7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semakin bertambahnya usia, maka tubuh akan semakin rentan terhadap penyakit. Penyakit kaki merupakan masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh orang tua dan lansia. Sebab, kaki juga mengalami proses penuaan layaknya bagian tubuh lainnya. Lantas, apa saja masalah dan penyakit kaki yang sering menyerang orang tua dan lansia? Simak ulasannya berikut ini.

Berbagai masalah dan penyakit kaki yang umum dialami lansia

Seiring bertambahnya usia, tubuh tidak lagi mampu memproduksi kolagen dalam jumlah banyak. Padahal, kolagen adalah protein khusus yang bertanggung jawab untuk menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit serta mencegah pengeroposan tulang. Kolagen juga berfungsi menjaga kesehatan persendian Anda. Kadar lemak tubuh juga ikut menurun seiring Anda semakin tua.

Berbagai proses penuaan ini kemudian memunculkan berbagai masalah dan penyakit pada kaki.

1. Kulit telapak kaki kering dan pecah-pecah

Penurunan kadar lemak dan kolagen seiring pertambahan usia membuat lapisan lemak di bawah kulit kaki semakin menipis. Akibatnya, kulit telapak kaki harus bekerja lebih ekstra saat menahan beban tubuh. Tanpa bantalan lemak di telapak kaki, Anda bisa lebih mudah kesakitan setelah seharian beraktivitas.

Ini lama-lama juga menyebabkan kulit telapak kaki menjadi kering dan mudah pecah, juga sering terasa gatal atau terasa panas seperti terbakar. Tekanan terus-menerus pada telapak kaki inilah yang selanjutnya menyebabkan kapalan.

2. Keratosis seboroik

Salah satu masalah kulit yang umum terjadi pada orang dewasa adalah keratosis seboroik. Keratosis seboroik adalah timbulnya lesi atau benjolan dengan warna yang lebih gelap daripada kulit sekitarnya. Lesi ini tergolong jinak sehingga tidak memerlukan perawatan medis khusus, walaupun cenderung membuat kulit terasa gatal.

Yang perlu diwaspadai, ciri keratosis seboroik hampir sama dengan kanker kulit melanoma. Jika lesi kulit mengalami perubahan warna, ukuran, maupun bentuk, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah kemungkinan perkembangan penyakit.

3. Stucco keratosis

Stucco keratosis termasuk salah satu penyakit kaki yang umum dialami oleh lansia, terutama di bagian punggung kaki dan pergelangan kaki. Stucco keratosis tampak seperti permukaan plester dengan warna menyerupai kulit atau lebih cerah. Masalah ini dapat diobati dengan perawatan pengelupasan kulit (eksfoliasi) maupun krim kulit tanpa resep.

4. Kuku menebal

Kuku lansia rentan menebal dan mengeras, namun lebih rapuh. Hal ini terjadi karena semakin Anda bertambah tua, pertumbuhan kuku jadi melambat. Kuku yang tumbuh lambat juga bisa dipengaruhi oleh perubahan hormon

Penebalan kuku jari-jari kaki dapat pula disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya, seperti hipotiroid, penyakit arteri perifer (PAD), sirkulasi oksigen dalam tubuh yang terhambat, dan infeksi jamur pada kuku kaki.

5. Perubahan bentuk dan ukuran kaki

Mungkin hal ini tidak banyak disadari, namun perubahan bentuk dan ukuran kaki memang umum terjadi sebagai efek dari penuaan. Ukuran kaki biasanya akan bertambah setengah sentimeter atau bahkan lebih. Maka, tidak heran bila ukuran sepatu akan ikut berubah seiring bertambahnya usia.

Perubahan bentuk dan ukuran kaki terjadi karena kondisi ligamen dan tendon tubuh berhenti berkembang di usia tua. Akibatnya, lengkungan kaki cenderung menurun sehingga membuat telapak kaki rata, namun panjang kaki justru bertambah. Perubahan tendon dan ligamen juga dapat meningkatkan berbagai risiko cedera, seperti tendonitis, tendon sobek, atau ketegangan otot.

6. Radang sendi (arthritis)

Radang sendi atau arthritis merupakan penyakit persendian yang umum diketahui sebagai efek penuaan. Osteoarthritis terjadi sebagai akumulasi dari berbagai tekanan pada persendian yang telah terjadi selama bertahun-tahun, biasanya menyerang jempol kaki dan punggung kaki.

Gejala arthritis pada sendi jari kaki dapat memicu penyakit kaki lainnya seperti asam urat, hammertoes, dan bunion. Hammertoes merupakan kecacatan atau kerusakan sendi yang paling dekat dengan ibu jari, sementara bunion adalah kondisi saat tulang menonjol di sepanjang tepi kaki, khususnya di sisi samping luar jempol kaki.

7. Kaki bengkak

Kaki rentan membengkak semakin Anda menua. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, terlebih jika tidak berhubungan dengan cedera. Namun, kaki yang bengkak diduga disebabkan karena adanya masalah pada pembuluh vena di bagian kaki dan anggota tubuh lainnya secara bersamaan.

Jika pembengkakan ini terjadi pada dua bagian kaki, bisa jadi disebabkan karena adanya penyakit kardiovaskular, konsumsi obat-obatan tertentu, dan perubahan hormonal.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Enzim SGOT dan SGPT

Salah satu tes yang dianjurkan untuk dilakukan ketika Anda sakit adalah pemeriksaan SGOT dan SGPT. Pemeriksan apa itu dan apa artinya kalau tinggi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama

Di mobil duduk, di kantor duduk, sampai rumah duduk lagi. Apa kira-kira efeknya pada kesehatan kita?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Seberapa sering Anda minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit Anda? Hati-hati jika terlalu sering, malah rasa sakit tidak hilang. Mengapa?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 12 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi sakit punggung

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit