Terbakar Matahari (Sunburn)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu terbakar matahari (sunburn)?

Sunburn atau terbakar matahari adalah reaksi kulit pada cahaya matahari dalam dosis yang berlebih. Sunburn adalah kondisi yang ditandai dengan kulit merah yang sakit dan panas jika disentuh. Namun, tidak semua gejala kulit merah adalah pertanda sunburn.

Kulit terbakar matahari biasanya muncul, beberapa jam setelah terlalu banyak terkena sinar ultraviolet (UV) dari matahari atau sumber lain, seperti lampu. 

Terkena sinar matahari yang terus-menerus dan berulang-ulang dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit lainnya dan penyakit tertentu, seperti kulit kering, keriput, muncul bintik-bintik gelap, hingga kanker kulit. 

Untuk lebih mengerti mekanisme sunburn, kita perlu melihat beberapa dasar dari spektrum elektromagnetik (cahaya). Spektrum UV yang merupakan cahaya tidak terlihat di bawah 400 nm, tergolong menjadi 3 jenis. 

Dua di antaranya adalah gelombang UV-A dan UV-B memiliki aktivitas biologis pada sel (UVC) tidak mencapai lapisan bumi karena terserap oleh lapisan Ozone).

Kadar minimal dari gelombang cahaya UV yang menginduksi eritema pada kulit manusia disebut Minimal Erythema Dose (MED). Lewat dari batas ini, eritema dapat menyebabkan terbakar dan pembengkakan pada kulit dari paparan berlebih sinar matahari.

Dikutip dari Mayo Clinic, cara mengatasi sunburn biasanya adalah perawatan rumahan. Sunburn adalah kondisi yang dapat bertahan selama beberapa hari atau lebih lama lagi. 

Sunburn adalah kondisi yang dapat dicegah dengan melindungi kulit Anda, khususnya ketika berada di luar rumah.

Seberapa umumkah terbakar matahari (sunburn)?

Sunburn adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Tidak hanya sinar matahari yang berperan dalam terjadinya sunburn, namun juga dapat disebabkan oleh paparan dari sumber sinar UV lain, “tanning-bed” atau “tanning-salon” yang sangat populer kini. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun.

Orang juga dapat mengalami sunburn pada hari yang berawan, karena sinar UV dapat menembus awan.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala terbakar matahari (sunburn)?

Eritema atau bercak kemerahan UV-B terjadi sekitar 6 jam setelah paparan dan memuncak pada 12-24 jam. Namun, dengan serangan muncul lebih awal dan lebih parah dengan peningkatan paparan, seperti:

Eritema disertai rasa nyeri dan pada kasus yang parah, muncul rasa tidak nyaman:

  • Lenting
  • Edema terjadi umumnya pada tangan, kaki dan wajah

Selain itu, dapat muncul:

  • Menggigil
  • Demam
  • Mual
  • Tachycardia
  • Hipotensi

Gejala-gejala sunburn adalah tanda yang dapat berlangsung selama 1-2 minggu pada kasus yang parah.

Setiap bagian tubuh yang terbuka, termasuk telinga, kulit kepala, hingga bibir dapat terbakar. Bahkan, area yang tertutup juga bisa terbakar jika, misalnya, pakaian yang Anda gunakan memungkinkan sinar UV masuk dan mengenai kulit Anda secara langsung.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala kondisi akibat kulit terbakar matahari berikut ini:

  • Kerutan dan perubahan kulit lainnya yang biasanya muncul saat penuaan
  • Masalah mata yaitu katarak yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan

Tampak dengan jelas bahwa konsekuensi jangka panjang dari paparan berlebih matahari atau sumber radiasi UV lainnya signifikan. Sunburn yang berupa blister dipercaya meningkatkan kemungkinan kanker kulit sebanyak 2 kali lipat.

Ada beberapa jenis kanker kulit. Kebanyakan kanker kulit dapat diatasi. Namun sunburn meningkatkan risiko terkena jenis kanker kulit serius, yaitu melanoma.

Segera hubungi dokter atau perawat jika Anda mengalami sunburn parah.

Penyebab

Apa penyebab terbakar matahari (sunburn)?

Setelah paparan UV, pigmen kulit langsung mengalami penggelapan pigmen (IPD, fenomena Meirosky) dan melanogenesis yang tertunda. IPD tidak fotoprotektif. IPD maksimal dalam beberapa jam setelah paparan matahari hanya untuk mendistribusikan melanin pada kulit, menyebabkan perubahan metabolisme.

Melanogenesis yang tertunda, dapat menyebabkan eritema pada level sel: gelombang UV-B memulai tanning dalam 2-3 hari setelah paparan. Selama periode tersebut, perubahan mikroskopik pada kulit, melanogenesis terlambat pada UV-B dimediasi melalui produksi kerusakan DNA dan formasi partikel intranuklear (cyclobutane pyrimidine dimers CPD).

Walau tanning memberikan perlindungan dari cedera solar, kerusakan pada epidermis dan dermis dapat terjadi. Ada pembentukan sel sunburn eritoma dengan sinar UV dan berkurangnya sel Langerhan dan sel mast, yang berperan penting dalam sistem imun tubuh. Walau kedua gelombang terimplikasi di sunburn, dengan dosis UV-A yang besar, penggelapan awal yang tidak berbahaya diperpanjang dan dapat menyatu dengan melanogenesis yang terlambat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terbakar matahari (sunburn)?

Faktor yang dapay meningkatkan risiko kulit Anda terbakar matahari atau sunburn adalah:

  • Memiliki kulit pucat dan rambut berwarna terang
  • Berada di gunung atau tempat yang lebih dekat dengan matahari
  • Melakukan tanning juga berisiko tinggi. Walau alat tanning komersial yang meningkatkan pigmen kulit tidak meningkatkan UV-B MED, namun alat tersebut terbukti menyebabkan melanoma.

Selama pukul 4-6 sore, intensitas UV-B 2-4 kali lebih besar dari pada pagi hari dan sore menuju malam. Pakaian pelindung dari matahari direkomendasikan pada periode tersebut. Walau penelitian juga telah menunjukkan bahwa paparan pada pukul 10 pagi dapat mencapai 65% radiasi UV sama dengan pada pukul 2 siang.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kulit terbakar matahari (sunburn) didiagnosis?

Tingkat keparahan tergantung pada gejala. Dengan visualisasi dan menanyakan gejala awal/prognosis dokter dapat mendiagnosis kondisi Anda.

Apa saja pengobatan untuk kulit terbakar matahari (sunburn)?

Cara sederhana untuk mengatasi sunburn adalah:

  • Menggunakan obat pereda rasa sakit
  • Menggunakan losion atau spray untuk mengatasi sunburn – produk ini biasanya mengandung aloe vera atau obat yang membuat mati rasa
  • Menggunakan bahan-bahan alami untuk mengatasi sunburn, seperti yogurt dan timun, cuka, lidah buaya, hingga oatmeal
  • Menghindari matahari hingga kemerahan dan rasa sakit hilang.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kulit terbakar matahari (sunburn)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sunburn:

Cara mencegah sunburn adalah dengan melindungi kulit Anda dari sinar matahari, seperti:

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Makeup Mengandung SPF Cukup Untuk Melindungi Kulit dari Sinar UV ?

    Berbagai produk makeup kini telah dilengkapi dengan SPF untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Lantas, perlukah menggunakan sunscreen lagi?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Perawatan Kulit, Hidup Sehat 30 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

    Obat dan Penanganan Luka Bakar

    Luka bakar tidak boleh sembarangan diobati dengan obat luka biasa. Seperti apa cara penanganan pertama pada luka bakar yang benar?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 14 November 2019 . Waktu baca 9 menit

    Aturan Mengganti Perban Luka Bakar Supaya Cepat Pulih

    Kapan waktu yang tepat untuk mengganti perban luka bakar dan bagaimana cara yang baik? Baca penjelasan lengkapnya di artikel Hello Sehat berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Hidup Sehat, Tips Sehat 27 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit

    6 Cara Mudah Mengatasi Kulit Kepala Terbakar Matahari

    Kulit kepala orang yang berambut tipis dan sering berkegiatan saat panas terik berisiko terbakar matahari. Intip cara mengatasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Tips Sehat 5 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pertolongan pertama disiram air keras

    Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Jika Terkena Air Keras

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    cara kerja sunblock

    Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi gatal luka bakar

    3 Cara Mengatasi Gatal Selama Pemulihan Luka Bakar

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 27 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
    Konten Bersponsor
    mencegah kulit terbakar matahari

    Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 23 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit