5 Tips Bijak Membantu Teman yang Depresi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Depresi bukan sekadar kegalauan atau kesedihan sesaat, melainkan sebuah gangguan kejiwaan yang butuh penanganan khusus. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara menghadapi teman yang depresi. Ketidaktahuan tersebut akhirnya membuat orang yang sedang depresi merasa sendirian dan tidak mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Terlebih, orang yang mengalami depresi juga tidak selalu menunjukkan dengan gamblang bahwa dirinya sedang depresi. Mereka sering kali bertingkah normal di depan orang banyak.

Lalu, apa yang perlu Anda lakukan jika mengetahui ada kerabat atau teman Anda yang sedang mengalami depresi? Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu teman yang depresi.

1. Cari tahu lebih jauh soal depresi

Ada baiknya Anda mencari tahu tentang masalah kejiwaan, khususnya depresi untuk membantu Anda mengetahui apa yang sedang dialami oleh teman Anda. Mempelajari depresi akan membantu Anda memperhitungkan apa yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan ketika menghadapi teman yang depresi.

2. Dengarkan curhatan teman yang depresi

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah mendengarkan teman yang depresi. Mungkin Anda akan menganggap bahwa masalah yang mereka hadapi tidak terlalu berat. Namun, jangan pernah berkata, “Masa baru begitu saja kamu sudah galau?” atau, “Kamu saja yang terlalu berlebihan,”.

Ini karena orang yang depresi memang kondisi psikisnya berbeda dengan orang yang sehat. Mereka kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih, mengambil keputusan, dan bersikap positif. Jadi mengatakan hal-hal seperti itu bukannya memecut teman yang depresi, tapi malah membuatnya semakin terpuruk.

Anda cukup diam dan mendengarkan setiap perkataannya sambil memberi dukungan lewat pelukan, genggaman tangan, atau rangkulan. Anda bisa menawarkan kata-kata seperti, “Apa pun yang terjadi, aku ada di sini,” atau, “Pasti rasanya berat sekali, ya?”. Hal ini akan membuat mereka merasa didengarkan, didukung, dan tidak sendirian dalam menghadapi persoalan hidupnya.

3. Jangan putus komunikasi

Orang yang sedang mengalami depresi cenderung menarik diri dari lingkungan. Mereka lebih menyukai kesendirian dengan berdiam diri. Untuk itu, Anda perlu menjaga komunikasi Anda dengan teman Anda tersebut.

Karena pesan teks sederhana seperti, “Kamu baik-baik saja, kan?” atau, “Aku main ke tempat kamu, ya?” bisa membuat perubahaan suasana hati mereka lebih baik. Teman Anda jadi ingat bahwa masih ada orang-orang yang tulus memikirkan dan memedulikan dirinya.

4. Ajak teman untuk mencari pertolongan

Bukanlah hal mudah untuk mengajak orang yang sedang mengalami depresi untuk mencari pertolongan. Misalnya dengan pergi ke psikolog atau dokter spesialis kesehatan jiwa. Mereka akan menganggap bahwa mereka baik-baik saja dan hanya butuh waktu untuk menyendiri.

Bagaimanapun juga, Anda perlu meyakinkan mereka bahwa tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke psikolog atau dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Beritahu mereka bahwa depresi adalah masalah kesehatan, dan mengabaikannya tidak akan membuat keadaan lebih baik.

Jika perlu, Anda sendirilah yang harus mengantarkan teman yang depresi mencari bantuan medis. Apalagi bila teman Anda sudah menunjukkan tanda-tanda depresi yang serius seperti berat badan menurun drastis, menyakiti diri sendiri, hingga muncul pikiran untuk mengakhiri nyawanya.

5. Mendukung pengobatan yang dijalani

Setelah berkonsultasi dengan dokter, biasanya, orang yang mengalami depresi akan diberikan obat dan atau pelaksanaan terapi. Untuk itu, Anda bisa membantu mereka untuk teratur menjalankan pengobatannya. Di antaranya dengan memastikan bahwa obat-obatan yang diresepkan tersedia, mendampingi mereka saat menjalankan terapi, merekomendasikan perubahan gaya hidup, dan ajak mereka untuk rutin melakukan check-up ke dokter.

Jika Anda, kerabat, atau anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda depresi atau gejala penyakit mental lainnya, atau menunjukkan keinginan atau perilaku atau ingin mencoba bunuh diri, segera hubungi hotline darurat polisi 110 atau hotline Pencegahan Bunuh Diri (021)7256526/(021) 7257826/(021) 7221810. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit