home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Operasi Kelopak Mata (Blefaroplasti)

Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Operasi Kelopak Mata (Blefaroplasti)

Bentuk serta posisi lipatan mata, atau yang biasa disebut dengan kelopak, berbeda-beda pada setiap orang. Ada kulit kelopak mata yang tampak kencang maupun kendur. Nah, salah satu upaya untuk memperindah struktur kelopak atau lipatan mata ini bisa dilakukan dengan metode operasi atau dikenal dengan nama blefaroplasti. Untuk tahu prosedur lengkapnya, baca terus ulasan berikut ini.

Apa itu blefaroplasti?

Blefaroplasti (blepharoplasty) adalah prosedur bedah plastik untuk memperbaiki bentuk, posisi, dan struktur kelopak atau lipatan mata.

Operasi kelopak mata ini bisa dilakukan untuk tujuan kecantikan maupun mengatasi gangguan penglihatan tertentu.

Blefaroplasti dapat mengurangi penumpukan lemak, menghilangkan lapisan kulit berlebih, dan mengencangkan kulit di sekitar kelopak mata.

Operasi bisa dilakukan dengan metode yang berbeda tergantung dari tujuan pembedahan.

Kapan saya perlu menjalani eyelid surgery?

Ptosis

Kelopak mata turun atau layu biasanya menjadi alasan utama bagi sebagian orang untuk melakukan blefaroplasti.

Eyelid surgery atau blefaroplasti dapat mengencangkan kulit kelopak mata sehingga wajah tampak lebih awet muda.

Selain untuk tujuan kecantikan, blefaroplasti berguna untuk memperbaiki fungsi penglihatan akibat gangguan syaraf atau pelemahan otot di sekitar kelopak mata.

Ptosis, yaitu penurunan posisi kelopak mata yang umumnya disebabkan oleh penuaan, adalah salah satu kondisi yang dapat diatasi dengan blefaroplasti.

Prosedur blefaroplasti umumnya dilakukan oleh dokter bedah mata. Dokter akan merekomendasikan Anda menjalani blefaroplasti jika mengalami kondisi seperti berikut.

  • Mengalami penyakit mata malas (ambliopia).
  • Pertumbuhan kulit di sekitar kelopak mata yang menghalangi penglihatan periferal (ujung).
  • Kelopak mata bawah mengendur dan menurunkan kelopak atas sehingga menyebabkan gangguan refraksi seperti mata silinder.
  • Penurunan kelopak mata akibat penumpukan kulit atau lemak di kelopak mata atas.
  • Kantung mata membengkak sehingga menutupi penglihatan.

Peringatan sebelum melakukan operasi kelopak mata

Tidak semua pasien bisa menjalani operasi kelopak mata. Blefaroplasti hanya bisa dilakukan jika kondisi otot kelopak mata dan otot-otot di sekitar wajah masih cukup kuat.

Untuk itu, jika kondisi pelemahan otot sudah parah, operasi ini tidak dapat dilakukan.

Menurut American Society of Ophthalmic Plastic Surgery, beberapa gangguan yang membuat pasien tidak bisa menjalani operasi kelopak mata di antaranya adalah:

  • glaukoma,
  • tekanan darah terlalu tinggi,
  • ablasio retina,
  • penyakit hipertiroidisme, dan
  • komplikasi diabetes pada mata.

Faktor seperti kebiasaan merokok pun bisa menghalangi Anda untuk melakukan operasi. Pasalnya, dampak dari merokok bisa meningkatkan risiko komplikasi dari blefaroplasti.

Persiapan sebelum blefaroplasti

Sebelum melakukan operasi, pasien perlu menjalani pemeriksaan mata lengkap untuk mengetahui kondisi kesehatan mata dan kemampuan penglihatan.

Hasil pemeriksaan ini akan membantu dokter merencanakan prosedur operasi yang efektif dan menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan komplikasi.

Sebelum menjalankan operasi, dokter akan meminta Anda untuk melakukan beberapa persiapan seperti berikut ini.

  • Tidak minum obat pengencer darah.
  • Berpuasa (tidak makan dan minum) selama 6 jam sebelum operasi.
  • Berhenti merokok selama beberapa minggu sebelum operasi.
  • Mengajak salah satu anggota keluarga untuk mendampingi Anda dari tahapan persiapan sampai pemulihan operasi.

Langkah persiapan ini bertujuan untuk menghindari risiko operasi yang serius seperti perdarahan atau komplikasi yang memperlambat proses pemulihan.

Prosedur operasi kelopak mata (blefaroplasti)

Operasi ptosis

Blefaroplasti dilakukan di bawah pengaruh obat bius. Dokter akan menyuntikkan anestesi lokal untuk memberikan efek mati rasa di sekitar wajah.

Namun, dokter bisa juga melakukan bius total untuk proses operasi yang lebih kompleks.

Dokter bisa melakukan operasi pada bagian atas atau bawah kelopak mata, tergantung dengan tujuan utama blefaroplasti. Keduanya bisa dilakukan secara bersamaan atau terpisah

Proses setiap blefaroplasti pun akan berbeda tergantung detail prosedurnya. Secara umum, berikut ini adalah langkah-langkah dalam prosedur operasi kelopak mata.

  1. Dokter membuat sayatan pada lipatan kulit di sekitar kelopak mata.
  2. Jika operasi dilakukan pada kelopak atas, dokter akan membuka kulit di kelopak mata atas.
  3. Sebaliknya, dokter akan membuat sayatan di irisan transkonjunktival, yaitu garis di bawah mata, untuk pembedahan kelopak bawah.
  4. Dokter bisa membuka sayatan untuk bagian dalam kelopak atau bagian kulit luar yang terletak di bawah bulu mata.
  5. Setelah itu, dokter akan membuang jaringan kulit dan lemak berlebih pada bagian kelopak yang perlu diperbaiki.
  6. Dokter juga bisa mengatur posisi otot-otot dalam kelopak sehingga dapat mengencangkan kulit di sekitarnya atau meninggikan kelopak mata sehingga bola mata terbuka lebih lebar.
  7. Pada beberapa kondisi, dokter pun bisa memanfaatkan teknologi laser untuk memperhalus hasil operasi sehingga memberikan tampilan yang lebih alami.
  8. Setelah memperbaiki kelopak mata, dokter akan menutup bekas sayatan dengan jahitan dengan lem fibrin untuk merekatkan jaringan yang terbuka.

Operasi kelopak mata atas bisa berlangsung selama 1 jam, sedangkan untuk kelopak bawah prosesnya bisa sampai 2 jam.

Pemulihan setelah blefaroplasti

Sebagian besar pasien diperbolehkan untuk langsung pulang beberapa jam setelah operasi. Dokter akan meresepkan beberapa obat untuk membantu proses pemulihan pasca-operasi.

Pemulihan bisa berlangsung selama 1 minggu atau lebih. Luka atau kemerahan bekas operasi bisa membutuhkan waktu beberapa minggu untuk memudar.

Selama masa pemulihan, Anda masih belum dapat melihat dengan jelas sehingga pastikan untuk tidak menyetir atau melakukan aktivitas lain yang bisa membahayakan kondisi Anda.

Agar lebih cepat pulih, cobalah lakukan beberapa cara berikut ini.

  • Perbanyak berbaring dengan menegakkan kepala selama beberapa hari. Tambahkanlah beberapa bantal untuk menyanggah kepala lebih tinggi.
  • Bersihkan kelopak mata menggunakan salep atau obat tetes mata yang diresepkan dokter.
  • Kompres kelopak mata dengan handuk yang dibasahi air dingin atau kantung es untuk meredakan bengkak pada kelopak.
  • Gunakan kacamata hitam saat bepergian keluar untuk melindungi mata dari sinar matahari dan polusi.
  • Jika terasa nyeri, konsumsilah obat pereda nyeri yang diresepkan dokter.
  • Hindari aktivitas berat yang membutuhkan tubuh untuk membungkuk, setidaknya selama seminggu.
  • Tidak memakai riasan di area mata, termasuk menggunakan lensa kontak sampai bekas operasi benar-benar pulih.
  • Menjaga kebersihan mata, tidak menggaruk area kelopak, dan tidak membiarkan mata terkena air terlalu lama.

Adakah komplikasi dari operasi kelopak mata?

Episkleritis

Komplikasi dari operasi kelopak mata jarang terjadi. Namun dibandingkan dengan operasi plastik lainnya, blefaroplasti lebih berisiko karena pembedahan dilakukan di area mata.

Pada dasarnya, semua prosedur pembedahan memang memiliki risiko.

Blefaroplasti umumnya menimbulkan beberapa efek samping, tapi bersifat sementara, sehingga masih dapat diatasi dengan pengobatan pasca operasi.

Beberapa efek samping blefaroplasti adalah:

  • sulit menutup mata,
  • kebas sementara pada kulit,
  • mata kering atau berair,
  • penglihatan kabur, dan
  • pembengkakan kelopak mata bawah.

Sementara itu, menurut American Academy of Ophthalmology berikut ini adalah risiko komplikasi (dampak yang lebih serius) dari operasi kelopak mata, yaitu:

  • perdarahan di belakang bola mata,
  • infeksi luka operasi,
  • penggumpalan darah yang berujung pada komplikasi jantung,
  • posisi kelopak mata bawah tertarik ke bawah,
  • mata cekung jika lemak yang diangkat terlalu banyak, dan
  • kelopak mata terbalik atau berkantung.

Penting bagi Anda untuk mengetahui peringatan dan mematuhi anjuran persiapan dari dokter sebelum melakukan operasi guna mencegah komplikasi.

Bila Anda mengalami efek samping yang berlangsung jangka panjang, segera berkonsultasilah dengan dokter.

Jika ingin melakukan blefaroplasti demi tujuan kecantikan, pastikan Anda memiliki ekspektasi yang realistis dan benar-benar mengetahui risiko dari operasi kelopak mata ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stones, J. (2021). Eye and Brow Lift. Retrieved 11 June 2021, from https://www.asoprs.org/eye-and-brow-lift

American Society of Plastic Surgery. (2021). Eyelid Surgery. Retrieved 11 June 2021, from https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/eyelid-surgery

American Academy of Ophthalmology . (2021). Upper Eyelid Blepharoplasty. Retrieved 11 June 2021, from https://www.aao.org/oculoplastics-center/upper-eyelid-blepharoplasty

NHS. (2019). Cosmetic procedures – Eyelid surgery. Retrieved 11 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/cosmetic-procedures/eyelid-surgery/

Mayo Clinic. (2021). Blepharoplasty. Retrieved 11 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/blepharoplasty/about/pac-20385174#:~:text=Blepharoplasty%20(BLEF%2Duh%2Droe,the%20muscles%20supporting%20them%20weaken.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 28/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x