Toksoplasmosis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu toksoplasmosis?

Toksoplasmosis atau infeksi toxoplasma adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit Toksoplasma gandii. Toksoplasma memengaruhi saluran pencernaan (termasuk mulut, kerongkongan, lambung, usus dan anus), jantung, saraf, dan kulit.

Toksoplasmosis paling berbahaya apabila terkena pada ibu hamil dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti yang sedang melakukan kemoterapi, atau menderita HIV/AIDS.

Anak-anak di bawah 5 tahun akan memerlukan penanganan medis gawat darurat untuk mencegah komplikasi pada bagian mata. Komplikasi lain termasuk peradangan (edema) pada otak, jantung, dan kerusakan paru-paru. 

Dikutip dari Mayo Clinic, jika Anda sehat, tidak hamil, dan telah didiagnosis toksoplasmosis, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan apapun, selain manajemen konservatif.

Jika Anda sedang hamil atau telah menurunkan kekebalan tubuh, Anda mungkin memerlukan perawatan medis untuk menghindari komplikasi parah. 

Seberapa umum kondisi ini?

Toxoplasma gondii adalah salah satu parasit yang paling terkenal di dunia. Infeksi toksoplasmosis dapat terjadi sejak awal kelahiran (penyakit bawaan).

Apabila ibu hamil terinfeksi pada tahap awal kehamilan, terdapat kemungkinan untuk keguguran, lahir mati, atau melahirkan bayi yang cacat.

Jutaan orang telah terinfeksi toksoplasmosis, tapi hanya sedikit yang menunjukkan gejala.  Ini karena tubuh orang sehat cenderung memiliki sistem imun yang cukup kuat untuk melawan kuman penyebab penyakit.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala toksoplasmosis?

Ciri toksoplasmosis yang paling marak timbul adalah gejala mirip seperti flu, termasuk demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelenjar getah bening membengkak.

Orang sehat yang terpapar toxoplasma biasanya punya daya tahan tubuh kuat sehingga tidak mengalami gejala apa pun karena parasit hanya akan “tertidur” dalam tubuh. Namun apabila daya tahan tubuh menurun, kondisi ini akan memicu untuk parasit penyebab toksoplasme “terbangun” dan memulai perkembangan gejala nyata.

Itu kenapa jika Anda sudah lebih dulu memiliki HIV/AIDS, sedang menjalani kemoterapi, atau baru menjalani transplantasi sebelum terpapar parasit toxoplasma, akan ada kemungkinan untuk mengalami gejala infeksi yang lebih serius akan muncul, termasuk:

  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Koordinasi motorik yang buruk
  • Gerakan tak terduga pada kaki atau tangan
  • Masalah kerja pada paru-paru dan infeksi umum pada pasien dengan AIDS
  • Penglihatan kabur karena infeksi retina yang berat.

Beberapa infeksi pada tahap awal kehamilan juga akan menyebabkan keguguran atau kematian janin. Anak yang bertahan hidup pada akhirnya akan memiliki berbagai masalah yang serius seperti:

  • Kejang
  • Pembesaran limpa pada hati
  • Mata dan kulit kuning
  • Infeksi mata yang parah
  • Berkurangnya kualitas pendengaran
  • Gangguan psikotik

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter Anda.

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami penyakit yang seperti flu, namun dapat menyebabkan komplikasi serius, khususnya apabila penyakit tersebut merupakan penyakit bawaan. Anda harus menghubungi dokter apabila menemukan tanda-tanda di bawah ini:

  • Gejala tidak berkurang atau membaik setelah pengobatan;
  • Mengalami kebingungan, kehilangan koordinasi motorik, dengan penurunan ketajaman penglihatan.

Penyebab

Apa saja penyebab toksoplasmosis?

Penyebabnya adalah parasit mikroskopis yang disebut Toxoplasma gondii. Penyakit ini dapat ditularkan saat kita memakan daging dari hewan yang terinfeksi yang belum dimasak (terutama domba dan babi) atau melalui kontak dengan kotoran kucing atau kandang kucingnya jika kucing terinfeksi.

Pasien yang makan buah atau sayuran yang terkontaminasi, terpapat dengan patogen, masakan kurang matang atau belum dicuci memungkinkan terkena penyakit. Wanita hamil dapat menurunkan parasit melalui aliran darah bayi.

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko saya terjangkit toksoplasmosis?

Beberapa faktor pemicu di bawah ini dapat memengaruhi kemungkinan Anda terkena toxoplasma, yakni:

  • Anda mengidap HIV/AIDS
  • Anda melakukan kemoterapi. Kemoterapi melemahkan sistem imun sehingga tubuh rentan terhadap infeksi
  • Anda menggunakan steroid atau obat-obat immunosuppressive (melemahkan sistem imun): perawatan kanker melemahkan sistem imun
  • Memiliki ibu yang terinfeksi toxoplasma saat mengandung Anda.

Pengobatan

Informasi di bawah bukan merupakan pengganti saran medis dari dokter; SELALU periksakan diri Anda kepada dokter profesional.

Apa saja jenis-jenis pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita toksoplasmosis?

Kebanyakan orang yang terinfeksi toksoplasmosis stadium ringan tidak membutuhkan pengobatan. Lainnya mungkin memerlukan obat resep seperti antibiotik atau antibiotik parasit sulfadiazin dan pirimetamin selama 4-6 minggu atau lebih.

Obat-obatan tersebut dapat menyebabkan meningkatnya sensitivitas cahaya meningkat, perdarahan, atau memar. Dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah untuk mengawasi efek samping lainnya.

Untuk mengurangi demam, gunakan paracetamol. Tidak ada diet tertentu untuk pasien toksoplasmosis namun pasien membutuhkan minum air dalam jumlah yang banyak.

Apa saja jenis tes yang biasa dilakukan kepada penderita kondisi ini?

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan rekam jejak medis, pemeriksaan fisik, dan tes darah. Apabila tidak ada pemeriksaan spesifik, toksoplasmosis  sering kali sulit untuk didiagnosis karena kemunculan gejala dan keluhan seringkali serupa seperti flu atau bertambahnya monosit.

Tes bagi ibu hamil

Apabila dokter mencurigai terdapat suatu infeksi, dokter akan meminta Anda melakukan tes darah untuk melihat apakah terdapat antibodi bagi parasit tersebut. Antibodi merupakan protein yang diproduksi sistem imun dan merespon kehadiran objek asing seperti parasit.

Tes antibodi sulit untuk diinterpretasikan, maka setiap hasil tes positif harus dikonfirmasi oleh pihak laboratorium yang secara khusus mendiagnonis toksoplasmosis.

Tes bagi bayi

Apabila Anda hamil dan terinfeksi toxoplasma, langkah selanjutnya adalah menentukan apakah bayi yang Anda lahirkan juga terinfeksi atau tidak. Dokter mungkin akan melakukan tes sebagai berikut:

  • Amniocentesis

Prosedur ini biasanya dilakukan setelah minggu ke-15 kehamilan. Umumnya, dokter menggunakan jarum kecil untuk mengambil sedikit cairan dari kantung di sekitar janin. Setelah itu, dokter akan melakukan tes pada cairan tersebut untuk diperiksa apakah terdapat bukti infeksi.

Amniocentesis dapat menyebabkan keguguran dan komplikasi lain yang tidak terlalu parah, seperti sakit perut, bocornya amniotik, atau iritasi pada bagian jarum yang disuntikkan.

  • Ultrasound

Tes ini menggunakan gelombang suara menciptakan gambar bayi dalam rahim. Teknologi ultrasound toksoplasmosis tidak dapat mendiagnosis namun dapat menunjukkan beberapa tanda infeksi bayi, seperti cairan di otak (hydrocephalus). 

Meskipun begitu, hasil negatif tes ultrasound tidak menghapus kemungkinan infeksi. Karena alasan ini, bayi perlu untuk diperiksa dan terus dicatat perkembangan pemeriksaan darahnya di awal 12 bulan sejak kelahiran.

Tes pada kasus yang parah

Apabila Anda memiliki penyakit yang mengancam kehidupan seperti penyakit kronis, Anda mungkin akan membutuhkan berbagai cara diagnosis untuk memeriksa apakah otak Anda juga terpengaruh. Tes yang dilakukan biasanya:

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Tes ini menggunakan alat magnetis dan gelombang elektromagnetis untuk memproduksi potongan-potongan antar are kepala dan otak. Selama prosedur, Anda akan berada dalam sebuah mesin yang besar, berbentuk pipa dengan medan magnet di tengah dan dikelilingi alumunium. MRI merupakan sebuah prosedur yang tidak bersifat membahayakan bagi tubuh.

  • Biopsi otak

Pada kasus yang sangat langka, apalagi jika Anda tidak menunjukkan perkembangan dari perawatan yang diberikan, dokter akan melakukan operasi untuk mengambil sedikit sampel otak Anda. Sampel tersebut kemudian dianalisis dalam laboratorium untuk mencari jejak toxoplasma yang ada.

Pengobatan di rumah

Apa saja bentuk perubahan gaya hidup atau upaya pengobatan di rumah yang dapat membantu saya mengurangi ancaman terkena kondisi ini?

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda menghadapi toksoplasmosis:

  • Mengonsumsi asetaminofen untuk nyeri dan demam
  • Beristirahat sampai gejala dan keluhan hilang. Secara perlahan jalani kembali aktivitas reguler Anda
  • Konsultasi dengan dokter secara berkala dan berkelanjutan untuk dilakukan tes darah
  • Menggunakan tabir surya saat berada di luar rumah karena di tengah-tengah perawatan, Anda akan lebih sensitif terhadap sinar matahari
  • Rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air, khususnya setelah memegang daging, buah-buahan, dan sayuran
  • Masak daging hingga matang. Cuci buah-buahan dan sayuran sebelum dimakan.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, mohon segara dikonsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Vitamin yang Efektif Meredakan Nyeri Sendi

Tidak hanya untuk menjaga kesehatan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk meredakan nyeri sendi. Cari rekomendasinya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Mengatasi demam pada anak tidak boleh sembangan. Beberapa hal ini sebaiknya Anda hindari karena tidak efektif untuk meredakan demam.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Demam pada anak adalah tanda tubuh sedang melawan bakteri. Anda cukup melakukan cara alami ini untuk mengatasi demam pada anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Macam-Macam Penyebab Nyeri pada Sendi Kaki dan Cara Mengatasinya

Ketika sendi kaki terasa nyeri, aktivitas Anda pasti sangat terganggu. Jangan remehkan sakit pada sendi kaki. Cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi nyeri sendi

6 Cara Mengatasi Nyeri Sendi di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
sendi rahang sakit

Sendi Rahang Sakit? Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020
nyeri sendi bahu

6 Penyebab Nyeri Sendi Bahu dan Cara Mengobatinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020
gejala nyeri sendi

7 Gejala Umum dari Nyeri Sendi, dan yang Muncul Khas Sesuai Penyakit Penyebab

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020