Kenapa Banyak Orang Rela Berubah Demi Pasangannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat sedang dimabuk cinta, dunia rasanya hanya milik berdua. Karena itu menyenangkan pasangan kerap jadi prioritas utama termasuk rela mengubah diri menjadi seperti yang diminta oleh kekasih. Mengubah penampilan atau sikap memang boleh-boleh saja tetapi sebaiknya tidak karena pasangan. Pasalnya, apa yang pasangan Anda minta belum tentu yang terbaik untuk Anda. Lantas, mengapa banyak orang rela berubah demi pasangan?

Kenapa banyak orang berubah demi pasangan?

menyemangati pasangan ketika diet

Dibandingkan dengan pria, Rebekah Montgomery, PhD, seorang psikolog hubungan di Washington DC, menyatakan wanita cenderung lebih sering mengubah diri mereka sendiri demi pasangannya.

Rebekah berujar, wanita biasanya merasa memiliki tanggung jawab lebih saat menjalani hubungan. Hal itulah yang kemudian membuat ia merasa perlu beradaptasi dengan pasangannya atau lebih fleksibel.

Keinginan untuk menjadi pacar atau istri yang baik membuatnya berusaha untuk mengubah dirinya agar diterima dan dicintai. Padahal mungkin Anda sendiri kurang sreg dengan perubahan ini,

Menurut Eli Finkel, Ph.D., seorang profesor psikologi di Northwestern University, Chicago, setiap orang di dalam hidup kita punya pengaruhnya tersendiri. Nah, pasangan merupakan salah satu orang yang punya pengaruh sangat kuat dalam kehidupan seseorang. Pengaruh ini bisa berefek baik bisa juga buruk, tergantung pasangan Anda.

Ketika seseorang berusaha berubah demi pasangan, bisa jadi ia ingin mendekati sosok ideal yang diharapkan pasangannya. Dengan begitu diharapkan bahwa pasangannya akan terus mencintainya dan tak berpaling pada orang lain.

Perasaan insecure semacam inilah yang kemudian membuat seseorang rela mengubah dirinya menjadi apa pun seperti yang diharapkan pasangannya.

Dilansir dari laman Doquesne University, kondisi ini dinamakan efek Pygmalion. Jelasnya, efek Pygmalion adalah ketika seseorang berusaha bertindak sesuai dengan yang diharapkan orang lain, dengan harapan orang lain ini melakukan hal serupa. Dalam hal ini, artinya Anda berubah menjadi seperti yang diharapkan pasangan.

Apa yang harus dilakukan jika pasangan terus meminta untuk berubah?

Berbicara dengan pasangan tentang ketemuan sama mantan

Mencintai pasangan tentu sah-sah saja tetapi jangan lupa mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri bisa dilakukan dengan tidak melakukan apa pun yang bertentangan dengan kata hati. Salah satunya tidak berubah hanya demi pasangan padahal Anda tidak menginginkannya.

Misal, pasangan sering mengatakan bahwa Anda perlu diet karena terlalu gemuk. Karena penasaran Anda menghitung indeks massa tubuh di kalkulator BMI. Ternyata hasil menunjukkan bahwa berat badan Anda masih masuk kategori normal, bukan obesitas.

Artinya mungkin saja pasangan Anda memang memiliki standar tinggi dalam melihat tubuh pasangan. Bisa saja ia memang ingin memiliki pacar atau istri dengan tubuh bak supermodel.

Jika Anda memang keberatan untuk melakukan diet seperti yang diminta pasangan, coba ajak ia bicara baik-baik. Utarakan semua isi hati Anda mengenai permintaan-permintaan pasangan yang memberatkan Anda.

Jika pasangan memang menghargai Anda, ia tentu akan paham dan meminta maaf atas sikapnya selama ini. Namun jika ia tersinggung dan marah, ada baiknya untuk memikirkan kembali kelanjutan hubungan Anda dan pasangan.

Kalaupun Anda memang ingin berubah, berubahlah karena diri sendiri bukan demi pasangan. Pasalnya, apa yang ideal menurut pasangan belum tentu baik untuk Anda dan hubungan ke depannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Skrining Penyakit Menular Seksual: Siapa yang Perlu dan Apa Saja Jenis Tesnya?

Jika tidak dideteksi dari skrining, infeksi menular seksual bisa menyebabkan ketidaksuburan, bahkan kanker. Siapa saja yang harus menjalani tes ini?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Sebelum Membeli, Kenali 11 Jenis Kondom dan Plus Minusnya

Sebelum memilih dan membeli, Anda tentu harus tahu apa saja jenis kondom yang tersedia di pasaran. Simak penjelasan lengkapnya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Laki-laki yang Hobi Selingkuh Ternyata Punya IQ Rendah

Penelitian menunjukkan bahwa suami yang suka selingkuh punya IQ yang lebih “jongkok” daripada pria lainnya. Apa hubungannya antara kecerdasan dan kesetiaan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

12 Posisi Seks Menantang yang Bisa Anda Coba Malam Ini

Mencoba posisi seks baru yang menantang bisa memanaskan kembali gairah dengan pasangan, mencegah rasa jenuh dalam pernikahan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 8 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab sperma cair dan encer

5 Penyebab Sperma Encer dan Cair, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
break pacaran

Break Pacaran Ternyata Bermanfaat, Asal Anda Mengikuti 3 Syarat Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pasangan perfeksionis

Punya Pasangan Perfeksionis Bisa Bikin Hubungan Jadi Kurang Harmonis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit