Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Melihat layar digital menuntut mata kita untuk lebih fokus, bekerja lebih keras, dan membuat orang rentan mengalami masalah pada mata. Masalah yang paling sering terjadi akibat terlalu lama melihat layar digital adalah dry eye (DE) atau mata kering dan computer vision syndrome (CVS). Computer vision syndrome terjadi akibat penggunaan komputer, tablet, atau smartphone secara terus menerus. Manifestasi dari penyakit ini yakni sakit kepala, pandangan kabur, pegal-pegal pada leher, lelah, mata nyeri, mata kering, pandangan ganda, dan vertigo.

Meningkatnya risiko mata kering dan computer eye syndrome

Di era digital, masyarakat global semakin tergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan mereka dibandingkan generasi sebelumnya. Berdasarkan riset HootSuite dan We Are Social dalam Global Digital Reports 2020, Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara paling lama mengakses internet setiap harinya. 

Pengguna internet berusia 16-64 tahun di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 8 jam 36 menit per hari dalam menggunakan internet. Angka ini melampaui rata-rata waktu penggunaan internet global yang berada di kisaran 6 jam 43 menit per harinya. 

Lama waktu paparan layar digital setiap hari ini berkontribusi dalam meningkatnya keluhan mata dalam lingkup kasus dry eye dan computer vision syndrome.

dry eye

Dry eye atau mata kering adalah penyakit multifaktorial pada air mata dan permukaan mata yang menghasilkan gejala ketidaknyamanan, gangguan penglihatan, dan ketidakstabilan film air mata dengan potensi kerusakan pada permukaan mata. 

Sedangkan CVS mengacu pada spektrum gejala yang berhubungan dengan penglihatan dan otot yang terlihat akibat penggunaan layar (komputer, tablet, atau smartphone) secara terus menerus. Kedua penyakit ini, dry eyes dan CVS, dapat dan sering terjadi secara bersamaan serta berhubungan erat dengan satu sama lain.

Gejala umum computer vision syndrome

  • Kekeringan dan iritasi pada mata
  • Sensasi terbakar pada mata
  • Asthenopia atau mata lelah/tegang
  • Epifora atau keluar air mata berlebihan
  • Hiperemia yakni kondisi adanya volume darah berlebihan dalam pembuluh darah disertai pelebaran pembuluh darah. (mata menjadi merah)
  • Penglihatan kabur
  • Diplopia atau penglihatan berbayang (penglihatan ganda)
  • Sensitivitas cahaya
  • Ilusi/tipuan sementara dalam persepsi warna. 

Beberapa gejala ini diduga berasal dari robekan dan disfungsi permukaan mata, termasuk sensasi iritasi, rasa terbakar, dan kekeringan. Sedangkan gejala seperti asthenopia, penglihatan kabur dan ganda, selain berasal dari masalah permukaan bisa juga berasal dari disfungsi dalam sistem akomodatif dan gerakan bola mata.

Keluhan ekstraokuler lain yang terkait dengan computer vision syndrome  termasuk nyeri muskuloskeletal di leher, punggung, dan bahu.

Diperkirakan 50-90% dari semua pengguna komputer mengalami gejala computer vision syndrome. Kerusakan mata terkait penggunaan komputer adalah multifaktor dan dapat bervariasi di antara jenis perangkat dan pola penggunaan.

Penanganan dan pencegahan masalah mata karena layar digital

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Identifikasi dry eye merupakan tindakan yang diperlukan untuk meminimalkan konsekuensi negatif computer vision syndrome. 

  1. Mengobati komponen yang mendasari DE untuk mencegah kerusakan
  2. Memperbaiki posisi perangkat VDT (visual display terminal) atau layar monitor
  3. Membatasi waktu layar dan modifikasi kedip
  4. Mengoptimalkan kelembaban tempat kerja

Penanganan masalah mata terkait penggunaan layar digital ini harus dibuat secara individual dan sesuai dengan kondisi lingkungan kerja pasien. Namun, penanganan utama yang dianjurkan adalah dengan melakukan adaptasi gaya hidup.

Cara menghindari computer vision syndrome

Idealnya CVS dapat dihindari dengan mengurangi waktu dalam menatap layar digital. Namun, terkadang hal itu tidak memungkinkan karena situasi pekerjaan atau sekolah. 

Berikut kebiasaan tertentu untuk mengurangi ketegangan mata karena layar komputer:

  1. Pastikan postur tubuh dan layar komputer sejajar dengan lengan dan sedikit di bawah ketinggian mata.
  2. Ubah posisi layar untuk meminimalkan tatapan langsung dan kesilauan cahaya layar. Kemudian sesuaikan pula cahaya ruangan agar tidak bertabrakan dengan layar komputer. 
  3. Gunakan kacamata khusus dengan lensa anti refleksi untuk memblokir dan menyerap blue light (cahaya biru) 
  4. Setiap 20 menit menatap layar komputer, luangkan 20 detik untuk fokus pada objek yang berjarak kurang lebih 6 meter. 
  5. Fokuslah untuk berkedip secara teratur untuk menjaga kelembaban mata.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Was this article helpful for you ?

Artikel dari ahli dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital

Dry eye (DE) dan computer vision syndrome (CVS) adalah masalah yang dapat timbul akibat terlalu lama melihat layar. Bagaimana mengatasinya?

Ditulis oleh: dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Computer Vision Syndrome, Masalah Mata Di Era Digital
Masalah Mata Lainnya 24 Februari 2021

Tantangan Memutus Rantai Penyakit Thalasemia di Indonesia

Penyakit kelainan darah ini belum bisa disembuhkan. Memutus rantai keturunan thalasemia harus dilakukan dengan pencegahan. Bagaimana caranya?

Ditulis oleh: dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
tes thalasemia

Perhatikan Penggunaan Disinfektan yang Baik Agar Aman dan Efektif Cegah Penyebaran Virus

Sebelum menggunakan disinfektan, ada baiknya Anda memahami cara menggunakan larutan tersebut dengan baik dan benar agar efektif dan tidak memberbahayakan.

Ditulis oleh: dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
cara menggunakan disinfektan

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Mata Belekan yang Harus Diwaspadai

Coba perhatikan bagaimana kondisi mata belekan Anda di pagi hari. Apakah kering seperti remah, lengket berserabut warna putih, atau justru hijau kekuningan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Funduskopi (Oftalmoskopi), Pemeriksaan untuk Diagnosis Berbagai Penyakit Mata

Funduskopi, atau oftalmoskopi, adalah tes untuk memeriksa mata bagian dalam. Apa saja penyakit yang bisa terdeteksi? Seperti apa prosesnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Mata Kering

Pemakai lensa kontak sudah biasa mengalami mata kering. Tapi tahukah bahwa penyebab mata kering Anda mungkin adalah pil KB yang Anda gunakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Tanda Saatnya Anda Periksa ke Dokter Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab mata berair

9 Penyebab Mata Anda Terus Berair dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
sakit kepala di belakang mata

9 Penyebab Sakit Kepala Nyut-nyutan di Belakang Mata

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
kedutan mata kiri atas

Mata Sering Kedutan, Apa Artinya dari Sisi Medis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit