Altruisme, Sikap Mendahulukan Kepentingan Orang Lain dan Beragam Manfaatnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Altruisme adalah sikap yang mungkin sering Anda temui sehari-hari. Bahkan, Anda mungkin melakukan sikap altruistik tapi tidak menyadarinya. Ya, sikap ini adalah perilaku naluriah saat Anda ingin menolong orang lain meski harus mengorbankan diri sendiri. Namun, apakah altruisme baik untuk diri sendiri? Simak penjelasan mengenai altruisme berikut ini, yuk!

Apa yang dimaksud dengan altruisme?

Altruisme adalah sikap ingin menolong orang lain, khususnya yang sedang dalam kesusahan, dengan mengorbankan diri sendiri. Sebagai contoh, memberikan bekal makan siang kepada orang lain yang sedang lapar, sementara Anda mengorbankan diri kelaparan. Ini adalah adalah sikap yang altruistik.

Sikap altruistik dipercaya sebagai kebaikan yang tulus dan tidak disertai motif tersembunyi dari orang yang melakukannya. Artinya, saat membantu orang lain, niat Anda murni untuk membantunya terlepas dari kesusahan, bukan karena mengharap imbalan, atau tujuan lain yang sebenarnya menguntungkan diri sendiri.

Bahkan, tidak sedikit yang justru mempersulit diri sendiri demi membantu orang lain. Hal ini tentu sangat berkebalikan dengan sikap egois yang mungkin ada di dalam diri sebagian orang. Jika memiliki sikap altruisme, Anda disebut sebagai seorang altruis.

Namun, pada dasarnya, setiap manusia dianggap mempunyai altruisme sebagai bagian yang sudah ada secara alami di dalam dirinya. Hanya saja, altruisme yang dimiliki oleh masing-masing individu tidak selalu sama.

Jenis-jenis altruisme

Meski begitu, altruisme terbagi ke dalam beberapa jenis, seperti berikut:

1. Genetic altruism

Sesuai dengan namanya, sikap altruistik ditunjukkan dengan kebaikan yang dilakukan kepada anggota keluarga. Artinya, Anda rela berkorban untuk membantu memenuhi kebutuhan anggota keluarga.

Oleh sebab itu, seorang kepala keluarga yang rela bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan orangtua, anak, dan pasangan bisa disebut sebagai seorang altruis. Begitu pula orangtua yang berusaha menyekolahkan anak, memberinya makan, dan memenuhi kebutuhan lainnya tanpa meminta imbalan.

2. Reciprocal altruism

Sementara itu, ada pula altruisme yang ditunjukkan dengan hubungan simbiosis mutualisme atau sama-sama saling membutuhkan. Itu tandanya, saat mengorbankan diri untuk orang lain, Anda tahu atau memiliki keyakinan bahwa orang tersebut akan balas memberikan bantuan di kesempatan lainnya.

3. Group-selected altruism

Pada jenis altruisme ini, Anda cenderung menolong orang atau menunjukkan sikap altruistik kepada orang tertentu saja. Sebagai contoh, Anda rela menolong teman depresi, stres, atau mengalami kesulitan hingga mengorbankan diri sendiri. Namun, belum tentu Anda rela melakukan hal yang sama kepada orang lain.

4. Pure altruism 

Altruisme yang satu ini dianggap yang paling tulus, karena Anda rela menolong orang yang sedang dalam kesulitan tanpa meminta imbalan apapun. Bahkan, Anda mungkin rela mengorbankan atau membahayakan diri sendiri demi memberikan pertolongan. Biasanya, hal ini didukung oleh nilai moral dan prinsip yang Anda miliki.

    Apa manfaat dari memiliki sikap altruistik?

    Sebenarnya, altruisme dapat memberikan manfaat dari berbagai aspek untuk diri Anda sendiri. Artinya, kebaikan yang dilakukan kepada orang lain sebenarnya memberikan dampak positif tidak hanya kepada orang yang mendapatkan bantuan saja. Akan tetapi, Anda sebagai orang yang melakukan kebaikan juga akan merasakannya.

    Berikut adalah beberapa manfaat yang mungkin bisa Anda dapatkan jika memiliki sikap altruistik:

    1. Membuat Anda lebih bahagia

    Percaya atau tidak, kebaikan yang Anda lakukan kepada orang lain dapat memunculkan rasa bahagia. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Science menunjukkan bahwa memberi uang kepada orang lain membuat orang lebih merasa bahagia daripada membelanjakan uang tersebut untuk diri sendiri.

    Sementara itu, penelitian lain yang dimuat dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America membuktikan, rasa senang karena berbuat baik untuk orang lain juga tercermin dari faktor biologis yang ada di dalam tubuh.

    Mengikuti kegiatan amal dan memberikan donasi kepada orang yang membutuhkan ternyata dapat mengaktivasi bagian otak yang berkaitan dengan perasaan senang dan puas. Tak hanya itu, altruisme dipercaya dapat meningkatkan pelepasan hormon endorfin pada otak.

    2. Meningkatkan kesehatan fisik

    Memberikan bantuan kepada orang lain ternyata tidak hanya baik untuk mencegah gangguan mental dan menjaga mental Anda tetap sehat saja, tapi juga baik untuk kesehatan fisik. Sebagai contoh, orang yang suka menjadi sukarelawan dan aktif membantu orang lain yang membutuhkan cenderung memiliki kesehatan fisik yang baik.

    Tak hanya itu, menurut sebuah penelitian yang dimuat pada American Journal of Public Health, efek rasa senang karena membantu orang lain yang membutuhkan dapat mengurangi risiko kematian, khususnya pada orang lanjut usia. Bahkan, aktif melakukan kebaikan juga dapat membantu mengatasi penyakit kronis seperti HIV dan multiple sclerosis.

    3. Meningkatkan kesehatan mental

    Melakukan kebaikan seperti memberikan pertolongan kepada orang yang sedang membutuhkannya mampu meningkatkan kesehatan mental Anda. Pasalnya, berbuat baik mampu mengubah pola pikir terhadap diri sendiri dan kepada dunia di sekitar Anda.

    Saat itu, Anda merasa menjadi sosok yang lebih baik, sehingga ada rasa bahagia dan puas yang Anda rasakan dari perbuatan baik tersebut.

    4. Meningkatkan kualitas hubungan

    Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain ternyata dapat meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan pasangan. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Personality menyatakan bahwa kebaikan adalah salah satu kualitas paling penting yang dicari-cari orang saat memilih pasangan.

    Oleh sebab itu, peduli dan berbuat baik kepada orang lain dapat meningkatkan ketertarikan lawan jenis kepada diri Anda. Namun, jangan sampai sengaja berbuat baik hanya untuk mencari pasangan, ya. Lakukan dengan tulus semata untuk memberikan bantuan kepada orang lain.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kapan Bisa Hamil Setelah Berhenti KB?

    Kapan bisa hamil setelah berhenti KB tergantung dari jenis KB yang Anda gunakan. Temukan informasi lengkapnya dalam artikel ini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Kesuburan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

    Mengapa Ada Orang yang Suka Mengigau Saat Tidur?

    Meskipun tidak dianggap sebagai masalah kesehatan, mengigau bisa mengganggu orang yang mendengarnya. Lalu apa yang menyebabkan orang mengigau?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

    Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

    3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

    Selama kehamilan, Anda harus menjaga asupan makanan dan minuman, termasuk minum teh. Simak panduan aman minum teh saat hamil berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    berhenti minum pil kb

    7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
    ciri tipes yang parah

    Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
    mencium bau

    Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
    mata buram kabur sebelah

    Penglihatan Buram pada Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
    Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit