Mengenal Serangan Panik, Kondisi Medis Saat Rasa Panik Mulai Tak Masuk Akal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi serangan panik

Jika Anda tidak bisa menemukan smartphone di dalam tas padahal yakin sudah memasukkannya saat hendak berangkat pergi dari rumah, mendadak merasa panik adalah hal yang wajar.

Namun, bagaimana jika tiba-tiba Anda merasa panik tanpa ada alasan jelas? Bisa jadi Anda mengalami serangan panik. Ya, kondisi ini merupakan sebuah episode dari rasa takut yang amat sangat dan memicu reaksi fisik tertentu.

Saat mengalami kondisi ini, Anda bisa benar-benar merasa ketakutan seolah nyawa sedang terancam dan dihadapkan pada bahaya, meski sebenarnya tidak sedang terjadi apapun yang membahayakan nyawa.

Hal ini, kemudian, membuat Anda merasa kehilangan kontrol diri hingga akhirnya berpotensi menyebabkan serangan jantung atau bahkan meninggal.

Sebenarnya, tidak sedikit yang pernah mengalami serangan panik, khususnya saat sedang dalam kondisi tertekan dan stres. Namun, setelah kondisi yang menyebabkan stres berakhir, serangan panik ini pun tidak pernah terjadi kembali.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami serangan panik yang kerap muncul. terjadi di kondisi-kondisi yang tidak terduga, dan dalam jangka panjang mungkin Anda mengalami gangguan panik.

Meski secara umum serangan panik bukan gangguan mental yang membahayakan nyawa, kondisi ini bisa terasa menakutkan bagi orang yang mengalaminya. Belum lagi, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Segera hubungi dokter ahli kesehatan mental jika mengalami kondisi ini, sehingga dokter dapat membantu mengatasi serangan-serangan panik yang Anda alami.

Tanda & gejala serangan panik

Serangan panik atau panic attack adalah munculnya rasa takut berlebihan yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa bertahan selama beberapa menit. Ciri-ciri atau gejala dari panic attack yang bisa Anda waspadai termasuk:

  • Palpitasi atau jantung berdegup kencang dan tak beraturan.
  • Berkeringat.
  • Tubuh gemetar.
  • Napas terengah-engah.
  • Rasanya seperti sedang dicekik.
  • Nyeri dada atau dada terasa tak nyaman.
  • Mual dan perut terasa tak nyaman.
  • Kepala terasa pusing dan ingin pingsan.
  • Sensasi mati rasa.
  • Merasa takut tidak bisa mengontrol diri atau menjadi tak terkendali.
  • Merasa takut akan mati detik itu juga.

Oleh karena itu, jika Anda merasakan satu atau lebih dari gejala dari salah satu jenis gangguan kecemasan tersebut, lebih baik segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter yang tepercaya.

Penyebab serangan panik

Sebenarnya, masih belum dapat dipastikan apa yang menyebabkan terjadinya serangan panik. Namun, beberapa kondisi berikut mungkin berpengaruh:

1. Faktor genetik atau keturunan

Percaya atau tidak, panic attack mungkin kondisi yang turun-temurun dalam keluarga. Artinya, jika orangtua atau saudara kandung Anda mengalami panic disorder atau gangguan panik, risiko untuk mengalami kondisi yang sama jauh lebih besar.

2. Karakteristik tertentu

Ada sebagian orang yang dianggap lebih sensitif atau lebih peka jika dibandingkan dengan sebagian orang lainnya. Karakteristik ini sebenarnya baik, karena orang yang memiliki sensitivitas tinggi bisa lebih peka dan peduli terhadap orang dan lingkungan di sekitarnya.

Sayangnya, rasa sensitif yang dimiliki sebagian orang bisa membuatnya memiliki gangguan kecemasan termasuk serangan panik. Meski demikian, tidak semua orang yang sensitif akan mengalami kondisi ini. Bahkan, ada pula orang yang terlihat tenang dan kalem, tapi memiliki gangguan panik.

3. Stres

Rupanya stres bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya serangan panik. Artinya, saat sedang stres, Anda semakin rentan untuk merasa cemas hingga mengalami serangan panik. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, Anda juga bisa mengalami depresi karenanya.

Faktor risiko serangan panik

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi Anda mengalami serangan panik atau memiliki gangguan panik, seperti:

  • Riwayat kesehatan keluarga yang berkaitan dengan serangan atau gangguan panik.
  • Stres berat akibat masalah tertentu dalam hidup seperti anggota keluarga terdekat yang mengalami penyakit serius atau ada anggota keluarga terdekat yang meninggal dunia.
  • Kejadian traumatis di masa lalu, seperti kekerasan seksual atau kecelakaan serius.
  • Perubahan besar dalam hidup, seperti perceraian atau bertambahnya momongan.
  • Merokok atau terlalu banyak mengonsumsi kafein.
  • Kenangan buruk di masa lalu.

Komplikasi dari serangan panik

Jika tidak segera mendapatkan penanganan, panic attack bisa memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan. Setelah mengalami serangan panik, Anda mungkin akan takut dan khawatir akan munculnya serangan-serangan yang sama di kemudian hari.

Rasa takut dan khawatir yang berlebihan akhirnya mengganggu dan mengacaukan kualitas hidup Anda. Ada beberapa kondisi yang mungkin terjadi jika Anda tidak segera mencari bantuan atau pertolongan medis untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa di antaranya:

  • Anda mungkin akan mengalami fobia tertentu, seperti takut bepergian atau takut berkendara.
  • Terus-terusan pergi ke dokter untuk melakukan kontrol kesehatan karena memiliki kekhawatiran mengalami penyakit-penyakit tertentu.
  • Menghindari situasi atau kondisi sosial dan memilih untuk menyendiri.
  • Memiliki masalah baik di sekolah maupun di tempat kerja.
  • Mengalami depresi, gangguan kecemasan, dan berbagai masalah kesehatan mental lainnya.
  • Melakukan percobaan bunuh diri.
  • Mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan nyawa secara berlebihan.
  • Mengalami masalah keuangan.

Diagnosis & pengobatan untuk serangan panik

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana serangan panik didiagnosis?

Jika pernah atau baru-baru ini terjadi kondisi yang gejala-gejalanya menunjukkan bahwa Anda sedang mengalami panic attack, lebih baik segera periksakan kondisi ke dokter.

Saat berkonsultasi dengan dokter, pastikan memberi tahu segala informasi yang sekiranya akan dibutuhkan oleh dokter untuk melakukan diagnosis terhadap kondisi yang Anda alami.

Ada beberapa hal yang mungkin akan dilakukan dokter untuk mencari tahu apakah benar Anda memang mengalami panic attack:

  • Pemeriksaan fisik menyeluruh.
  • Tes darah, untuk memeriksa kelenjar tiroid dan berbagai kemungkinan adanya masalah kesehatan tertentu.
  • Evaluasi psikologis, di mana dokter akan bertanya langsung mengenai gejala, rasa takut, dan kondisi yang menimbulkan stres yang sedang Anda alami.

Apa saja jenis pengobatan untuk mengatasi serangan panik?

Menurut National Health Service, pengobatan untuk panic attack lebih mengarah untuk mengurangi frekuensi serangan panik yang dialami dan meredakan gejala yang muncul.

Ada beberapa hal yang bisa Anda coba lakukan untuk mengatasi kondisi ini, contohnya:

1. Terapi psikologi (psikoterapi)

Terapi psikologi atau psikoterapi merupakan salah satu metode yang dianggap cukup efektif untuk mengatasi kondisi ini. Bahkan, metode ini selalu direkomendasikan oleh dokter sebagai pilihan pertama pengobatan yang patut dicoba.

Terapi ini dapat membantu Anda memahami kondisi yang sedang dialami, dan bagaimana cara menghadapinya (jika terjadi di kemudian hari).

Salah satu jenis psikoterapi, cognitive behavioral therapy(CBT), dapat membantu Anda memahami bahwa gejala dari gangguan panik yang muncul sebenarnya tidak berbahaya.

Selama proses psikoterapi ini, ahli terapi akan membantu Anda secara perlahan untuk merasakan gejala-gejala yang muncul saat terjadi panic attack, tapi tentu dilakukan secara aman.

Saat sensasi fisik yang Anda lakukan tidak lagi terasa berbahaya, serangan-serangan yang Anda alami akan mulai terasa berbeda atau justru berkurang frekuensinya.

Meski begitu, Anda perlu ingat bahwa untuk mendapatkan hasil dari terapi ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Anda mungkin harus menjalani terapi ini selama beberapa kali terlebih dahulu untuk benar-benar merasakan hasil yang maksimal.

2. Penggunaan obat-obatan

Ada beberapa jenis obat yang mungkin akan diresepkan dokter untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya:

  • Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs).
  • Serotonin and norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs).
  • Benzodiazepines.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

Tanpa disadari, cacing pita bisa masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang mentah atau tidak dimasak dengan benar. Hati-hati, risiko infeksi yang mengintai

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Tak hanya memicu batuk-batuk, menghirup debu saat Anda bernapas juga bisa menimbulkan dua kondisi kesehatan berikut ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Asma, Kesehatan Pernapasan 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
jantung berdebar sampai badan gemetar

5 Kondisi yang Menyebabkan Jantung Mendadak Berdebar Kencang Sampai Tubuh Gemetar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat daun sirih daun sirih merah, rebusan daun sirih, manfaat daun sirih untuk wajah, manfaat daun sirih untuk kewanitaan

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit