Gaslighting, Tindakan Manipulatif yang Harus Dilawan

Gaslighting, Tindakan Manipulatif yang Harus Dilawan

Dalam hubungan, Anda mungkin pernah menemui pasangan yang bersikap manipulatif. Dalam dunia psikologi, sikap yang termasuk dalam kekerasan emosional ini dikenal dengan istilah gaslighting.

Apa itu gaslighting dalam hubungan?

Gaslighting adalah tindakan manipulatif yang dilakukan untuk membuat orang lain meragukan atau mempertanyakan pikiran mereka. Tujuan sikap ini yaitu membuat korban merasa bersalah.

Berikut beberapa contoh gaslighting dalam hubungan.

  • Countering: menyangkal peristiwa tertentu dengan mempertanyakan ingatan korban.
  • Withholding: menolak untuk mendengarkan korban atau berpura-pura tidak memahami perkataannya.
  • Forgetting: berpura-pura lupa akan peristiwa tertentu agar korban meragukan ingatannya atau menghindari tanggung jawab.
  • Trivializing: menyebut korban bereaksi terlalu berlebihan terhadap situasi tertentu agar ia merasa emosi yang dirasakannya tidak valid dan menyalahkan diri sendiri.
  • Diverting: dengan sengaja mengubah fokus atau topik pembicaraan sehingga korban merasa argumen yang disampaikan tidak kredibel.

Ciri gaslighting dalam hubungan

memulihkan diri pasangan manipulatif

Gaslighting dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memahami ciri-cirinya sebelum jatuh ke dalam lubang yang lebih dalam.

Berikut beberapa ciri gaslighting yang biasanya dilakukan pasangan yang manipulatif.

1. Sering berbohong

Berbohong sudah menjadi kebiasaan pelaku gaslighting. Sikap ini biasanya ditunjukkan dengan mengubah alur cerita agar dirinya tidak dianggap sebagai pihak yang bersalah.

2. Suka mengalihkan pembicaraan

Saat Anda bertanya tentang sesuatu yang berkaitan dengan kesalahan pelaku, mereka sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan. Umumnya, pelaku akan balik melempar pertanyaan agar tehindar dari masalah.

3. Meremehkan emosi orang lain

Ketika emosi Anda sering kali diremehkan, kondisi tersebut bisa menjadi ciri gaslighting. Sebagai contoh, saat Anda marah karena kebohongan pelaku, sikap tersebut dianggap berlebihan.

4. Tidak mau mengakui kesalahan

Pelaku gaslighting cenderung tak mau mengakui kesalahan, enggan meminta maaf, dan menghindari tanggung jawab. Akibatnya, Anda akan merasa tidak memiliki pengaruh penting dalam hubungan.

5. Pintar bermain kata-kata

Jika Anda marah atas perilaku tertentu, pelaku akan mulai bermain kata-kata untuk meredakan situasi. Saat Anda mulai luluh, pelaku akan tetap kembali memperlihatkan perilaku serupa.

Penyebab gaslighting

Dilansir dari Good Therapy, penyebab gaslighting yang paling umum adalah keinginan mendapatkan kekuasaan atas orang lain. Sikap ini cenderung dilakukan orang dengan kepribadian narsistik.

Selain itu, beberapa faktor yang dapat membuat orang bersikap manipulatif dalam hubungan di antaranya:

  • menjaga harga diri,
  • menghindari kesalahan,
  • mendapatkan kepuasan pribadi,
  • ingin mendominasi dalam hubungan, dan
  • ingin korban bergantung pada dirinya.

Dampak gaslighting dalam hubungan

penyebab gaslighting

Dampak gaslighting dalam hubungan sangat buruk bagi korban. Sikap manipulatif ini bahkan dapat membuat korban mengalami gangguan mental.

Berikut sejumlah dampak gaslighting yang perlu diwaspadai.

1. Hilangnya rasa kepercayaan diri

Sikap ini dapat menghancurkan kepercayaan diri korban, terlebih jika Anda sering dilecehkan secara verbal karena dinilai jelek oleh pelaku.

Perlakuan yang diterima akan membuat kepercayaan diri berkurang. Dalam kasus yang parah, taktik manipulasi yang dilakukan pasangan bahkan akan menghilangkan rasa percaya diri Anda.

2. Masalah dalam kehidupan sosial

Korban sering kali dipaksa untuk memutus hubungan dengan sahabat dan keluarganya. Tindakan ini dilakukan pelaku agar pasangan tidak bisa mencari bantuan selain darinya.

Lama-kelamaan, Anda pun akan mulai bergantung pada pelaku. Tanpa sadar, sikap ini membuat Anda mengisolasi diri dari dunia luar.

3. Kesulitan dalam mengambil keputusan

Kondisi ini terjadi karena pelaku menghilangkan rasa percaya diri Anda. Apalagi, Anda terlalu bergantung pada pelaku selama menjalin hubungan.

Bahkan, dampak ini tidak hanya dirasakan saat dalam hubungan dengan pelaku. Setelah keluar dari hubungan, Anda mungkin akan tetap kesulitan untuk membangun kepercayaan diri dan mengambil keputusan.

4. Mengalami gangguan kesehatan mental

Gaslighting dapat membuat Anda merasa kehilangan harga diri. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Umumnya, perasaan tersebut muncul karena Anda telanjur memandang diri negatif. Akibatnya, kebaikan dan kemampuan Anda akan tertutupi pikiran yang menganggap diri sebagai kegagalan.

5. Sulit percaya pada orang lain

Sikap manipulatif yang terus-menerus diterima bisa membuat Anda sulit memercayai orang lain. Kondisi ini muncul karena rasa takut akan kembali dimanipulasi oleh orang lain.

Padahal, tidak semua orang bersikap manipulatif. Jika tidak segera ditangani, sikap tersebut tentu akan membuat Anda kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. enghadapi gaslighting

Cara menghadapi gaslighting

pasangan borderline personality disorder

Gaslighting merupakan sikap manipulatif yang perlu dilawan. Apabila dibiarkan, sikap ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik Anda.

Berikut sejumlah cara menghadapi sikap manipulatif.

  • Jangan mau bertanggungjawab atas kesalahan orang lain.
  • Jangan mengorbankan diri untuk perasaan orang lain.
  • Jangan berdebat dengan kebohongan yang dibuat pelaku.
  • Utamakan keselamatan Anda, terlebih jika hubungan sudah mengarah ke kekerasan fisik.
  • Percaya bahwa Anda tidak sendiri, masih banyak sahabat dan keluarga yang bisa memberi dukungan.

Jika Anda menjadi korban dan kesulitan untuk keluar dari hubungan, konsultasikan ke psikolog atau psikiater. Bertahan di hubungan yang tidak sehat akan memperburuk kesehatan mental Anda.

Serba-serbi <em>gaslighting</em>

  • Kekerasan emosional yang digunakan untuk memanipulasi pikiran dan perasaan korban.
  • Tujuannya untuk mendapatkan kontrol atas orang lain.
  • Berdampak buruk bagi kesehatan mental dan kehidupan sosial korban, bahkan setelah keluar dari hubungan.
  • Perlu dilawan, terlebih jika sudah mengarah ke kekerasan fisik dan verbal.
  • Jika kesulitan keluar dari hubungan, konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gaslighting. (2022). Retrieved 15 November 2022, from https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/gaslighting

Why Self-Esteem Is Important for Mental Health | NAMI: National Alliance on Mental Illness. (2022). Retrieved 15 November 2022, from https://www.nami.org/Blogs/NAMI-Blog/July-2016/Why-Self-Esteem-Is-Important-for-Mental-Health

“It’s Not in Your Head”: Gaslighting, ‘Splaining, Victim Blaming, and Other Harmful Reactions to Microaggressions. (2021). Retrieved 15 November 2022, from https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/17456916211011963

The Sociology of Gaslighting. (2019). Retrieved 15 November 2022, from https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0003122419874843

Ahern, K. (2018). Institutional Betrayal and Gaslighting. Journal Of Perinatal &Amp; Neonatal Nursing, 32(1), 59-65. doi: 10.1097/jpn.0000000000000306

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui a week ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.