Mata Menonjol Keluar Seperti Terbelalak Setiap Saat? Awas Gejala Penyakit Graves

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mata yang menonjol keluar pada umumnya menandakan ekspresi kaget, terperangah, atau bahkan murka. Namun kalau mata Anda menonjol keluar setiap saat, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Exophthalmos, atau proptosis, merupakan istilah medis yang sering digunakan untuk menyebut bola mata yang menonjol keluar. Kelainan ini umum terjadi pada orang-orang yang punya penyakit tiroid, lebih spesifik lagi penyakit Graves. Apa itu penyakit Graves, dan kenapa bisa menyebabkan mata menonjol keluar? Apa bahayanya? Simak informasi lengkapnya di artikel ini

Apa itu penyakit Graves?

Penyakit Graves adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan kelenjar tiroid menjadi agresif. Fungsi dari kelenjar tiroid itu sendiri adalah memproduksi hormon tiroid untuk mengendalikan aktivitas tubuh. Jika kelenjar tiroid terlalu aktif dan memproduksi lebih banyak hormon tiroid, maka akan menyebabkan hipertiroidisme.

Penyakit Graves menyerang 1 dari 3 orang di dunia, dan lebih umum ditemukan pada wanita usia 30-50 tahun atau orang-orang perokok. Orang yang memiliki gangguan kekebalan tubuh seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis (rematik) juga cenderung lebih berisiko terkena penyakit ini

Kenapa penyakit Graves bisa menyebabkan mata menonjol keluar?

Penyakit Graves adalah penyakit autoimun, suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan sehat (bukannya sel asing penyebab penyakit seperti virus atau bakteri). Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh balik menyerang kelenjar tiroid yang terletak di leher dan otot serta jaringan lemak di sekitar mata, menyebabkan mata bengkak.

Efek peradangan yang ditimbulkan dari serangan ini kemudian dapat meningkatkan tekanan pada bola mata. Pada beberapa pasien, hal ini dapat menekan saraf mata. Pembengkakan dan peradangan yang terjadi juga turut melemahkan fungsi dari otot-otot penggerak mata yang disebut otot ekstraokular.

Beberapa gejala yang pada orang-orang dengan penyakit graves, selain mata menonjol keluar, antara lain:

  • Nyeri pada mata
  • Mata kering
  • Mata iritasi
  • Photophobia atau sensitif terhadap cahaya
  • Sering mengeluarkan air mata
  • Diplopia atau penglihatan ganda yang disebabkan oleh otot mata yang melemah
  • Penglihatan kabur
  • Kebutaan, apabila saraf mata terjepit
  • Sulit untuk menggerakkan mata, karena otot mata terganggu
  • Merasa ada tekanan di belakang bola mata

Mata menonjol keluar akibat penyakit Graves dapat menyebabkan Anda mengalami gangguan penglihatan jangka panjang. Meski begitu, efeknya jarang menetap jika kondisi ini segera ditangani.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Pertama-tama, dokter spesialis mata akan memeriksa kemampuan gerak mata Anda. Kemudian dokter akan mengukur seberapa jauh tonjolan bola mata Anda keluar dari tempat yang seharusnya dengan alat yang disebut dengan exophthalmometer. Mata bisa disebut menonjol keluar secara tidak normal jika panjang tonjolannya lebih dari 2 mm dari batas normal atas.

Bagaimana kondisi mata ini bisa diatasi?

Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi mata menonjol akibat penyakit Graves, seperti:

  • Berhenti merokok untuk mengurangi faktor risikonya
  • Minum obat untuk menurunkan kadar hormon tiroid dalam darah. Pengobatan ini tidak secara langsung mengobati masalah mata Anda, namun dapat mencegahnya menjadi lebih parah
  • Air mata buatan sebagai pelumas mata kering
  • Menggunakan kacamata hitam untuk photophobia
  • Suntikan kortikosteroid dapat membantu menurunkan peradangan yang menyertai kondisi Anda
  • Tindakan pembedahan

Penyebab mata menonjol keluar, selain karena penyakit Graves

Mata menonjol keluar juga dapat terjadi akibat kondisi lain selain penyakit Graves, yaitu:

  • Cedera mata
  • Perdarahan di belakang mata
  • Bentuk pembuluh darah yang tidak normal di belakang mata
  • Infeksi pada jaringan mata
  • Kanker mata, seperti neuroblastoma dan sarkoma

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan salah satu penyakit peradangan yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Sebelum beli kacamata, Anda perlu memeriksa mata untuk mendapatkan resep agar kacamata yang dibeli sesuai. Tapi, tahukah Anda cara membaca resep kacamata?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Diplopia, Gangguan Mata yang Menyebabkan Penglihatan Ganda

Jika Anda melihat satu benda tapi tampak sebagai dua benda, Anda mungkin mengalami diplopia atau penglihatan ganda. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Proptosis, Kondisi Ketika Mata Menonjol Secara Abnormal

Proptosis adalah kondisi yang menyebabkan mata menonjol seperti melotot. Umumnya, ini disebabkan masalah kelenjar tiroid. Bisakah disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jantung berdebar sampai badan gemetar

5 Kondisi yang Menyebabkan Jantung Mendadak Berdebar Kencang Sampai Tubuh Gemetar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengenal gangguan autoimun

Mengapa Penyakit Autoimun Semakin Banyak Terjadi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)

Pemfigoid Bulosa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
vitiligo adalah

Vitiligo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit