Pemasangan Gigi Palsu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gigi palsu?

Gigi palsu adalah gigi tiruan yang bisa dilepas-pasang untuk menggantikan gigi atau gusi yang hilang. Gigi tiruan ini dibuat sangat mirip dengan gigi asli.

Gigi tiruan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Gigi palsu lengkap. Gigi tiruan ini dibuat untuk mengganti semua gigi yang hilang. Entah itu pada gigi bagian atas maupun gigi bawah. Biasanya gigi ini digunakan oleh lansia yang sudah tidak punya gigi asli lagi.
  • Gigi palsu sebagian. Gigi tiruan dibuat hanya untuk menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang. Gigi tiruan jenis ini dilengkapi dengan klip perekat yang terbuat dari logam atau karet untuk menjepit gigi asli yang mengapitnya.

Apa pun jenisnya, gigi tiruan dapat rusak bila tidak dirawat dengan tepat.

Kapan saya harus pasang gigi palsu?

Gigi tiruan biasanya dipasang untuk menggantikan gigi yang ompong karena tanggal atau rusak.

Gigi yang dibiarkan ompong dapat mengubah struktur tulang rahang sehingga membuat wajah Anda jadi terlihat tidak simetris. Di sisi lain, gigi yang ompong juga dapat membuat Anda kesulitan mengunyah dan berbicara.

Gigi ompong dapat disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari faktor usia, penyakit gusi (periodontitis), benturan keras di mulut, dan kerusakan gigi lainnya. Apa pun penyebabnya, gigi ompong harus segera diganti dengan gigi baru.

Baik pria dan wanita boleh pasang gigi tiruan jika memang diperlukan. Namun, sebelum pasang gigi tiruan pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter gigi untuk informasi yang lebih lengkap.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum pasang gigi palsu?

Ada banyak hal yang perlu Anda ketahui sebelum pasang gigi palsu. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pastikan Anda melakukan perawatan ini di dokter gigi profesional yang sudah berpengalaman. Asal pasang gigi tiruan di sembarang tempat dan orang dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya.
  • Anda mungkin membutuhkan krim perekat gigi tiriuan untuk meningkatkan stabilitas, kekuatan gigitan, dan rasa nyaman ketika digunakan.
  • Krim perekat gigi tiruan aman bila digunakan sesuai aturan dan kebutuhan. Sebaliknya, bila krim perekat gigi tiruan digunakan berlebihan dapat mengiritasi jaringan lunak di dalam mulut Anda.
  • Krim perekat gigi tiruan sebaiknya tidak digunakan pada orang yang punya alergi terhadap bahan yang terkandung dalam perekat tersebut.
  • Setelah pasang gigi tiruan, Anda mungkin kesulitan untuk berbicara atau mengucap kata-kata tertentu. Tak perlu cemas, teruslah berlatih berbicara sambil pakai gigi tiruan supaya Anda terbiasa.
  • Gigi tiruan dapat lepas saat Anda tertawa, batuk, atau bahkan tersenyum. Maka itu, perhatikan setiap gerak-gerik Anda ketika sedang pakai gigi tiruan.
  • Gigi tiruan dapat bertahan lama bahkan hingga tahunan bila dirawat dengan cara yang tepat.
  • Bila gigi tiruan ternyata tidak pas setelah dipasang, segera beri tahu dokter. Dokter dapat melakukan penggantian gigi tiruan yang baru dan benar-benar sesuai dengan rongga mulut Anda.
  • Bila terjadi iritasi dan pembengkakan, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Persiapan & Proses

Apa yang harus dipersiapkan sebelum pasang gigi palsu?

Hal pertama yang perlu Anda persiapkan sebelum pasang gigi palsu adalah berkonsultasi ke dokter bedah gigi. Anda mungkin perlu kunjungan ke dokter gigi beberapa kali.

Pada sesi pertama, dokter akan memeriksa keadaan gusi dan tulang penyokong gigi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menentukan rencana perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Supaya dokter mendapatkan gambar kondisi rongga mulut Anda secara menyeluruh, dokter dapat melibatkan rontgen mulut, film panorama, atau CT scan.

Selama pemeriksaan fisik dan pencitraan berlangsung, dokter biasanya akan menanyakan seputar riwayat medis Anda.

Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat medis tertentu, baik yang berkaitan dengan gigi maupun kesehatan secara menyeluruh. Beri tahu dokter pula bila Anda sedang minum obat jenis apa pun.

Bila selesai pemeriksaan dokter menemukan adanya masalah pada tulang rahang, operasi bedah mulut bisa dilakukan. Operasi bedah mulut ini dilakukan guna memperbaiki tulang penyokong gigi. Dengan begitu stabilitas gigi tiruan nantinya tidak terganggu.

Bila dibutuhkan, dokter juga dapat mencabut satu atau beberapa gigi Anda sebelum gigi tiruan dipasang. Pada intinya, pemasangan gigi palsu baru bisa dilakukan saat kondisi mulut Anda sudah benar-benar dalam keadaan baik.

Bagaimana proses pemasangan gigi palsu?

Berdasarkan jenisnya, berikut proses pemasangan gigi palsu yang perlu Anda ketahui.

Gigi palsu sebagian

Gigi tiruan sebagian digunakan untuk mengganti satu atau dua gigi yang hilang. Gigi tiruan jenis ini membantu mengisi ruang gigi yang kosong sekaligus mencegah gigi lainnya berubah posisi.

Gigi palsu sebagian terdiri dari gigi pengganti yang melekat erat pada plastik berwarna merah muda mirip gusi. Gigi pengganti kemudian disambungkan dengan sebuah kerangka logam. Kerangka ini berfungsi menahan gigi tiruan supaya tetap berada di posisinya sekaligus

bertindak sebagai pengait. Dengan begitu Anda dapat melepas dan menggunakan gigi palsu dengan mudah.

Sebelum gigi tiruan sebagian dipasang, dokter akan mencetak gigi beserta tulang rahang Anda dengan menggunakan lilin khusus. Setelah itu, dokter akan meminta Anda untuk memakai gigi tiruan model lilin ini beberapa kali. Proses coba-coba ini dilakukan supaya gigi tiruan nantinya benar-benar pas dan nyaman ketika digunakan.

Setelah pas, gigi tiruan yang sebenarnya akan dibuat untuk Anda. Saat digunakan pertama kali, Anda mungkin akan merasa tidak nyaman karena seperti ada yang mengganjal di mulut. Tak perlu khawatir. Sensasi ini biasanya hanya sementara dan Anda akan terbiasa seiring waktu.

Gigi palsu lengkap

Bila Anda menggunakan gigi tiruan lengkap, maka dokter akan mencabut semua gigi bagian atas atau bawah. Pembuatan gigi palsu lengkap dapat dilakukan “segera” atau menunggu beberapa waktu (konvensional).

Pemasangan gigi tiruan konvensional dilakukan setelah semua gigi yang rusak dicabut. Setelah itu, dokter akan mencetak “gigi baru”. Sebelum gigi baru ini dipasang, bagian gusi di mana gigi dicabut harus dipastikan sudah benar-benar sembuh.

Biasanya, proses penyembuhan gusi setelah cabut gigi memakan waktu sekitar 2-3 bulan. Selama menunggu gusi sembuh, dokter biasanya akan memasangkan gigi palsu sementara supaya Anda lebih mudah untuk mengunyah dan menggigit makanan.

Sementara gigi tiruan “segera” dapat langsung dipasang setelah beberapa gigi dicabut, tanpa menunggu gusi sembuh. Ya, bila Anda pasang gigi palsu “segera”, Anda tak perlu menunggu semua gigi dicabut dulu.

Sayangnya karena proses pemasangannya cepat, gigi palsu ini memerlukan penyesuaian yang lebih banyak. Pasalnya, tulang penyokong gigi dan gusi dapat menyusut dan berubah bentuk dengan cepat.

Baik gigi tiruan sebagian maupun sempurna, keduanya dapat menyebabkan efek samping. Biasanya setelah gigi tiruan berhasil dipasang, mulut Anda terasa seperti ada yang mengganjal.

Di minggu-minggu pertama pemakaian, gigi palsu mungkin juga masih terasa longgar. Namun tak perlu khawatir. Ketika otot-otot pipi dan lidah sudah terbiasa dengan kehadiran gigi tiruan, maka sensasi tidak enak ini akan segera berakhir.

Selain itu, beberapa orang juga mengalami luka di bagian gusi karena tergesek-gesek dengan gigi tiruan. Luka ini tergolong ringan dan dapat sembuh tanpa pengobatan khusus.

Bila Anda tidak tahan dengan rasa nyerinya, jangan ragu untuk melapor ke dokter. Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri seperti Paracetamol atau Ibuprofen untuk mengatasi masalah tersebut.

Perawatan

Apa yang harus dilakukan setelah pasang gigi palsu?

Sama seperti gigi asli, gigi palsu juga harus dirawat dengan baik supaya dapat berfungsi optimal dan awet. Berikut beberapa perawatan yang perlu Anda lakukan setelah pasang gigi palsu.

  • Supaya gigi palsu bebas dari plak dan sisa-sisa makanan, pastikan Anda melepasnya dari mulut dan mencucinya dengan alir mengalir setelah makan.
  • Alasi gigi palsu dengan lap, kain, atau tisu untuk menghindari gigi pecah atau terjatuh ke tempat yang tidak bersih sewaktu mencuci.
  • Pastikan Anda tidak menekuk atau merusak plastik/ pengait ketika membersihkannya.
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang tidak bersifat abrasif.
  • Pastikan juga bahwa sikat gigi yang Anda gunakan berbulu lembut supaya tidak merusak gigi buatan Anda.
  • Gerakan tangan Anda secara perlahan ketika menyikat gigi palsu lalu bilas dengan air bersih.
  • Bersihkan gigi tiruan sesuai dengan alur gigi dan gusi untuk menghilangkan perekat yng mungkin masih tersisa.
  • Hindari pula penggunaan pemutih gigi karena hanya akan membuat gigi palsu Anda berubah warna menjadi kemerahan.
  • Rendam gigi tiruan dalam larutan khusus atau di air selama semalaman. Perendaman ini berfungsi untuk menjaga kelembapan gigi dan mempertahankan bentuknya.
  • Hindari menggunakan air panas atau hangat untuk merendam gigi karena bisa mengubah bentuknya menjadi lebih melengkung.
  • Sebelum digunakan, sebaiknya bersihkan gigi tiruan terlebih dahulu.

Selain yang disebutkan di atas, penting juga bagi Anda untuk memerhatikan asupan makanan sehari-hari. Berikut aturan makan ketika pakai gigi palsu.

  • Hindari mengonsumsi makanan yang bertekstur keras, tajam, dan lengket.
  • Hindari pula makanan yang terlalu panas atau asam.
  • Hindari penggunaan tusuk gigi. Untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi, gunakan sikat gigi berbulu halus.
  • Sebaiknya pilihlah makanan yang lembut dan lunak.
  • Kunya makanan yang Anda makan dengan perlahan-lahan menggunakan kedua sisi mulut.
  • Ketika makan, pastikan Anda mengunyah makanan dengan pelan-pelan.

Rajin periksa ke dokter gigi

Lakukanlah pemeriksaan rutin ke dokter setidaknya setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kesehatan gigi dan mulut Anda secara menyeluruh. Dokter dapat membersihkan gigi tiruan dari plak dan sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Dokter juga dapat membantu memperbaiki gigi tiruan yang tidak pas di mulut. Ya, seiring bertambahnya usia, bentuk tulang wajah pada kita cenderung akan mengalami perubahan. Alhasil, sangat mungkin bila sewaktu-waktu gigi palsu dapat terasa tidak pas di mulut.

Pada sesi konsultasi, sampaikan setiap keluhan yang Anda rasakan kepada dokter. Supaya tidak lupa, buatlah catatan dan buat pengingat di buku khusus.

Segera laporan ke dokter gigi bila:

  • Gigi tiruan Anda tidak pas
  • Gigi tiruan terasa tidak nyaman
  • Gigi tiruan terlihat aus
  • Anda mengalami tanda-tanda penyakit gusi atau kerusakan gigi, seperti gusi berdarah dan bau mulut.

Gigi palsu yang aus dapat menyebabkan mulut terasa tidak nyaman. Bahkan memicu berbagai masalah yang mungkin meliputi luka di gusi, infeksi, kesulitan mengunyah makanan, dan berbicara.

Baca Juga:

Sumber