backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

4

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Penyebab Sifat Tempramental dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 13/06/2023

Penyebab Sifat Tempramental dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang sangat sensitif sehingga mudah marah atau bahkan sampai melakukan kekerasan saat emosi? Orang-orang yang sering menunjukkan sikap seperti ini kerap disebut tempramental.

Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan tempramental? Apakah ada cara untuk mengatasinya? Simak ulasan berikut!

Apa itu tempramental?

Temperamen adalah kepribadian yang akan menentukan bagaimana seseorang memberikan respons terhadap berbagai hal yang terjadi dalam hidup.

Temperamen masing-masing orang bisa berbeda. Ada yang tenang, ada yang sensitif dan mudah menangis, dan ada pula yang mudah sekali marah.

Orang yang mudah marah inilah yang dikenal sebagai seorang tempramental (atau temperamental).

Seorang temperamental adalah mereka yang dikenal memiliki pengelolaan amarah (anger management) yang buruk sehingga mudah marah akan segala hal yang terjadi di sekitarnya.

Ciri-ciri orang dengan sifat tempramental

Pasangan sedang marah-marah

Ciri utama seorang tempramental adalah mudah marah dan kesulitan mengandalkan emosi. Selain itu, berikut berbagai karakteristik yang biasanya dimiliki orang-orang dengan watak ini.

  • Bersikap defensif. Orang-orang tempramental bisa melakukan pembelaan secara berlebihan, bahkan condong menyalahkan orang lain saat melakukan kesalahan.
  • Memiliki sedikit teman. Orang yang mudah marah cenderung dijauhi teman-temannya, terlebih jika mereka melakukan perilaku merusak ketika marah.
  • Kerap melakukan kekerasan verbal. Berteriak, gaslighting, hingga berkomentar “pedas” merupakan bentuk kekerasan yang bisa mereka lakukan.
  • Suka merusak barang. Pada kasus yang cukup parah, banyak orang yang mudah marah menyalurkan amarah dengan cara merusak barang.
  • Sementara dari sisi seseorang yang memiliki temperamen buruk, mereka akan merasakan jantung berdebar, napas berat, hingga tremor saat emosi mulai memuncak dan siap “dimuntahkan”.

    Penyebab seseorang menjadi tempramental

    Mengutip dari laman Medline Plus, faktor utama pembentuk watak seseorang adalah genetik.

    Jadi, potensi Anda menjadi orang yang tempramental akan lebih besar jika ada anggota keluarga Anda yaang memiliki sifat serupa.

    Selain itu, watak tempramental atau mudah marah juga bisa terbentuk dari sikap dan perilaku orang dewasa di sekitar Anda ketika Anda masih kecil. Pasalnya, anak kecil akan mencontoh apa yang sering mereka lihat.

    Jika Anda yang masih kanak-kanak terbiasa melihat orang tua menyalurkan amarah dengan cara membanting barang, Anda mungkin juga melakukan hal serupa karena menganggap bahwa itu adalah hal yang wajar.

    Bukan hanya kondisi di masa lalu, keadaan Anda saat ini juga bisa menjadi penyebab tempramen yang buruk di masa mendatang, terutama jika Anda suka memendam amarah.

    Ketika Anda tidak lagi mampu memendam amarah, energi negatif itu akan menjadi sebuah “ledakan” tersendiri.

    Cara mengatasi watak tempramental

    menulis bahagia

    Amarah sebenarnya merupakan emosi atau perasaan yang wajar dimiliki setiap orang. Namun, orang dengan watak tempramental kerap mengungkapkannya dengan cara yang salah atau bahkan merugikan.

    Jika Anda merasa memiliki tempramen yang buruk, cobalah beberapa cara berikut ini untuk mengendalikan amarah Anda.

    1. Menghindari penyebab amarah untuk sementara

    Penyebab memuncaknya emosi setiap orang tentu saja berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengetahuinya supaya Anda bisa sebisa mungkin menghindarinya.

    Sebelum menghadapi penyebab amarah itu, buatlah diri Anda menjadi lebih tenang. Beberapa cara yang bisa Anda coba yakni menarik napas dalam-dalam, pergi ke tempat yang lebih sunyi, atau berjalan kaki sebentar.

    2. Mengubah pola pikir

    Tidak jarang, penyebab rasa marah itu justru berasal dari pikiran negatif sendiri. Sebagai solusinya, cobalah mengubah sudut pandang Anda supaya energi negatif itu bisa berubah menjadi positif.

    Penting juga bagi Anda untuk lebih menghargai pendapat orang lain. Ini merupakan salah satu cara memahami sudut pandang mereka.

    3. Menulis buku harian

    Cara untuk mengatasi watak tempramental lainnya adalah dengan menjadikan buku harian sebagai coping mechanism untuk menyalurkan amarah.

    Usahakan untuk menuliskan segala hal tentang amarah Anda sedetail mungkin, terutama penyebabnya.

    Menulis jurnal juga bisa membantu Anda mengenang pengalaman yang menyenangkan. Sambil mengingat pengalaman tersebut, Anda juga bisa merasakan kembali emosi positif yang muncul saat itu.

    4. Memperbaiki cara berkomunikasi

    Ketika emosi memuncak, tidak jarang kita kesulitan memilih kata-kata yang nyaman didengar orang lain. Alhasil, kata-kata yang keluar dari mulut justru menyakitkan dan membuat Anda menyesal kemudian.

    Oleh karena itu, penting untuk memperbaiki cara komunikasi secara menyeluruh. Dengan begitu, kemampuan Anda dalam menyampaikan amarah juga akan menjadi lebih baik.

    Selain itu, hindari memotong perkataan orang lain. Sebelum berpendapat, dengarkan pendapat orang lain terlebih dahulu sambil memprosesnya.

    5. Belajar memaafkan

    Meski bukan hal yang mudah, penting bagi seorang temperamental untuk mulai belajar memaafkan kesalahan orang lain.

    Pasalnya, mendendam emosi dalam jangka panjang justru bisa memancing energi negatif dan membuat Anda lebih mudah marah pada orang lain.

    Selain membantu Anda mengatasi amarah itu sendiri, memaafkan orang lain juga membuat keharmonisan hubungan Anda semakin terjaga.

    Cara menghadapi orang tempramental

    cara berbicara dengan orangtua

    Jika Anda memiliki pasangan, keluarga, atau rekan yang temperamennya cukup buruk, cobalah beberapa cara berikut saat menghadapi mereka.

    1. Menjadi pendengar yang baik

    Langkah pertama yang perlu Anda lakukan saat menghadapi orang tempramental adalah menjadi pendengar yang baik,

    Ketika merasa didengarkan, mereka akan lebih mudah memahami bagaimana orang lain memandang masalah yang sedang mereka hadapi. Dengan begitu, mereka juga bisa lebih mudah menerima pendapat.

    2. Memberi ruang dan waktu sendiri

    Seseorang dengan tempramen yang buruk cenderung membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mengatur emosinya.

    Oleh karena itu, ketika mereka dihadapkan dengan sesuatu yang menjengkelkan, biarkanlah mereka memiliki ruang dan waktu berpikir sendiri untuk sementara.

    Kesendirian tersebut akan memberikan waktu bagi mereka untuk menenangkan hati dan pikiran.

    3. Menawarkan bantuan

    Ketika rekan Anda yang tempramental sudah cukup tenang, cobalah untuk menawarkannya bantuan.

    Jika mereka mengizinkan, Anda juga bisa membantunya mencari tahu apa yang sebenarnya membuat mereka marah.

    Anda juga bisa memberikan saran untuk mengurangi amarah tersebut. Namun, jangan paksakan pendapat Anda karena itu justru bisa membuatnya semakin marah.

    4. Menetapkan batasan

    Melansir dari situs Mind, Anda mungkin memang perlu lebih sabar saat menghadapi seseorang dengan anger management yang buruk.

    Namun, bukan berarti Anda bisa membiarkan mereka menyalurkan amarahnya secara berlebihan terus-menerus.

    Oleh sebab itu, penting juga bagi Anda untuk menetapkan batasan pribadi. Tetapkan sejauh mana Anda bisa menoleransi temperamen yang mereka tunjukan.

    Jika sifat temperamental orang tersebut tidak juga membaik atau perilakunya sampai menyakiti orang lain, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk membawanya konsultasi ke psikolog.

    Semua tentang orang yang tempramental

    • Kondisi ketika seseorang memiliki anger management yang buruk atau mudah marah, bahkan untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan.
    • Dapat diatasi dengan mengubah pola pikir, menghindari penyebab amarah, hingga menulis buku harian.
    • Hadapi orang tempramental dengan menjadi pendengar yang baik, memberi mereka ruang tersendiri, hingga menetapkan batasan.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 13/06/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan