home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Memahami Jenis Lensa Kontak (Softlens) dan Cara Pemakaiannya yang Tepat

Memahami Jenis Lensa Kontak (Softlens) dan Cara Pemakaiannya yang Tepat

Anda tentu sudah tidak asing dengan lensa kontak alias softlens. Untuk beberapa orang dengan masalah penglihatan, softlens menjadi pilihan yang lebih menguntungkan dibanding dengan kacamata karena dinilai lebih praktis dan mendukung kegiatan sehari-hari penggunanya. Nah, mengetahui jenis dan cara pakai softlens yang tepat sangatlah penting agar kesehatan mata Anda senantiasa terjaga. Simak ulasannya di bawah ini.

Jenis-jenis softlens dan kegunaannya

berenang pakai softlens

Softlens atau lensa kontak adalah lapisan tipis berbentuk kepingan yang dipasang di mata untuk memperbaiki kualitas penglihatan. Seperti kacamata, softlens dapat mengatasi refraksi mata, atau gangguan penglihatan yang meliputi mata minus (miopi), plus (hipermetropi), serta mata silinder (astigmatisme).

Saat ini, sudah banyak lensa kontak yang tersedia di pasaran dengan jenis dan jangka waktu pemakaian yang bervariasi.

Agar Anda tidak salah pilih, Anda bisa mengikuti beberapa tips di bawah untuk menentukan mana lensa kontak yang sesuai dengan kebutuhan Anda:

1. Lensa kontak soft

Salah satu jenis lensa kontak yang paling banyak menjadi pilihan orang-orang adalah lensa kontak soft, atau yang lebih dikenal dengan softlens. Ya, softlens adalah istilah yang merujuk ke salah satu jenis lensa kontak.

Softlens terbuat dari plastik atau silicone hydrogel yang dikombinasikan dengan air. Kadar air dalam softlens inilah yang akan membantu oksigen melewati lensa menuju kornea Anda. Maka itu, banyak yang menyukai softlens karena lebih nyaman saat digunakan, mengurangi risiko mata kering, serta menjaga kornea mata tetap sehat.

Softlens sendiri terdiri dari berbagai jenis, seperti:

  • lensa harian dengan jangka waktu pemakaian tertentu, misalnya 1 hari, 2 minggu, aau 1 bulan
  • lensa torik, digunakan untuk mengatasi astigmatisme atau mata silinder
  • lensa berwarna atau dekoratif, yang tersedia dengan berbagai pilihan warna

2. Lensa rigid gas permeable (RGP)

Sesuai dengan namanya, jenis lensa ini jauh lebih kaku (rigid) jika dibandingkan dengan softlens. Lensa RGP biasanya terbuat dari plastik yang digabung dengan bahan-bahan lainnya. Bentuknya memang cenderung kaku, namun lensa ini masih bisa membiarkan oksigen masuk ke mata Anda.

Lensa RGP umum dipakai untuk mengatasi masalah mata tertentu, seperti mata silinder dan keratokonus (perubahan bentuk kornea mata). Orang-orang yang mudah mengalami alergi lensa kontak juga lebih cocok menggunakan lensa jenis RGP.

3. Lensa kontak bifokal

Lensa bifokal dikhususkan untuk orang-orang yang mengalami masalah penglihatan rabun dekat dan jauh. Kondisi ini biasanya disebut dengan presbiopi dan lebih umum ditemukan pada usia 40 tahun ke atas.

Lensa bifokal memiliki kemampuan untuk membantu memfokuskan bayangan dekat dan jauh dalam satu lensa. Lensa ini tersedia dalam bentuk softlens atau RGP.

4. Lensa kontak sklera

Seperti namanya, lensa jenis ini menutupi hampir seluruh permukaan mata hingga ke bagian yang berwarna putih (sklera). Berbeda dengan lensa kontak pada umumnya, lensa sklera memiliki ukuran yang lebih lebar.

Lensa sklera biasanya dikhususkan untuk kondisi-kondisi tertentu, seperti penderita keratokonus atau sindrom mata kering.

Jika Anda baru pertama kali mulai memakai lensa kontak dan bingung memilih mana yang cocok untuk mata Anda, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mata.

Cara memakai softlens yang benar

ciri ciri mata iritasi akibat softlens

Selain memilih jenis yang sesuai, Anda juga perlu mengetahui cara memasang softlens yang baik dan benar. Hal ini penting untuk Anda pahami, terutama jika Anda baru mulai menggunakan softlens untuk pertama kalinya.

Menurut situs American Academy of Ophthalmology, berikut adalah langkah-langkah memasang lensa kontak yang tepat:

  • Cuci tangan Anda, namun hindari menggunakan sabun dengan parfum atau minyak esensial tambahan.
  • Kocok tempat penyimpanan lensa kontak secara perlahan. Ambil lensa dengan hati-hati menggunakan ujung jari Anda.
  • Bilas lensa kontak dengan cairan khusus pembersih softlens. Hindari membilas lensa Anda dengan air keran.
  • Letakkan lensa di ujung jari telunjuk atau jari tengah Anda. Perhatikan terlebih dahulu apakah ada sobekan pada softlens Anda.
  • Pastikan juga bahwa lensa Anda tidak terbalik. Jika lensa melengkung ke bawah menyerupai mangkuk, artinya posisi lensa sudah benar.
  • Tekan kelopak mata bagian atas dan bawah dengan jari Anda sembari melihat ke cermin. Sebaiknya, gunakan jari tangan yang tidak Anda pakai untuk menyentuh softlens, misalnya memasang lensa dengan tangan kanan, lalu menarik kelopak mata dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri Anda.
  • Pasang softlens di permukaan bola mata Anda. Anda bisa melihat lurus ke depan atau ke atas saat memasang lensa.
  • Tutup mata Anda perlahan. Dengan posisi mata tertutup, putar bola mata Anda untuk memastikan lensa terpasang dengan sempurna. Selanjutnya, berkediplah dengan perlahan berkali-kali. Lihat lagi ke cermin untuk mengecek apakah lensa sudah terpasang di tengah-tengah bola mata Anda.

Tips lainnya saat memasang lensa kontak

Apabila Anda baru pertama kali menggunakan softlens, ada baiknya Anda memotong kuku Anda terlebih dahulu. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya sobekan pada lensa, atau risiko melukai mata Anda sendiri.

Selain itu, pastikan Anda memasang masing-masing softlens di bagian mata yang sama pada penggunaan berikutnya. Anda bisa melabeli kotak penyimpanan lensa dengan tulisan “kiri” dan “kanan”.

Hal yang paling utama adalah pastikan mata Anda selalu lembap dan sehat. Lensa yang terpasang di mata yang kering berisiko memicu masalah-masalah yang tidak Anda inginkan. Gunakan obat tetes mata sesuai dengan anjuran dokter, minum air putih yang banyak, serta jangan lupa berkedip saat menggunakan gadget dalam waktu lama.

Mengatasi softlens yang tersangkut

Hal yang dapat menyebabkan softlens sukar dilepas di antaranya yaitu Anda tidak sengaja atau tertidur saat masih memakainya, waktu pemakaian yang terlampau lama sehingga silikon mengering, dan menggunakan lensa yang ukurannya tidak sesuai.

Softlens berada pada posisi normal

Jika berposisi pada tengah-tengah kornea, kemungkinan besar lensa sulit dikeluarkan karena sudah mengering. Basuh lensa dan mata Anda menggunakan cairan salin normal atau larutan serba guna untuk lensa kontak.

Softlens sobek atau menjadi potongan-potongan kecil

Ketika sobek, jangan paksakan untuk tetap memakai kontak lensa dan segera ganti dengan yang baru. Cuci tangan Anda terlebih dahulu sebelum mencoba mengeluarkan potongan lensa. Tetesi mata dengan cairan atau larutan khusus agar lembab. Cari sobekannya dengan tangan, saat ketemu, dorong ke ujung luar mata.

Softlens hilang atau bersarang di kelopak mata

Saat kejadian ini menimpa Anda, cari kaca lalu miringkan sedikit kepala ke belakang. Angkat kelopak mata atas setinggi mungkin untuk memastikan keberadaan softlens dan bukan hilang karena terjatuh atau keluar dari mata dengan sendirinya.

Pastikan mata dalam kondisi lembab atau sudah ditetesi cairan khusus. Coba geser lensa menuju ke bawah lalu ambil dengan cara menjepitnya keluar.

Perhatikan tanggal kedaluwarsa softlens Anda

Softlens yang telah melebihi masa kedaluwarsanya sudah tidak boleh digunakan lagi, meskipun masih enak untuk dipakai. Artinya, jika masa kedaluwarsa lensa Anda misalnya 1 atau 3 bulan setelah dibuka, segera buang ketika sudah melewati waktu tersebut. Tujuannya supaya jumlah kotoran yang menumpuk pada lensa tidak terlalu banyak dan kesehatan mata tetap terjaga.

Meski begitu, terlepas dari batasan waktu maksimal pemakaiannya, Anda harus tetap memerhatikan gejala-gejala saat mengenakan lensa kontak.

Jika Anda merasakan ada yang aneh saat menggunakan lensa kontak, seperti mata perih, penglihatan buram, dan tanda tidak nyaman lainnya, sebaiknya segera “pensiunkan” dan ganti lensa dengan yang baru. Bahkan meskipun masa kedaluwarsanya belum habis.

Beberapa gangguan yang dapat timbul akibat menggunakan lensa kontak yang sudah kedaluwarsa atau bermasalah adalah:

Dibanding dengan kacamata, perawatan lensa kontak membutuhkan perhatian lebih. Anda perlu membersihkannya secara teratur dan menyimpannya dengan benar. Memiliki softlens yang terjaga kebersihannya akan menjauhkan Anda dari risiko terkena gangguan mata.

Memakai kacamata atau lensa kontak adalah pilihan pribadi. Perlu diingat, meskipun Anda memakai lensa kontak, Anda juga tetap harus memiliki kacamata sesuai resep dokter. Hal ini penting, terutama jika suatu saat Anda perlu sementara absen pakai lensa kontak akibat iritasi atau infeksi mata, atau Anda hanya ingin mengistirahatkan mata sejenak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Boyd, K. (2020). Contact Lenses for Vision Correction – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 16, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/glasses-contacts/contact-lens-102 

Boyd, K. (2018). How to Put in Contact Lenses – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 16, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/glasses-contacts/how-to-put-in-contact-lenses 

How do I get a contact lens out from the top of my eye? – American Academy of Ophthalmology. (2012). Retrieved September 16, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/stuck-contact-lens 

Sindt, CW. (2016). Dos and don’ts of contact lens wear – University of Iowa Health Care. Retrieved September 16, 2020, from https://uihc.org/health-topics/dos-and-donts-contact-lens-wear 

Scleral Lenses – GP Contact Lenses. (2013). Retrieved September 16, 2020, from https://www.contactlenses.org/scleral.htm 

Contact lenses: What to know before you buy – Mayo Clinic. (2019). Retrieved September 16, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/contact-lenses/art-20046293 

Insertion and Removal of Gas Permeable Contact Lenses. (2015). Retrieved September 16, 2020, from http://www.med.umich.edu/1libr/Ophthalmology/ContactLens/InsertionandRemovalofGasPermeableContacts.pdf 

Types of Contact Lenses – FDA. (2018). Retrieved September 16, 2020, from https://www.fda.gov/medical-devices/contact-lenses/types-contact-lenses

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 22/12/2020
x