home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Pertimbangan Penting Kenapa Anda Tidak Boleh Terlalu Baik Pada Orang Lain

4 Pertimbangan Penting Kenapa Anda Tidak Boleh Terlalu Baik Pada Orang Lain

Sejak kecil, orangtua selalu mendidik kita untuk menjadi orang baik. Tidak ada salahnya menjadi orang yang baik hati. Namun, jangan juga jadi orang naif yang terlalu “polos”. Hal ini malah bisa menjadi senjata makan tuan bagi Anda ketika berinteraksi dengan orang lain di tengah kerasnya dunia nyata.

Kerugian jadi orang naif dan terlalu polos

Berikut beberapa kerugian yang mungkin Anda alami:

1. Orang lain menganggap Anda sebagai pribadi yang membosankan

Siapa yang tidak suka berteman atau menjalin hubungan dengan orang baik hati? Anda juga pastinya ingin bergaul hanya dengan orang-orang yang juga selalu baik pada Anda.

Namun menjadi orang naif yang terlalu polos, apa-apa serba nrimo dan pasrah saja, membuat orang lain memandang Anda sebelah mata. Anda akan dinilai sebagai orang yang sangat membosankan dan mudah ditebak.

2. Anda mudah disepelekan

Jadi orang yang baik bukan berarti kepribadian Anda lemah. Orang baik bisa saja tetap bersikap tegas dan berpendirian teguh. Seseorang akan lebih cenderung dihargai jika ia bisa bersikap tegas dan menjadi dirinya sendiri.

Namun, orang naif yang terlalu polos biasanya tidak pernah bisa menolak permintaan orang lain; tidak bisa marah untuk mengekspresikan diri; tidak tega untuk blak-blakan (mengeluarkan uneg-uneg); selalu mengalah demi orang lain; dan selalu mementingkan kebutuhan orang lain daripada diri Anda sendiri.

Karakteristik ini seringnya dianggap lemah, sehingga membuka kesempatan bagi orang lain untuk menyepelekan dan memanfaatkan kebaikan Anda demi keuntungan pribadinya. Pasalnya, orang lain akan lebih mudah menebak reaksi Anda jika diminta pertolongan atau ketika meminta sesuatu dari Anda.

3. Anda tidak bisa menjadi diri sendiri

Ketika Anda sulit mengekspresikan diri sendiri, ini sama saja Anda tidak menjadi diri Anda sendiri. Emosi yang dipendam terus lama-lama bisa memicu depresi menggerogoti diri Anda.

Di sisi lain, sikap yang terlalu naif dan polos bisa disebabkan oleh kepercayaan diri yang rendah. Hal ini menyebabkan seseorang mau dan siap melakukan apa saja untuk orang lain demi mendapatkan persetujuan dan kenyamanan. Padahal, ini bukanlah suatu cara yang baik untuk mendapatkan pengakuan lingkungan sekitar atas eksistensi diri Anda.

4. Anda gampang kecewa

Kebiasaan memendam emosi karena sering dikecewakan oleh sikap orang lain dapat menjadi bumerang buat Anda. Tak jarang juga Anda akan disebut sebagai korban perasaan. Lama kelamaan, lelah dan keki karena terus dikecewakan bisa membuat perasaan dan mental Anda ini jadi tidak stabil, dan bisa mengakibatkan depresi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

Why you should stop being a good person https://psychcentral.com/lib/why-you-should-stop-being-a-good-person/ Diakses pada 19 Januari 2018.

Stop being a good person https://www.psychologytoday.com/blog/traversing-the-inner-terrain/201506/stop-being-good Diakses pada 19 Januari 2018.

Stop being too nice https://www.huffingtonpost.com/michelle-martin/stop-being-too-nice_b_8545022.html Diakses pada 19 Januari 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 01/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x