Infografik: Data Kasus Bunuh Diri di Indonesia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Mei 2019 . Waktu baca 2 menit
Bagikan sekarang

Bunuh diri adalah salah satu kasus serius yang sering terlupakan. Entah karena dianggap sebagai sesuatu yang terlalu ekstrem, atau karena tak banyak orang yang mengenal seseorang yang melakukan bunuh diri. Padahal, angka bunuh diri di Indonesia tak bisa dibilang sepele.

Sepanjang 2005 saja ada sebanyak 30.000 kasus bunuh diri yang tercatat di Indonesia, dan ini hanyalah yang dilaporkan saja. Ada banyak kejadian bunuh diri yang ditutup-tutupi, entah karena rasa malu keluarganya, atau demi menjaga kehormatan almarhum.

Sering kali, seseorang yang memiliki niatan bunuh diri sudah menunjukkan beberapa tanda dan gejala yang bisa diamati oleh orang-orang terdekatnya. Sayangnya, banyak orang mengabaikan hal ini dengan alasan ‘mungkin hanya galau sementara saja’, atau meremehkan dengan pikiran ‘tak mungkin dia bunuh diri’, hingga akhirnya semua terlambat. Kondisi ini diperparah dengan anggapan masyarakat di Indonesia yang menganggap depresi adalah hal yang normal, dan dianggap sama saja seperti stres biasa. Padahal, tak hanya stres yang bersifat sementara dan tak terlalu serius, depresi sudah dikategorikan sebagai gangguan kesehatan mental, dan jika dibiarkan tak jarang berujung pada percobaan bunuh diri.

Agar hal ini tak terjadi pada Anda maupun orang-orang terdekat Anda, pastikan Anda membekali diri Anda dengan berbagai pengetahuan seputar pencegahan bunuh diri berikut ini, dan hubungi 500-454 untuk konseling (buka 24 jam) kapanpun Anda merasa Anda butuh bantuan untuk menghentikan keinginan bunuh diri.

Simak pula infografik berikut ini yang menunjukkan data seputar kasus bunuh diri di Indonesia.

infografik bunuh diri di indonesia - hellosehat

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tortikolis

Tortikolosis membuat leher penderitanya mengalami kecondongan untuk miring ke satu sisi. Bisakah penyakit ini disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Kulit terasa gatal tiba-tiba, padahal tidak digigit serangga atau alergi? Cari tahu segala informasi seputar gatal pada kulit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit mental. Simak informasi tentang penyebab, gejala, faktor risiko, dan cara pengobatan penyakit ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Benarkah Gangguan Jiwa Bisa Menular? Ini Jawaban dari Para Ahli

Anggapan bahwa gangguan jiwa menular bisa membuat orang-orang enggan berobat. Padahal, gangguan jiwa bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gangguan kecemasan anxiety disorder

Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
makanan probiotik

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit