home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Mengatasi Ambeien pada Lansia, Secara Alami dan Medis dari Dokter

Cara Mengatasi Ambeien pada Lansia, Secara Alami dan Medis dari Dokter

Semakin bertambah tua, risiko beberapa penyakit akan semakin meningkat. Bukan hanya penyakit degeneratif saja, tapi juga penyakit lain, seperti ambeien (wasir). Meski bukan termasuk penyakit yang membahayakan jiwa, tanpa perawatan yang tepat, ambeien bisa menyebabkan komplikasi, berupa penggumpalan darah atau anemia jika perdarahan cukup parah. Lantas, bagaimana cara mengatasi ambeien pada lansia?

Tanda-tanda lansia mengalami ambeien

Risiko ambeien akan meningkat seiring bertambahnya usia. Penyebab meningkatnya risiko ambeien pada lansia adalah jaringan yang menopang pembuluh darah di rektum dan anus bisa melemah dan meregang. Di samping itu lansia juga menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk lama, yang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di rektum dan anus.

Ambeien (wasir) sendiri adalah kondisi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada pembuluh darah vena di sekitar anus dan rektum. Lansia yang mengalami kondisi ini akan kesulitan untuk duduk akibat nyeri. Cara mengatasi ambeien pada lansia ini bisa lansia lakukan secara alami atau berdasarkan rekomendasi dokter, bergantung dengan keparahan gejala.

Selain nyeri dan iritasi di sekitar anus, beberapa lansia juga mungkin mengalami gejala ambeien lain, di antaranya:

  • Gatal yang ekstrim pada sekitar anus.
  • Ada benjolan gatal, nyeri, atau bengkak dekat anus.
  • BAB berdarah merah terang.

Cara mengatasi ambeien untuk lansia di rumah

persiapan puasa untuk lansia

Tak perlu cemas, ambeien termasuk penyakit yang bisa sembuh sepenuhnya. Nah, perawatan ambeien pada lansia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kelompok usia lain.

Biasanya, kebanyakan orang akan memilih perawatan rumahan lebih dahulu ketimbang berobat ke dokter. Memang ini bisa jadi pilihan, namun tujuan dari perawatannya bukan untuk menghilangkan ambeien, tapi hanya untuk meredakan gejalanya.

Berikut ini berbagai cara mengatasi ambeien pada lansia yang mungkin bisa Anda ikuti di rumah, meliputi:

Berendam air hangat

Berendam dalam bak air hangat, setidaknya 20 menit setiap hari supaya meringankan rasa sakit. Menambahkan garam epsom juga bisa jadi alternatif untuk membantu mengurangi rasa nyeri.

Gunakan obat pereda nyeri

Oleskan obat penghilang rasa nyeri berupa salep atau krim, jika rasa nyeri tidak kunjung sembuh. Salep seperti hidrokortison atau krim hemoroid dapat meredakan rasa gatal dan perih. Anda juga bisa minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen, aspirin, atau acetaminophen.

Perbanyak makanan berserat

Konsumsi banyak serat dari sayur dan buah adalah pengobatan alami untuk ambeien. Alasannya, karena serat dapat mencegah sembelit, sehingga Anda tidak perlu mengejan ketika BAB dan menyebabkan rasa sakit saat ambeien. Imbangi dengan perbanyak minum air putih, agar serat dapat berfungsi dengan baik pada usus.

Lakukan olahraga ringan

mencegah osteoporosis usia lanjut

Mulai rutin menjalankan olahraga juga bisa menjadi cara untuk mengatasi ambeien, menurut laman Harvard Health Publishing. Pasalnya, lansia yang mengalami wasir kerap kali mengalami sembelit dan kondisi ini akan memperparah penyakit. Lansia bisa memilih olahraga ringan, seperti berjalan selama 20-30 menit sehari untuk melancarkan pergerakan usus.

Pakai kompres dingin

Tempelkan kompres dingin pada anus untuk mengurangi pembengkakan wasir. Selalu bungkus es dengan kain atau handuk dan lakukan setiap 15 menit sekali. Jangan langsung menempelkannya ke kulit.

Hindari menahan BAB

Jangan menahan BAB, jika Anda sudah merasakan desakan segera ke toilet. Terkadang beberapa lansia memiliki rangsangan untuk BAB tidak sesensitif orang yang masih muda. Semakin Anda tahan maka ini akan membuat semakin tegang dan tekanan pada daerah anus semakin besar.

Cara mengatasi ambeien pada lansia secara medis

prosedur operasi ambeien

Jika perawatan rumahan tidak membantu memperbaiki kondisi wasir pada lansia, dokter akan merekomendasikan tindakan khusus, seperti:

1. Ligasi pita karet

Prosedur ligasi pita karet adalah teknik menghilangkan hemoroid secara non-bedah yang paling umum. Cara mengatasi ambeien pada lansia ini melibatkan dokter yang akan memotong bagian ambeien.

Pita elastis pada pangkal wasir untuk memotong suplai darah. Dengan tidak adanya jalan untuk menyuplai darah, ini akan membuat wasir lama kelamaan akan terpaksa menyusut.

2. Skleroterapi

Jika bukan menggunakan ligasi pita karet, dokter juga bisa melakukan terapi injeksi skleroterapi. Dokter akan menyuntik bagian wasir. Penyuntikan dengan obat ini akan membuat timbulnya bekas luka yang bisa memotong suplai darah ke bagian ambeien.

3. Operasi

Tindakan pembedahan untuk mengangkat ambeien yaitu hemoroidektomi. Operasi ambeien ini dilakukan pengangkatan lengkap bagian wasir yang menimbulkan rasa nyeri.

Sebaiknya jika lansia mengalami ambeien, segera konsultasikan ke dokter. Setiap lansia mungkin akan mengalami tingkat keparahan ambeien yang berbeda, maka itu untuk mengetahui pengobatan seperti apa yang paling tepat, Anda harus konsultasikan ke dokter.

Beberapa lansia mungkin hanya memerlukan pengobatan sederhana rumahan secara alami, tapi jika gejala sudah parah sebaiknya periksakan ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hemorrhoids – Symptoms and causes. (2019, July 3). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/symptoms-causes/syc-20360268 [Accessed on March 5th, 2021]

Harvard Health Publishing. (2019, September 24). Hemorrhoids and what to do about them. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/hemorrhoids_and_what_to_do_about_them [Accessed on March 5th, 2021]

Hemorrhoids. Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hemorrhoids [Accessed on March 5th, 2021]

Hemorrhoids treatment, symptoms, causes, prevention. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15120-hemorrhoids [Accessed on March 5th, 2021]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 21/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri