Pemeriksaan Fisik Untuk Copd

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu pemeriksaan fisik untuk copd?

Chronic obstuctive pulmonary disease (COPD) adalah penyakit paru-paru yang mengakibatkan penderitanya sulit bernapas. Penyakit ini terjadi akibat komplikasi dua penyakit yang ditimbulkan oleh rokok: bronkitis kronis dan emfisema. Lama kelamaan,  penyakit ini dapat menyebabkan pernapasan pendek dan masalah jantung.

COPD tidak bisa disembuhkan, tapi obat-obatan dan perubahan pola hidup dapat mengurangi risiko yang terjadi. Cara terbaik adalah dengan berhenti merokok.

Riwayat kesehatan Anda juga akan membantu mendiagnosis COPD.

Kapan saya harus menjalani pemeriksaan fisik untuk copd?

Riwayat kesehatan dapat membantu dokter Anda dalam mendiagnosis penyakit ini. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan berkala yang rutin.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani pemeriksaan fisik untuk copd?

Sakit jantung dapat dikaitkan dengan COPD dan gejala-gejalanya.  Hal yang sangat penting diingat adalah, merokok dapat mengakibatkan risiko terjadinya sakit jantung atau COPD. Pemeriksaan jantung dapat mendeteksi detak jantung dan gagal jantung.

Ukuran liver dapat membesar kadang-kadang diakibatkan oleh gagal jantung sebelah kanan (cos pulmonale).

Hasil pemeriksaan jantung biasanya bervariasi. Tidak semua orang berisiko menderita gejala-gejala COPD.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani pemeriksaan fisik untuk copd?

Anda sebaiknya memberi tahu dokter tentang riwayat kesehatan Anda (diagnonis dan pengobatan) secara detail dan lengkap. Walaupun penyakitnya telah sembuh dan menurut Anda itu tidak penting, tapi kondisi tersebut akan membantu dokter Anda untuk mendiagnosis nyeri pada pinggang. Riwayat kesehatan ini juga sangat membantu dokter Anda dalam memutuskan pengobatan yang tepat untuk Anda.

Selain riwayat kesehatan, Anda juga harus memberi tahu dokter informasi obat apa saja yang pernah  Anda konsumsi.  Kalau bisa bawa daftar lengkap obat-obatan tersebut beserta dosisnya.

Bagaimana proses pemeriksaan fisik untuk copd?

Dokter akan bertanya tentang beberapa hal berikut terkait riwayat obat yang pernah Anda konsumsi:

Pernapasan pendek

  • Kapan pertama kali Anda merasa sesak napas (saat olahraga atau istirahat)?
  • Seberapa sering Anda mengalami sesak napas?
  • Berapa lama Anda mengalami sesak napas? Apakah semakin parah?
  • Seberapa jauh Anda mampu berjalan kai, dan seberapa kuat Anda melakukan pendakian sebelum napas Anda sesak?

Batuk

  • Berapa sering Anda batuk?
  • Berapa lama Anda batuk? Apakah parah?
  • Apakah batuk Anda berdahak? Apa warnanya?
  • Pernahkah batuk Anda berdarah?

Pertanyaan lainnya:

  • Apakah Anda atau teman serumah Anda mengonsumsi tembakau? Anda perokok? Berapa batang rokok yang Anda konsumsi sehari? Berapa lama Anda sudah berhenti merokok? Apa yang Anda rasakan setelah berhenti merokok? Dan pertanyaan lain.
  • Iritasi akibat paparan debu atau zat kimia di tempat kerja.
  • Gangguan pernapasan saat kecil atau punya riwayat keluarga yang memiliki gangguan pernapasan.
  • Pengobatan kondisi kesehatan lain.
  • Pengaruh kesehatan terhadap kinerja Anda: apakah mengganggu rutinitas Anda atau apakah Anda mengalami depresi.
  • Obat-obatan yang pernah atau sedang Anda konsumsi.
  • Lingkungan keluarga dan sosial tempat tinggal Anda.

Selama pemeriksaan fisik, dokter juga akan memeriksa tubuh Anda jika anda tanda-tanda yang menyebabkan gejala COPD muncul. Pemeriksaan fisik tersebut termasuk:

  • mengukur suhu tubuh, berat badan dan tinggi (sesuai angka BMI)
  • memeriksa gejala infeksi pada telinga, mata, hidung, dan tenggorokan
  • memeriksa detak jantung dan paru-paru Anda dengan stetoskop
  • memeriksa darah di pembuluh vena leher, yang memungkinkan mengakibatkan masalah jantung, misalnya cor pulmonale
  • menekan-nekan bagian perut
  • memeriksa jari dan bibir Anda jika berubah warna (cyanosis)
  • memeriksa jari Anda apakah terdapat pembengkakan atau memeriksa kuku jika terjadi clubbing (tonjolan)
  • memeriksa kaki hingga jari apakah terdapat pembengkakan (edema)

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani pemeriksaan fisik untuk copd?

Pemeriksaaan fisik tidak selalu sakit, tapi beberapa bagian tubuh akan terasa kurang nyaman misalnya bagian perut (abdominal palpation). Dokter akan memberi tahu kondisi Anda dan memberikan pengobatan yang tepat. Kadang-kadang dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ikuti anjuran yang diberikan oleh dokter Anda.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Riwayat kesehatan Anda dapat berisiko memicu munculnya COPD dan bahkan dapat membuat penyakit COPD Anda semakin buruk.  Berikut indikasi yang muncul akibat COPD:

  • terjadi barrel chest (saluran pernapasan tersumbat)
  • sesak napas
  • butuh waktu lama untuk menghembuskan napas
  • pernapasan tidak normal

Beberapa pemeriksaan fisik juga akan membantu dokter mendeteksi seberapa parah penyakit COPD Anda. Berikut tanda-tandanya:

  • penggunaan muscles accessory (seperti neck muscles) saat istirahat
  • bernapas melalui mulut
  • susah berbicara tanpa bernapas
  • perubahan warna pada ujung jari dan kuku (cyanosis)
  • pembengkakan pada bagian perut dan kaki

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

    Siapa sangka bahwa kini Anda dapat menjalani terapi via online, terutama di masa pandemi COVID-19? Yuk, simak apa saja yang perlu dipersiapkan.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 03/07/2020 . 5 menit baca

    Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

    Teknik box breathing bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan stres yang melanda. Seperti apa dan bagaimana cara melakukannya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . 4 menit baca

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 03/07/2020 . 6 menit baca

    Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

    Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Batuk, Health Centers 02/07/2020 . 7 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    mitos psikoterapi

    Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
    covid-19 menular lewat ac

    Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
    protein soya

    Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca