home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Daun Kelor untuk Penglihatan, Kurangi Risiko Penyakit Mata Kronis

Manfaat Daun Kelor untuk Penglihatan, Kurangi Risiko Penyakit Mata Kronis

Daun kelor selama ini dikenal dengan khasiatnya untuk kesehatan kulit. Selain itu, kandungan antioksidan pada daun kelor ternyata juga memiliki manfaat untuk mata, terutama dalam mengurangi risiko penyakit katarak di usia lanjut. Ini karena di dalam daun kelor juga terdapat zat bioaktif lainnya yang merupakan nutrisi penting untuk merawat penglihatan. Agar lebih jelas, simak lebih lengkap ulasannya berikut ini, yuk!

Kandungan daun kelor yang memiliki manfaat untuk mata

Daun kelor

Daun kelor berasal dari tanaman Moringa oleifera yang biasanya tumbuh di sekitar wilayah tropis dan sub-tropis.

Pada pengobatan alternatif, daun kelor sudah sering dimanfaatkan sebagai obat alami guna mengatasi peradangan yang menyebabkan penyakit kronis.

Manfaat daun kelor untuk kesehatan mata berasal dari kandungan antioksidan berupa flavonoid, beta karoten, zeaxanthin, dan lutein.

Komponen aktif ini merupakan sumber gizi utama untuk melindungi mata dari risiko penyakit penglihatan kronis.

1. Fenolik dan flavonoid

Daun kelor tersusun atas beberapa zat fitokimia seperti glikosida, alkaloid, fenolik, dan flavonoid. Fenolik dan flavonoid bersifat antioksidan.

Artinya, komponen ini bisa mengurangi kerusakan sel tubuh akibat stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas terlalu tinggi sehingga menyebabkan kerusakan sel.

Penyakit katarak terjadi karena penggumpalan protein di sekitar lensa mata yang menyebabkan penglihatan seperti berkabut.

Salah satu kondisi yang bisa mengakibatkan penggumpalan ini adalah stres oksidatif.

Sebagai zat yang sangat reaktif, radikal bebas dapat merusak sel-sel di sekitar retina mata sehingga mempercepat pembentukan katarak.

Studi tahun 2014 yang dipublikasikan oleh Indian Journal of Opthalmology mempelajari pengaruh fenolik dan flavonoid pada ekstrak daun kelor terhadap kondisi stres oksidatif yang menyebabkan katarak.

Pada eksperimen yang dilakukan pada sel mata hewan di laboratorium ini, antioksidan dalam daun kelor menghambat proses oksidasi sehingga memiliki manfaat mengurangi risiko penyakit mata seperti katarak.

Studi ini menjelaskan bahwa kondisi stres oksidatif juga dipengaruhi oleh kadar gula darah yang tinggi. Dengan begitu, daun kelor berpotensi menghambat katarak akibat komplikasi diabetes.

Namun, untuk mengetahui daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai cara alami mengobati katarak pada mata masih diperlukan penelitian lebih lanjut,

2. Beta karoten

Anjuran konsumsi wortel untuk menjaga kesehatan mata tentunya sering Anda dengar. Ini karena wortel mengandung beta karoten yaitu bahan dasar pembentuk vitamin A.

Tak hanya pada wortel, beta karoten juga terdapat pada tumbuhan lain termasuk daun-daunan hijau seperti daun kelor.

Saat masuk ke dalam tubuh, beta karoten dari daun kelor selanjutnya dapat diolah menjadi vitamin A. Fungsi utama vitamin A adalah meningkatkan kerja kornea dan jaringan luar mata.

Lebih jauh, vitamin A juga bisa melindungi mata dari peradangan akibat infeksi.

Jenis vitamin pada daun kelor ini juga bersifat antioksidan sehingga dapat membantu menghalau stres oksidatif yang terjadi di sekitar mata.

Studi dari International Journal of Molecular Sciences menyebutkan kemampuan beta karoten dalam ekstrak daun kelor punya manfaat untuk menekan risiko penyakit mata yang berkaitan dengan usia, seperti degenerasi makula.

3. Zeaxanthin dan lutein

Pada daun kelor juga terdapat lutein dan zeaxanthin. Komponen gizi ini sering ditemukan dalam makanan yang mengandung pigmen karotenoid seperti tumbuh-tumbuhan hijau.

Lutein dan zeaxanthin ini sebenarnya juga terdapat dalam retina mata. Fungsinya adalah melindungi mata dari sumber cahaya berenergi tinggi seperti sinar ultraviolet.

Penambahan lutein dan zeaxanthin dari makanan atau suplemen dapat meningkatkan kualitas penglihatan terutama di keadaan yang minim cahaya.

Selain itu, lutein dan zeaxanthin bertindak sebagai antioksidan yang dapat menangkal kerusakan sel-sel mata akibat radikal bebas dalam kondisi stres oksidatif.

Bersamaan dengan komponen antioksidan lain yang terdapat pada daun kelor, lutein dan zeaxanthin mempunyai khasiat untuk melindungi mata dari penyakit katarak dan degenerasi makula.

6 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Mata, Selain Wortel

Cara memperoleh manfaat daun kelor untuk kesehatan mata

suplemen vitamin C

Meskipun beberapa riset menunjukkan potensi daun kelor untuk mata, belum ada yang menjelaskan cara pengolahan yang tepat dan berapa dosis yang aman untuk memperoleh manfaatnya.

Sebagian besar penelitian juga masih berupa pengujian awal yang dilakukan di laboratorium pada hewan, bukan pada manusia.

Oleh karena itu, pembuktian untuk menggunakan daun kelor sebagai cara alami mengobati sejumlah penyakit mata masih memerlukan studi lebih dalam dan masif.

Untuk saat ini, Anda bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung ekstrak daun kelor. Namun, Anda tetap harus berhati-hati dengan kemurnian dan kualitas dari produk yang Anda pilih.

Pastikan suplemen telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk mengetahui risiko efek samping yang mungkin timbul, penting bagi Anda selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lawrenson, J. G., & Downie, L. E. (2019). Nutrition and Eye Health. Nutrients11(9), 2123. https://doi.org/10.3390/nu11092123

Qi, L., Zhou, Y., Li, W., Zheng, M., Zhong, R., Jin, X., & Lin, Y. (2019). Effect of Moringa oleifera stem extract on hydrogen peroxide-induced opacity of cultured mouse lens. BMC complementary and alternative medicine19(1), 144. https://doi.org/10.1186/s12906-019-2555-z

Vergara-Jimenez, M., Almatrafi, M. M., & Fernandez, M. L. (2017). Bioactive Components in Moringa Oleifera Leaves Protect against Chronic Disease. Antioxidants (Basel, Switzerland)6(4), 91. https://doi.org/10.3390/antiox6040091

Kurmi, R., Ganeshpurkar, A., Bansal, D., Agnihotri, A., & Dubey, N. (2014). Ethanol extract of Moringa oliefera prevents in vitro glucose induced cataract on isolated goat eye lens. Indian journal of ophthalmology, 62(2), 154–157. https://doi.org/10.4103/0301-4738.116482

American Optometric Association. (2021). Diet and Nutrition. Retrieved 26 April 2021, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/caring-for-your-eyes/diet-and-nutrition?sso=y#:~:text=Researchers%20have%20linked%20eye%2Dfriendly,a%20lot%20of%20other%20foods.

American Academy of Ophthalmology. (2020). Diet and Nutrition.Retrieved 26 April 2021, from https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/diet-nutrition

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x