home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Permintaan Euthanasia (Suntik Mati): Benarkah Karena Depresi?

Permintaan Euthanasia (Suntik Mati): Benarkah Karena Depresi?

Menderita penyakit keras tentu merupakan situasi yang penuh tekanan, baik bagi yang menderita maupun bagi yang mengurusnya. Tak jarang, seseorang yang menderita sakit keras menyerah untuk berjuang. Saat obat tidak lagi mampu untuk menyembuhkan, memutuskan untuk perlahan-lahan hilang kesadaran menjadi pilihan alternatif.

Tahukah Anda dalam ilmu kedokteran ada yang disebut dengan euthanasia? Kita sering medengarnya sebagai suntik mati. Sebenarnya metode dari euthanasia tidak hanya dengan memberikan suntikan, tapi juga dengan memberikan pil atau obat lainnya. Tindakan ini ditujukan untuk mempercepat kematian pasien.

Apakah tindakan ini sama seperti bunuh diri? Di budaya kita suntik mati merupakan hal yang dianggap tabu. Lalu, bagaimana orang memandang suntik mati? Benarkah kondisi psikologis seperti depresi sebabkan seseorang meminta euthanasia?

BACA JUGA: Berbagai Penyebab Utama Seseorang Ingin Bunuh Diri

Hubungan depresi dengan permintaan suntik mati?

Beberapa psikolog berpendapat bahwa suntik mati merupakan pilihan seseorang yang harus dihormati. Meskipun tindakan ini bertentangan dengan sistem yang ada di suatu negara, mereka yang memutuskan suntik mati tetap harus didampingi agar mentalnya tetap kuat, selain itu tidak terpengaruh dengan diskusi kerabat terdekat yang membuatnya menjadi bingung. Pendampingan perlu dilakukan agar keputusan tersebut dapat dibuat sejernih mungkin.

BACA JUGA: 7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Ingin Bunuh Diri

Terkadang keputusan suntik mati sukarela diambil karena pasien tersebut depresi. Menghadapi penyakit keras dan pengobatan yang tidak ada hentinya memang dapat membuat seseorang depresi. Orang yang depresi akan mengambil keputusan yang di luar akal kita. Maka dari itu, penting bagi pasien untuk mendapatkan konseling dari ahli kejiwaan, tidak hanya tim medis yang menangani penyakitnya saja. Tidak sembarang orang dipilih untuk mendampingi pasien menghadapi suntik mati, pendampingan tersebut harus dilakukan oleh psikolog atau ahli kejiwaan.

Sebelum memantapkan keputusan, pasien dibawa untuk memandang makna hidup dan memahami perjuangan yang telah dilakukannya. Pasien juga akan diajak untuk kilas balik dari kemampuan atau bakat yang dia miliki selama hidupnya. Tujuannya adalah bukan untuk membatalkan keputusannya, tapi untuk meredakan gejala depresi. Memastikan kalau suntik mati tetap dilakukan, ia harus tahu bahwa perjalanan hidupnya berharga.

Para ahli kejiwaan berusaha untuk membuat pasien menunda keinginannya. Tidak jarang keajaiban datang, pasien tidak lagi ingin mati setelah dibawa mengingat kehidupannya. Mentalnya pun semakin kuat, meski sakit yang diderita berat.

BACA JUGA: Memahami Penyebab Kenapa Anda Mungkin Merasa Ingin Bunuh Diri

Kapan euthanasia atau suntik mati dilakukan?

Euthanasia merupakan metode yang dilakukan untuk mempercepat kematian seseorang dengan cara yang mudah dan tidak menyakitkan. Ada beberapa macam euthanasia, ada yang memang sukarela meminta dilakukan tindakan tersebut, ada juga yang disebabkan oleh keadaan yang mengharuskan dokter mengambil tindakan tersebut. Tindakan tersebut juga bisa diputuskan oleh kerabat terdekat pasien. Ada asumsi bahwa tindakan tersebut sama seperti bunuh diri.

Faktanya tindakan tersebut diambil berdasarkan beberapa pertimbangan. Seperti mengakhiri kehidupan seseorang karena kecil kemungkinan seseorang itu bisa sembuh, atau mengakhiri hidup seseorang untuk mengurangi efek samping dari pengobatan yang sudah tidak bisa lagi ia tahan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa tidak semua negara setuju dengan hukum dari melakukan euthanasia, contohnya di Selandia Baru, mengakhiri hidup sendiri masih dianggap sebagai kejahatan. Lalu bagaimana sudut pandang melakukan euthanasia dari sudut pandang dokter?

Suntik mati dari sudut pandang kerabat atau dokter

Ahli terapi paliatif berpendapat bahwa sebenarnya euthanasia atau suntik mati tidak perlu dilakukan di jaman modern ini. Ilmu kesehatan semakin berkembang, begitu juga dengan metode pengobatan dan perawatan. Seharusnya pasien tetap dikuatkan mentalnya dan diberi perawatan yang benar-benar menimimalisir rasa sakit, sehingga kematian tersebut bisa datang secara alami. Dokter juga harus mempertimbangkan sikapnya saat euthanasia datang dari keluarga atau kerabat pasien. Bisa saja mereka memang tidak ingin menginginkan pasien sembuh, maka riset pun perlu dilakukan.

Tidak hanya pasien yang mengalami gejolak batin, dokter pun mengalaminya saat permintaan suntik mati datang dari pasien dan kerabat. Dokter berusaha sebisa mungkin untuk mencegah suntik mati terjadi, namun semua yang berada dalam situasi tak mudah tersebut harus melihat masalah dengan jernih. Mungkin di benak Anda, dokter tidak merasakan pergolakan batin, padahal tentu mereka mengalaminya. Beberapa mengakui hal terberat adalah melihat pasien tersebut meminum pil dosis tertentu untuk mempercepat hidupnya. Beberapa ahli juga merasa frustasi dengan anggapan ‘tidak bermoral’ karena membantu pasien bunuh diri.

Bagi keluarga atau kerabat pasien melihat orang yang mereka sayangi melawan rasa sakit menjadi hal yang menyakitkan. Tentu saja melihat dan merawat mereka menguras emosi dan fisik. Belum lagi ditambah dengan biaya pengobatan yang mahal.

Ya, euthanasia terkadang juga diambil karena keluarga tidak mampu membayar biaya pengobatan dan rumah sakit memiliki aturannya sendiri. Jika ini terjadi pada salah satu keluarga Anda, jangan langsung melihat sisi gelap. Ada berbagai cara yang ditawarkan pemerintah untuk memudahkan masyarakat berobat, contohnya dengan BPJS. Memang tidak semua penyakit bisa ditanggung asuransi atau BPJS, tapi tidak ada salahnya mencoba mengajukan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Emotional and Psychological Effects of Physician-Assisted Suicide and Euthanasia on Participating Physicians http://www.pccef.org/articles/art44.htm  Accessed December 20th 2016.

Euthanasia: A Good Death? https://www.psychologytoday.com/blog/trouble-in-mind/201209/euthanasia-good-death Accessed December 20th 2016.

PSYCHOLOGICAL PERSPECTIVES ON EUTHANASIA AND THE TERMINALLY ILL https://www.psychology.org.au/Assets/Files/euthanasia_position_paper.pdf  Accessed December 20th 2016.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rizki Pratiwi Diperbarui 01/06/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x