Homosistein

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu homosistein?

Homosistein adalah salah satu dari 20 asam amino (molekul yang dibutuhkan tubuh untuk mensintesis semua protein tubuh). Tidak mungkin untuk mendapatkan homosistein dari makanan, sehingga harus dibuat dari asam amino yang bisa dikonsumsi dalam makanan, seperti methionine (ditemukan dalam daging, ikan dan produk susu). Vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B12, dan asam folat dibutuhkan untuk membantu terjadinya reaksi tersebut.

Kadar homosistein yang meningkat berhubungan dengan serangan jantung, stroke, dan penggumpalan darah. Jika seseorang mengembangkan salah satu penyakit tersebut dan tidak meningkatkan faktor risiko seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes, lalu ahli fisik sering melihat penyebab dan risiko yang lebih tidak biasa termasuk memeriksa kadar homosistein dalam darah.

Kapan saya harus menjalani homosistein?

Darah dan urin bayi sering diperiksa untuk kadar homosistein yang meningkat bila mereka memiliki riwayat penyakit dalam keluarga atau bila memiliki kondisi medis tertentu termasuk dislokasi lensa mata, bentuk tubuh yang tidak biasa (jenis Marfan), keterbelakangan mental), atau tanda stroke. Orang dewasa muda yang mengalami serangan jantung tahap awal, atau penggumpalan darah sering diperiksa untuk abnormalitas penggumpalan darah termasuk tes darah homosistein.

Kadar homosistein juga lebih sering diukur jika pasien menderita serangan jantung atau stroke dan tidak memiliki faktor risiko penyakit itu (merokok tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes).

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani homosistein?

Tes urin mungkin dilakukan untuk membantu mendeteksi dan mengawasi homosistinuria. Namun, tes darah lebih akurat. Jika seseorang memiliki riwayat aterosklerosis awal dalam keluarga atau ada anggota keluarga yang terdiagnosis homosistinuria, lalu orang itu harus dites untuk mutasi gen yang ditemukan dalam anggota keluarga.

Kadar homosistein dapat meningkat dengan umur, saat orang merokok, dan dengan penggunaan obat-obatan macam carbamazepine, methotrexate, dan phenytoin. Kadar homosistein lebih rendah dalam wanita daripada pria. Konsentrasi wanita meningkat setelah menopause, mungkin karena berkurangnya produksi estrogen

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani homosistein?

Jangan makan atau minum apapun (selain air) selama setidaknya 8 jam sebelum tes. Banyak obat mungkin mempengaruhi hasil tes ini. Pastikan memberi tahu dokter tentang semua obat resep dan tanpa resep yang Anda minum. Bicarakan dengan dokter tentang keperluan tes, risiko, cara melakukannya, atau arti hasil tes.

Bagaimana proses homosistein?

Dokter akan membersihkan area kecil di lengan atau siku dengan lap antiseptik atau bantalan alkohol. Dalam beberapa kasus, dokter akan mengikatkan sabuk elastis di sekitar lengan atas Anda untuk meningkatkan aliran darah. Ini membuat pengumpulan darah dari pembuluh nadi jauh lebih mudah. Lengan Anda kemudian akan ditusuk dengan jarum yang dokter masukkan ke dalam pembuluh nadi. Pipa yang akan mengumpulkan darah dipasang di ujung jarum lainnya.

Sekali darah diambil, dokter akan mengambil jarum lalu menggunakan kain katun dan perban untuk menghentikan perdarahan di kulit yang ditusuk jarum.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani homosistein?

Anda bisa kembali ke aktivitas normal setelah tes selesai. Anda akan diberi tahu kapan bisa mengambil hasil tes. Dokter akan menjelaskan arti hasil tes Anda. Anda harus mengikuti instruksi dokter.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Nilai normal yang tercantum di sini—disebut jangkauan referensi—hanya sebagai panduan. Jangkauan ini bervariasi dari satu laboratorium ke laboratorium lainnya, dan laboratorium Anda mungkin memiliki jangkauan yang berbeda dari biasanya. Laporan lab Anda harus mengandung jangkauan yang lab Anda gunakan. Selain itu, dokter akan menilai hasil Anda berdasarkan kesehatan dan faktor lainnya. Ini berarti nilai yang berada di luar jangkauan normal yang tercantum di sini mungkin masih normal bagi Anda atau lab Anda.

Normal:

0,54-23 mg/l atau 4-17 mikromol per liter (mcmol/l)

Banyak kondisi dapat mempengaruhi kadar homosistein. Dokter akan berdiskusi dengan Anda mengenai hasil tes abnormal yang terkait dengan gejala dan kondisi kesehatan Anda di masa lampau.

Nilai tinggi

Nilai tinggi homosistein mungkin karena:

  • tidak cukup mendapatkan asam folat, vitamin B6, atau vitamin B12 dalam makanan
  • kondisi atau penyakit lainnya seperti homocystinuria, penyakit ginjal, hipotiroid, penyakit Alzheimer, or kanker tertentu
  • terlalu banyak minum alkohol
  • jenis kelamin. Kadar homosistein normalnya lebih tinggi dalam pria daripada wanita
  • umur. Kadar homosistein meningkat seiring bertambahnya umur

Nilai rendah

Nilai rendah homosistein mungkin karena beberapa obat atau vitamin macam asam folat harian, vitamin B12, atau niasin.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

    Berbeda dengan kaum FOMO yang selalu ingin up-to-date, kaum JOMO tak merasa khawatir bila dianggap ketinggalan zaman. Apa itu JOMO?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 25, 2020

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha

    Kapan Anda Perlu Periksa ke Dokter Spesialis THT?

    Bagaimana kita bisa mengetahui kapan harus periksa ke dokter spesialis THT? Apakah ada tanda khususnya? Simak ulasan berikut.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu

    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Lakukan olahraga saat liburan bersama keluarga agar tetap bugar. Simak pilihan kegiatan hingga tips berolahraga sederhana di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin
    Kebugaran, Hidup Sehat Mei 25, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Berbagai Macam Upaya Pencegahan agar Terhindar dari Pneumonia

    Berbagai Macam Upaya Pencegahan agar Terhindar dari Pneumonia

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin
    Tanggal tayang Mei 26, 2020
    Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

    Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

    6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Mei 25, 2020