home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Melihat layar digital menuntut mata kita untuk lebih fokus, bekerja lebih keras, dan membuat orang rentan mengalami masalah pada mata. Masalah yang paling sering terjadi akibat terlalu lama melihat layar digital adalah dry eye (DE) atau mata kering dan computer vision syndrome (CVS). Computer vision syndrome terjadi akibat penggunaan komputer, tablet, atau smartphone secara terus menerus. Manifestasi dari penyakit ini yakni sakit kepala, pandangan kabur, pegal-pegal pada leher, lelah, mata nyeri, mata kering, pandangan ganda, dan vertigo.

Meningkatnya risiko mata kering dan computer eye syndrome

Di era digital, masyarakat global semakin tergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan mereka dibandingkan generasi sebelumnya. Berdasarkan riset HootSuite dan We Are Social dalam Global Digital Reports 2020, Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara paling lama mengakses internet setiap harinya.

Pengguna internet berusia 16-64 tahun di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 8 jam 36 menit per hari dalam menggunakan internet. Angka ini melampaui rata-rata waktu penggunaan internet global yang berada di kisaran 6 jam 43 menit per harinya.

Lama waktu paparan layar digital setiap hari ini berkontribusi dalam meningkatnya keluhan mata dalam lingkup kasus dry eye dan computer vision syndrome.

dry eye

Dry eye atau mata kering adalah penyakit multifaktorial pada air mata dan permukaan mata yang menghasilkan gejala ketidaknyamanan, gangguan penglihatan, dan ketidakstabilan film air mata dengan potensi kerusakan pada permukaan mata.

Sedangkan CVS mengacu pada spektrum gejala yang berhubungan dengan penglihatan dan otot yang terlihat akibat penggunaan layar (komputer, tablet, atau smartphone) secara terus menerus. Kedua penyakit ini, dry eyes dan CVS, dapat dan sering terjadi secara bersamaan serta berhubungan erat dengan satu sama lain.

Gejala umum computer vision syndrome

  • Kekeringan dan iritasi pada mata
  • Sensasi terbakar pada mata
  • Asthenopia atau mata lelah/tegang
  • Epifora atau keluar air mata berlebihan
  • Hiperemia yakni kondisi adanya volume darah berlebihan dalam pembuluh darah disertai pelebaran pembuluh darah. (mata menjadi merah)
  • Penglihatan kabur
  • Diplopia atau penglihatan berbayang (penglihatan ganda)
  • Sensitivitas cahaya
  • Ilusi/tipuan sementara dalam persepsi warna.

Beberapa gejala ini diduga berasal dari robekan dan disfungsi permukaan mata, termasuk sensasi iritasi, rasa terbakar, dan kekeringan. Sedangkan gejala seperti asthenopia, penglihatan kabur dan ganda, selain berasal dari masalah permukaan bisa juga berasal dari disfungsi dalam sistem akomodatif dan gerakan bola mata.

Keluhan ekstraokuler lain yang terkait dengan computer vision syndrome termasuk nyeri muskuloskeletal di leher, punggung, dan bahu.

Diperkirakan 50-90% dari semua pengguna komputer mengalami gejala computer vision syndrome. Kerusakan mata terkait penggunaan komputer adalah multifaktor dan dapat bervariasi di antara jenis perangkat dan pola penggunaan.

Penanganan dan pencegahan masalah mata karena layar digital

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Identifikasi dry eye merupakan tindakan yang diperlukan untuk meminimalkan konsekuensi negatif computer vision syndrome.

  1. Mengobati komponen yang mendasari DE untuk mencegah kerusakan
  2. Memperbaiki posisi perangkat VDT (visual display terminal) atau layar monitor
  3. Membatasi waktu layar dan modifikasi kedip
  4. Mengoptimalkan kelembaban tempat kerja

Penanganan masalah mata terkait penggunaan layar digital ini harus dibuat secara individual dan sesuai dengan kondisi lingkungan kerja pasien. Namun, penanganan utama yang dianjurkan adalah dengan melakukan adaptasi gaya hidup.

Cara menghindari computer vision syndrome

Idealnya CVS dapat dihindari dengan mengurangi waktu dalam menatap layar digital. Namun, terkadang hal itu tidak memungkinkan karena situasi pekerjaan atau sekolah.

Berikut kebiasaan tertentu untuk mengurangi ketegangan mata karena layar komputer:

  1. Pastikan postur tubuh dan layar komputer sejajar dengan lengan dan sedikit di bawah ketinggian mata.
  2. Ubah posisi layar untuk meminimalkan tatapan langsung dan kesilauan cahaya layar. Kemudian sesuaikan pula cahaya ruangan agar tidak bertabrakan dengan layar komputer.
  3. Gunakan kacamata khusus dengan lensa anti refleksi untuk memblokir dan menyerap blue light (cahaya biru)
  4. Setiap 20 menit menatap layar komputer, luangkan 20 detik untuk fokus pada objek yang berjarak kurang lebih 6 meter.
  5. Fokuslah untuk berkedip secara teratur untuk menjaga kelembaban mata.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

x