dahulu pada Anda.

Sebenarnya perselisihan ini bisa dihindari asal Anda, pasangan, dan orangtua menanggapinya dengan kepala dingin. Sebagai jalan tengah, tidak ada salahnya mengakomodir keinginan kedua belah pihak.

Anda dan pasangan bisa mengalah dengan menggunakan tema adat pada akad nikah atau pemberkatan dan tema modern pada resepsi. Dengan begitu, perdebatan dengan keluarga bisa diminimalisir dan kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.

2. Biaya pernikahan

Uang selalu menjadi hal yang sangat sensitif untuk dibicarakan termasuk menjelang pernikahan. Pernikahan terutama yang disertai dengan resepsi menguras kocek yang tak sedikit. Apalagi jika tiba-tiba ada banyak hal-hal tambahan yang harus dibayarkan dan melebihi anggaran yang sudah direncanakan.

Biasanya, salah satu masalah yang sering kali jadi perdebatan menjelang pernikahan yaitu perbedaan pandangan tentang biaya pernikahan. Artinya, siapa yang harus mengeluarkan uang dan pembagian anggaran dua keluarga.

Sebenarnya, masalah ini bisa dicegah jika sedari awal Anda dan pasangan sudah menyepakati jumlah anggaran dan pembagiannya. Bisa saja dari awal Anda dan pasangan sudah menyepakati bahwa keluarga perempuan misalnya hanya membayarkan uang gedung dan katering. Sementara pihak laki-laki membayar kebutuhan lain di luar kedua hal tersebut.

Adil atau tidaknya pembagian ini semuanya didasarkan pada kesepakatan Anda dan orangtua. Dengan begitu, risiko munculnya perdebatan masalah finansial bisa dihindari.

3. Membahas masa lalu

Persiapan yang melelahkan ditambah tanggung jawab pekerjaan yang tak mudah kerap membuat gesekan di antara pasangan menjelang pernikahan.

Rasa lelah, pikiran yang mumet, dan sikap pasangan yang tak sesuai harapan kerap memantik api kemarahan. Ketika sudah marah, semua hal bisa terbahas dari mulai yang sepele seperti lama membalas chat sampai masalah masa lalu.

Masalah masa lalu terutama yang sangat membekas seperti perselingkuhan sangat rentan memicu kekesalan menjelang pernikahan.

Menjelang pernikahan, kesalahan yang sangat kecil sekali pun bisa memicu rasa tidak percaya yang akan dikait-kaitkan pada riwayat perselingkuhan pasangan. Jika sudah begini, amarah sering kali tak terkendali dan merusak mood Anda untuk mengurus pernikahan yang tinggal sebentar lagi.

Lantas bagaimana mengatasinya? Komunikasikan apa pun yang Anda rasa secara terbuka pada pasangan. Jika ada yang dicurigai, tanyakan baik-baik pada pasangan dan asal tuduh.

4. Ekspektasi terlalu tinggi

Anda dan pasangan pasti punya mimpi dan standar tersendiri untuk merancang sebuah pesta pernikahan yang menyenangkan. Namun, tak jarang harapan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ini yang akhirnya sering masalah dengan pasangan menjelang pernikahan.

Misal, ekspektasi Anda yaitu pasangan akan selalu siap sedia mengurus semua kebutuhan pernikahan baik di hari kerja maupun libur. Namun kenyataannya, di hari libur pasangan justru memilih untuk tidur seharian di rumah ketimbang mengiyakan ajakan Anda ke pameran pernikahan.

Karena Anda sangat ingin mendatangi pameran tersebut dengan harapan mendapatkan vendor yang cocok, Anda kemudian marah pada pasangan. Di lain sisi, pasangan merasa ingin lepas sejenak dari urusan pernikahan dan meminta Anda untuk pergi dengan teman saja. Akhirnya, perdebatan tak bisa dihindarkan.

Hal-hal seperti ini sebenarnya bisa dihindari dengan membuat kesepakatan terlebih dahulu dari jauh-jauh jari. Misal “Hari Sabtu nanti kita datang ke pameran pernikahan ya. Nanti minggu aku gak akan ganggu istirahat kamu deh.”

Katakan juga pada pasangan bahwa mendatangi pameran pernikahan bisa sangat menghemat anggaran karena ada banyak diskon yang ditawarkan. Ketika mengajaknya secara baik-baik dan memberikan alasan yang logis mengapa harus datang ke pameran tersebut, pasangan Anda tak akan sampai hati menolaknya.

Ribut bukan akhir dari segalanya

Jangan langsung ketakutan dan berpikir negatif dulu jika Anda dan pasangan jadi sering ribut menjelang hari-H. Menurut Shauna Springer, Ph.D., berdebat sebelum menikah itu baik asalkan bisa bersama-sama mencari solusinya.

Jadi, jangan stres ketika ada masalah-masalah yang diperdebatkan menjelang pernikahan. Nikmati saja prosesnya dan anggap ini pembelajaran untuk bisa menyelesaikan konflik tanpa melemahkan ikatan Anda berdua.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

6 Arguments Couples Always Have Right Before Their Wedding https://www.huffpost.com/entry/arguments-couples-have-before-wedding_n_5aa83582e4b018e2f1c264c8 accessed October 30th 2019

Fighting Before Marriage is a Good Thing https://psychologytoday.com/us/blog/the-joint-adventures-well-educated-couples/201209/fighting-marriage-is-good-thing accessed October 30th 2019

How to Avoid This “Inevitable” Wedding Planning Fights https://www.huffpost.com/entry/how-to-avoid-those-inevitable-wedding-planning-fights_b_581a1249e4b0cee6c6d130b6 accessed October 30th 2019

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 05/11/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x