Lensa Kontak Sklera dan Lensa Kontak Biasa, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu pengguna lensa kontak untuk memperbaiki gangguan penglihatan? Tahukah Anda bahwa ada dua jenis lensa kontak yang tersedia? Yuk, kenali dua jenis lensa kontak berikut ini.

Asal-usul lensa kontak

Ide lensa kontak semua berawal dari Leonardo da Vinci. Pada tahun 1508, ia menemukan bahwa dengan mencelupkan sebagian wajah ke dalam sebuah mangkuk transparan yang berisi air, ternyata dapat mengubah penglihatan secara tajam. Bermula dari temuan itu, pada tahun 1636, ilmuwan dari Perancis bernama Rene Descartes membuat sebuah tabung yang diisi dengan cairan dan menempelkan tabung itu tepat di permukaan mata.

Adanya kontak langsung dengan permukaan mata menjadi alasan diberilah nama lensa kontak. Namun, karena alat tersebut tidak praktis, lensa kontak tidak benar-benar berkembang hingga tahun 1800-an, di mana teknologi memungkinkan dibuatnya lensa kontak yang lebih praktis.

Semenjak itu, lensa kontak semakin berkembang hingga sekarang terdapat dua jenis lensa kontak, yaitu jenis kornea dan sklera. Ketahui perbedaannya berikut ini.

Lensa kontak kornea

Lensa kontak kornea merupakan jenis lensa kontak yang paling umum sekarang ini. Lensa kontak ini hanya menutupi sebagian dari permukaan mata saja, tepatnya pada bagian tengah mata yaitu kornea.

Oleh karena itulah, lensa kontak ini juga sering disebut softlens kornea. Lensa kontak kornea memiliki diameter yang kecil, rata-rata 13 mm hingga 15 mm. Seluruh permukaan lensa akan bersentuhan dengan permukaan kornea mata.

Lensa kontak sklera

Lensa kontak sklera sebenarnya bukanlah hal yang baru, justru ini merupakan jenis lensa kontak yang pertama kali dibuat. Lensa ini sempat ditinggalkan karena ukurannya yang terlalu besar sehingga permukaan mata tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Namun, sekarang seiring dengan berkembangnya teknologi, lensa kontak sklera mulai populer kembali.

Lensa kontak yang juga disebut softlens sclera menutupi hampir seluruh permukaan mata hingga ke bagian yang berwarna putih (sklera), sehingga disebut sebagai scleral lens. Lensa kontak sklera memiliki diameter yang lebih besar dibandingkan dengan lensa kontak kornea, yaitu mulai dari 14,5 mm hingga maksimal 24 mm.

Selain itu, hanya sebagian dari lensa yang bersentuhan dengan permukaan mata. Hanya bagian sklera mata yang bersentuhan dengan softlens. Terdapat ruang antara lensa dengan kornea yang diisi dengan cairan.

lensa kontak

Lensa kontak sklera ternyata lebih nyaman

Lensa kontak sklera jenis baru memiliki keunggulan dibandingkan dengan lensa kontak kornea. Diameter yang lebih besar membuat lensa kontak sklera menjadi lebih stabil, tidak mudah tergeser posisinya apabila mata berkedip. Selain itu, permukaan lensa kontak sklera tidak bersentuhan dengan kornea sehingga mengurangi iritasi dan rasa tidak nyaman pada mata serta tidak menyumbat pengeluaran air mata yang dapat menyebabkan sindrom mata kering.

Perlu diketahui, kornea merupakan bagian mata yang paling sensitif, sedangkan bagian putih mata (sklera) tidak begitu sensitif. Hal ini yang menjadi alasan softlens sclera jauh lebih nyaman dibandingkan lensa kontak biasa.

Apakah lensa kontak sklera tepat untuk Anda?

Secara umum, semua orang yang ingin menggunakan lensa kontak jenis kornea dapat menggunakan lensa kontak jenis sklera. Namun, jenis lensa kontak sklera akan sangat berguna bagi Anda yang memiliki kondisi khusus, misalnya:

  • Permukaan kornea yang tidak rata (keratokonus)
  • Berprofesi sebagai atlet atau olahragawan
  • Memiliki sindrom mata kering

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Vagina Anda luka? Jangan digaruk atau dibersihkan dengan sembarang sabun. Apa penyebab lecet dan luka di vagina? Dan bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Yang jelas, bulu alias rambut halus yang lebat ini diakibatkan tingginya hormon testosteron. Tapi apakah ini berarti nafsu seksualnya juga lebih tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Seksual, Tips Seks 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit