home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ada Kalanya Pasangan Butuh Waktu untuk Sendiri, Untuk Apa?

Ada Kalanya Pasangan Butuh Waktu untuk Sendiri, Untuk Apa?

Anda merasa hubungan dengan pasangan sedang baik-baik saja sampai akhirnya dia berkata, “Aku butuh waktu sendiri dulu.” Hal ini tentu membuat Anda cemas dan khawatir. Berbagai pertanyaan menghujani pikiran Anda, apakah Anda melakukan kesalahan besar? Apakah dia bosan? Atau, adakah kesalahan dengan hubungan ini sejak awal?

Pasangan butuh waktu sendiri bukan berarti ingin putus hubungan

pasangan butuh sendiri
Sumber: BBC

Wajar jika Anda sedih saat pasangan tiba-tiba meminta Anda untuk tidak menghubunginya selama beberapa waktu. Namun, bukan berarti dia ingin memutuskan hubungannya dengan Anda. Hal ini normal dan juga dialami oleh banyak pasangan yang lainnya.

Banyak hal yang bisa menjadi alasan bagi pasangan saat butuh waktu sendiri. Mungkin pasangan ingin lebih fokus pada aspek hidupnya yang lain seperti karier dan pendidikannya, atau ada masalah yang sedang dihadapi namun dia tidak mau membuat Anda khawatir.

Bisa jadi pasangan Anda juga butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikiran dan jiwanya dari rutinitas serta hal-hal yang terjadi dalam hidupnya.

Terlepas dari alasan dibaliknya, memberi jeda istirahat pada hubungan sebetulnya bukanlah hal yang buruk.

Banyak orang hidup dengan stigma bahwa sendirian adalah hal yang menyedihkan. Oleh karenanya, pandangan ini kerap terbawa saat Anda berada dalam sebuah hubungan.

Ada pepatah mengatakan, ketika Anda sedang mencintai seseorang, Anda pasti ingin selalu menghabiskan waktu berdua. Memang, sering menghabiskan waktu bersama dapat meningkatkan kualitas dalam hubungan. Meski demikian, hal ini bukanlah satu-satunya ukuran tentang seberapa kuat hubungan Anda dan pasangan.

Jika Anda mewajibkan si dia untuk membuktikan komitmen dengan selalu menyisakan waktu untuk Anda, maka janji bertemu bukan lagi menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ia akan melakukannya semata-mata untuk menjaga perasaan Anda.

Padahal, tidak hanya pasangan, Anda mungkin juga butuh waktu untuk sendiri. Masa-masa ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang Anda senangi. Anda juga punya waktu untuk introspeksi agar ketika bertemu pasangan nanti, Anda akan datang dengan versi yang lebih baik dari diri sendiri.

Apa yang harus dilakukan saat pasangan sedang ingin sendiri?

batasan pacaran sehat

Meski hati menolak, tetaplah beri yang dia butuhkan. Salah satu hal yang penting dilakukan ketika menjalin hubungan adalah menghargai keputusan pasangan Anda.

Mungkin Anda bisa menanyakan alasannya, namun dengan tetap tenang dan perlahan seperti, “Ada yang mau kamu ceritain nggak? Senyamannya kamu saja, aku nggak memaksa.”

Jangan langsung marah dan kecewa jika si dia tidak memberi jawaban yang Anda inginkan. Lewat cara ini, Anda akan menunjukkan bahwa Anda tidak hanya menganggap keinginannya sebagai angin lalu, tapi Anda juga berusaha untuk membuatnya merasa dihargai.

Sebaiknya, tanyakan juga pada pasangan Anda tentang lama waktu yang dia butuh untuk sendiri. Baik hanya beberapa hari di akhir pekan atau sampai memakan waktu berminggu-minggu, hal ini penting diketahui agar Anda bisa menghubunginya kembali di waktu yang tepat.

Tanyakan dengan perlahan seperti “Boleh aku tahu, kapan lagi aku bisa hubungi kamu?” sertakan juga dengan ucapan “Kalau kamu butuh apa-apa, kasih tahu aku, ya.” untuk memastikan bahwa Anda tetap siap menjadi tempatnya bersandar.

Sangat wajar untuk merasa cemas, khawatir, dan rindu selama pasangan meninggalkan Anda dalam sementara waktu. Namun, jangan biarkan perasaan tersebut mendorong Anda untuk terus mencari perhatiannya karena hal ini akan membuat pasangan merasa tidak nyaman.

Alih-alih memikirkan pasangan, lebih baik lakukan hal-hal yang dapat membuat Anda bahagia. Jalan-jalan bersama teman dan keluarga atau mencoba sesuatu yang belum pernah Anda lakukan, dengan begini Anda tidak hanya menjaga kesejahteraan diri tapi juga menjauhkan diri dari tekanan yang muncul selama menjalani hubungan dengan pasangan.

Cinta memang bisa menaklukan semuanya, tapi jangan biarkan cinta memakan sebagian besar waktu Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How To Cope When Your artner Asks For Space https://thoughtcatalog.com/meredith-shirey/2017/02/how-to-cope-when-your-partner-asks-for-space/ Diakses pada 9 Januari 2020.

Mastering the Art of Giving and Taking Space https://www.psychologytoday.com/us/blog/ambigamy/201402/mastering-the-art-giving-and-taking-space Diakses pada 9 Januari 2020.

9 Signs You Should Give Your Partner Space  How To Effectively Do It https://www.bustle.com/p/9-signs-you-should-give-your-partner-space-how-to-effectively-do-it-5518740 Diakses pada 9 Januari 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 01/04/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x