Rasanya, kita semua sudah akrab dengan skenario berikut: Di tengah tidur nyenyak setelah seharian ditempa stres pekerjaan, Anda mendengar bunyi dengungan mengganggu dan tiba-tiba merasakan sengatan tajam di tangan atau kaki. Tidak lama kemudian, muncul bentol kemerahan di kulit.

Tanpa pikir panjang, Anda secara naluriah mulai menggaruk. Kulit Anda memerah, bekas gigitan nyamuk semakin terasa gatal, dan Anda terbangun dari mimpi hanya untuk menemukan dua bentol kemerahan baru dari gigitan nyamuk lainnya. Usai sudah malam panjang mimpi indah, tergantikan dengan kesibukan mengusir nyamuk bandel sekaligus terus menggaruk gatal yang tak kunjung henti.

Yang terjadi dalam tubuh Anda saat digigit nyamuk

Seekor nyamuk tidak menggigit. Nyamuk betina menggunakan mulutnya yang berbentuk seperti jarum untuk menusuk ke dalam kulit mangsanya, yang kemudian ia gunakan untuk mengisap darah.

Kurang dari lima persen kulit adalah pembuluh darah. Jadi, saat nyamuk sudah hinggap di tubuh Anda untuk mencari makan, ia harus ‘memancing’. Dari jauh, moncong nyamuk mungkin terlihat sebagai jarum tipis, tetapi sebenarnya moncong ini — disebut proboscis — merupakan sebuah set alat penggergaji dan pengisap, terbungkus dalam tabung yang disebut labium. Saat akan mengisap darah, tabung pembungkusnya akan membuka dan memperlihatkan enam bagian mulut (filamen) yang menusuk masuk ke dalam kulit.

Saat ‘menggigit’ mangsanya, keenam bagian mulut ini akan mekar dan bergerak dengan fleksibel untuk mencari pembuluh darah terdekat. Seringnya, proses ini berakhir dalam beberapa kali usaha pencarian, dan berlangsung selama beberapa menit, untuk bisa sukses memanen darah.

Nyamuk kemudian akan menggerakkan empat filamen untuk bekerja layaknya gergaji dan dongkrak untuk membantu memperlancar proses penghisapan darah oleh dua tabung paralel — hypopharix, yang akan melepaskan air liur ke dalam kulit, dan labrum, yang akan menghisap darah.

Nyamuk akan mengisap begitu keras hingga pembuluh darah mulai goyah. Beberapa bisa pecah, menumpahkan darah ke area sekitarnya. Saat hal ini terjadi, nyamuk biasanya akan ‘nambah’, meminum darah langsung dari kolam darah yang ia buat. Air liur yang dilepaskan mengandung agen anti-koagulan yang menjaga darah supaya tidak menggumpal agar nyamuk bisa dengan mudah menghisap darah.

Mengapa bentol gigitan nyamuk terasa gatal?

Gatal dan bentol dari bekas gigitan nyamuk disebabkan bukan dari gigitan nyamuk atau air liur nyamuk, melainkan respon dari sistem imun tubuh terhadap air liur tersebut. Air liur nyamuk mengandung kadar enzim dan protein yang melewati sistem pembekuan darah alami tubuh Anda. Antikoagulan ini langsung menyebabkan reaksi alergi ringan pada tubuh Anda.

Sistem kekebalan tubuh manusia merespon alergen tersebut dengan melepaskan histamin. Histamin menyebabkan pembuluh darah di sekitar area bekas gigitan nyamuk meradang sehingga kemudian timbul bentol merah di kulit. Histamin juga mengiritasi ujung-ujung saraf dalam kulit dan menyebabkan rasa gatal.

Mengapa menggaruk gatal rasanya menyenangkan?

Menggaruk adalah bentuk yang relatif kecil dari rasa sakit. Saat kita menggaruk, gerakan ini akan memblokir sensasi gatal akibat rasa sakit yang menyertai, secara sementara mengalihkan perhatian otak dari rasa gatal; sama halnya dengan pemberian kompres dingin, atau panas, atau bahkan sedikit sengatan listrik.

Sinyal rasa sakit ini dikirim ke otak oleh kumpulan saraf sama seperti sensasi gatal yang juga dikirimkan oleh kumpulan saraf yang berbeda.

Ketika kita dihadapkan oleh satu potensi bahaya, tubuh akan merespon dengan refleks penarikan. Coba saja untuk dekatkan tangan di atas api, pasti tidak akan lama Anda akan memiliki keinginan besar untuk segera menarik tangan Anda dari panas tersebut. Namun, menggaruk justru membawa refleks mendekat pada kulit yang bermasalah. Masuk akal memang, karena pemeriksaan lebih dekat dan garukan singkat lebih efektif untuk menumpas serangga yang merangkak di tubuh Anda daripada menjauhinya.

Menggaruk adalah cara yang baik tidak hanya untuk menyingkirkan serangga dan parasit, namun juga residu tanaman dan benda asing lainnya yang menempel di kulit Anda.

Selain itu, otak Anda menilai aktivitas menggaruk gatal sebagai tindakan penghargaan, semacam hadiah yang ‘pantas’ Anda dapatkan setelah menghadapi rasa sakit atau stres — dari gigitan nyamuk — dengan melepaskan dopamin ke seluruh otak. Dopamin adalah neurotransmitter dalam otak yang megatur gerakan, emosi, motivasi, dan perasaan senang. Ketika diaktifkan, sistem ini akan memberikan penghargaan atas perilaku kita dan membuat kita bahagia, yang memicu kita agar melakukannya lagi dan lagi untuk mendapatkan kepuasan yang sama.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca