home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Tips Bijak Membantu Teman yang Depresi

5 Tips Bijak Membantu Teman yang Depresi

Depresi bukan sekadar kegalauan atau kesedihan sesaat, melainkan sebuah gangguan kejiwaan yang butuh penanganan khusus. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara menghadapi teman yang depresi. Ketidaktahuan tersebut akhirnya membuat orang yang sedang depresi merasa sendirian dan tidak mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Terlebih, orang yang mengalami depresi juga tidak selalu menunjukkan dengan gamblang bahwa dirinya sedang depresi. Mereka sering kali bertingkah normal di depan orang banyak.

Lalu, apa yang perlu Anda lakukan jika mengetahui ada kerabat atau teman Anda yang sedang mengalami depresi? Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu teman yang depresi.

1. Cari tahu lebih jauh soal depresi

Ada baiknya Anda mencari tahu tentang masalah kejiwaan, khususnya depresi untuk membantu Anda mengetahui apa yang sedang dialami oleh teman Anda. Mempelajari depresi akan membantu Anda memperhitungkan apa yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan ketika menghadapi teman yang depresi.

2. Dengarkan curhatan teman yang depresi

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan adalah mendengarkan teman yang depresi. Mungkin Anda akan menganggap bahwa masalah yang mereka hadapi tidak terlalu berat. Namun, jangan pernah berkata, “Masa baru begitu saja kamu sudah galau?” atau, “Kamu saja yang terlalu berlebihan,”.

Ini karena orang yang depresi memang kondisi psikisnya berbeda dengan orang yang sehat. Mereka kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih, mengambil keputusan, dan bersikap positif. Jadi mengatakan hal-hal seperti itu bukannya memecut teman yang depresi, tapi malah membuatnya semakin terpuruk.

Anda cukup diam dan mendengarkan setiap perkataannya sambil memberi dukungan lewat pelukan, genggaman tangan, atau rangkulan. Anda bisa menawarkan kata-kata seperti, “Apa pun yang terjadi, aku ada di sini,” atau, “Pasti rasanya berat sekali, ya?”. Hal ini akan membuat mereka merasa didengarkan, didukung, dan tidak sendirian dalam menghadapi persoalan hidupnya.

3. Jangan putus komunikasi

Orang yang sedang mengalami depresi cenderung menarik diri dari lingkungan. Mereka lebih menyukai kesendirian dengan berdiam diri. Untuk itu, Anda perlu menjaga komunikasi Anda dengan teman Anda tersebut.

Karena pesan teks sederhana seperti, “Kamu baik-baik saja, kan?” atau, “Aku main ke tempat kamu, ya?” bisa membuat perubahaan suasana hati mereka lebih baik. Teman Anda jadi ingat bahwa masih ada orang-orang yang tulus memikirkan dan memedulikan dirinya.

4. Ajak teman untuk mencari pertolongan

Bukanlah hal mudah untuk mengajak orang yang sedang mengalami depresi untuk mencari pertolongan. Misalnya dengan pergi ke psikolog atau dokter spesialis kesehatan jiwa. Mereka akan menganggap bahwa mereka baik-baik saja dan hanya butuh waktu untuk menyendiri.

Bagaimanapun juga, Anda perlu meyakinkan mereka bahwa tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke psikolog atau dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Beritahu mereka bahwa depresi adalah masalah kesehatan, dan mengabaikannya tidak akan membuat keadaan lebih baik.

Jika perlu, Anda sendirilah yang harus mengantarkan teman yang depresi mencari bantuan medis. Apalagi bila teman Anda sudah menunjukkan tanda-tanda depresi yang serius seperti berat badan menurun drastis, menyakiti diri sendiri, hingga muncul pikiran untuk mengakhiri nyawanya.

5. Mendukung pengobatan yang dijalani

Setelah berkonsultasi dengan dokter, biasanya, orang yang mengalami depresi akan diberikan obat dan atau pelaksanaan terapi. Untuk itu, Anda bisa membantu mereka untuk teratur menjalankan pengobatannya. Di antaranya dengan memastikan bahwa obat-obatan yang diresepkan tersedia, mendampingi mereka saat menjalankan terapi, merekomendasikan perubahan gaya hidup, dan ajak mereka untuk rutin melakukan check-up ke dokter.

Jika Anda, kerabat, atau anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda depresi atau gejala penyakit mental lainnya, atau menunjukkan keinginan atau perilaku atau ingin mencoba bunuh diri, segera hubungi hotline darurat polisi 110 atau hotline Pencegahan Bunuh Diri (021)7256526/(021) 7257826/(021) 7221810.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati Diperbarui 27/10/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x