4 Pertimbangan Penting Kenapa Anda Tidak Boleh Terlalu Baik Pada Orang Lain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sejak kecil, orangtua selalu mendidik kita untuk menjadi orang baik. Tidak ada salahnya menjadi orang yang baik hati. Namun, jangan juga jadi orang naif yang terlalu “polos”. Hal ini malah bisa menjadi senjata makan tuan bagi Anda ketika berinteraksi dengan orang lain di tengah kerasnya dunia nyata.

Kerugian jadi orang naif dan terlalu polos

1. Orang lain menganggap Anda sebagai pribadi yang membosankan

Siapa yang tidak suka berteman atau menjalin hubungan dengan orang baik hati? Anda juga pastinya ingin bergaul hanya dengan orang-orang yang juga selalu baik pada Anda.

Namun menjadi orang naif yang terlalu polos, apa-apa serba nrimo dan pasrah saja, membuat orang lain memandang Anda sebelah mata. Anda akan dinilai sebagai orang yang sangat membosankan dan mudah ditebak.

2. Anda mudah disepelekan

Jadi orang yang baik bukan berarti kepribadian Anda lemah. Orang baik bisa saja tetap bersikap tegas dan berpendirian teguh. Seseorang akan lebih cenderung dihargai jika ia bisa bersikap tegas dan menjadi dirinya sendiri.

Namun, orang naif yang terlalu polos biasanya tidak pernah bisa menolak permintaan orang lain; tidak bisa marah untuk mengekspresikan diri; tidak tega untuk blak-blakan (mengeluarkan uneg-uneg); selalu mengalah demi orang lain; dan selalu mementingkan kebutuhan orang lain daripada diri Anda sendiri.

Karakteristik ini seringnya dianggap lemah, sehingga membuka kesempatan bagi orang lain untuk menyepelekan dan memanfaatkan kebaikan Anda demi keuntungan pribadinya. Pasalnya, orang lain akan lebih mudah menebak reaksi Anda jika diminta pertolongan atau ketika meminta sesuatu dari Anda.

3. Anda tidak bisa menjadi diri sendiri

Ketika Anda sulit mengekspresikan diri sendiri, ini sama saja Anda tidak menjadi diri Anda sendiri. Emosi yang dipendam terus lama-lama bisa memicu depresi menggerogoti diri Anda.

Di sisi lain, sikap yang terlalu naif dan polos bisa disebabkan oleh kepercayaan diri yang rendah. Hal ini menyebabkan seseorang mau dan siap melakukan apa saja untuk orang lain demi mendapatkan persetujuan dan kenyamanan. Padahal, ini bukanlah suatu cara yang baik untuk mendapatkan pengakuan lingkungan sekitar atas eksistensi diri Anda.

4. Anda gampang kecewa

Kebiasaan memendam emosi karena sering dikecewakan oleh sikap orang lain dapat menjadi bumerang buat Anda. Tak jarang juga Anda akan disebut sebagai korban perasaan. Lama kelamaan, lelah dan keki karena terus dikecewakan bisa membuat perasaan dan mental Anda ini jadi tidak stabil, dan bisa mengakibatkan depresi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

    Banyak ibu yang bingung memberikan anaknya makan ketika sudah memasuki usia 1 tahun. Jangan cemas, berikut pedoman praktis makanan anak 1-3 tahun.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

    Asam lambung naik atau refluks yang terjadi secara kambuhan, kemungkinan bisa sebabkan kanker kerongkongan. Cari tahu alasannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit Kanker Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

    8 Tips Menjaga Bakteri Baik dalam Usus

    Tahukah Anda bahwa di dalam tubuh terdapat 100 triliun bakteri usus? Bakteri ini baik untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kesehatan Pencernaan 8 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

    Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

    Ketika demam, Anda akan memakai termometer untuk mengukur suhu tubuh. Bagaimana cara pakai termometer yang benar sesuai jenisnya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kondom dipakai dua kali

    Kondom Dipakai Dua Kali, Apa Saja Risiko yang Mungkin Terjadi?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
    lidah gatal

    7 Kondisi Penyebab Lidah Anda Terasa Gatal, dari Masalah Ringan Hingga Serius

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
    setelah cabut gigi

    7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Cabut Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
    posisi tidur

    Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit