Sleep Apnea

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sleep apnea?

Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan tidur serius di mana pernapasan sering berhenti selama tidur. Akibatnya, organ tubuh, terutama otak, mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk, yang dapat membuat pasien merasa lelah keesokan harinya.

Dikutip dari Mayo Clinic, jenis utama sleep apnea adalah:

  • Sleep apnea obstruktif. Jenis yang lebih umum, disebabkan oleh penyumbatan pada saluran pernapasan.
  • Sleep apnea pusat. Tidak disebabkan oleh penyumbatan saluran pernapasan, namun disebabkan oleh tidak stabilnya pusat kendali pernapasan. Akibatnya, otak gagal memberi sinyal untuk otot bernapas.
  • Sindrom sleep apnea kompleks. Terjadi ketika seseorang memiliki sleep apnea obstruktif dan sleep apnea pusat.

Sleep apnea adalah kondisi yang dapat berhubungan dengan kondisi lain, seperti asam urat. Jika Anda menduga mengidap sleep apnea, segera hubungi dokter. Perawatan dapat meringankan gejala dan mungkin mencegah masalah jantung dan komplikasi lainnya.

Seberapa umum sleep apnea?

Sleep apnea adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Biasanya terjadi pada lebih banyak pria daripada wanita, sekitar 2-3 pria banding 1 wanita. 

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, termasuk anak-anak. Namun, lebih banyak terjadi pada orang dewasa paruh baya. Pada anak-anak, sleep apnea adalah kondisi yang dapat mengganggu perkembangan otak.

Sleep apnea dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sleep apnea?

Tanda dan gejala sleep apnea obstruktif dan sleep apnea pusat sering tumpang tindih, sehingga sulit menentukan jenis yang Anda idap. Gejala-gejala umum dari sleep apnea adalah:

  • Mendengkur kencang
  • Orang lain menyadari ada beberapa interupsi napas saat Anda tidur
  • Bangun mendadak disertai sesak napas
  • Bangun dengan mulut kering atau sakit tenggorokan
  • Sakit kepala pagi hari
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Rasa kantuk pada siang hari yang berlebih (hypersomnia)
  • Masalah dalam perhatian
  • Mudah merasa kesal.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Mendengkur dengan kencang yang mengganggu tidur orang lain atau tidur Anda sendiri
  • Sesak napas, terengah-engah, atau tersedak yang membangunkan Anda dari tidur
  • Ada jeda pada pernapasan saat tidur
  • Rasa kantuk pada siang hari yang berlebih
  • Lelah, mengantuk, dan mudah marah.

Penyebab

Apa penyebab sleep apnea?

Penyebab sleep apnea sesuai dengan jenisnya adalah:

Sleep apnea obstruktif

Saat otot belakang tenggorokan mengendur, saluran pernapasan menyempit dan menutup saat bernapas. Otot-otot ini mendukung langit-langit lunak, uvula, amandel, dinding samping tenggorokan, dan lidah. 

Ketika otot-otot rileks, jalan napas Anda menyempit atau menutup saat Anda bernapas, Anda tidak bisa mendapatkan cukup udara, sehingga menurunkan tingkat oksigen dalam darah Anda. 

Otak Anda merasakan ketidakmampuan Anda untuk bernapas dan membangunkan Anda dengan waktu yang singkat. Biasanya bangun sangat sebentar hingga pasien dengan sleep apnea tidak mengingatnya.

Saat ini terjadi, Anda mungkin akan tersedak. Pola ini dapat terulang lima sampai 30 kali atau lebih setiap jam, sepanjang malam, mengganggu kemampuan Anda untuk mencapai fase tidur nyenyak.

Sleep apnea sentral

Otak pasien gagal mengirimkan sinyal untuk otot bernapas. Hal ini membuat otot tidak bernapas untuk beberapa waktu. Pasien dapat bangun dengan sesak napas atau memiliki kesulitan untuk tidur.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sleep apnea?

Sleep apnea adalah kondisi yang dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, faktor-faktor di bawah adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena sleep apnea sesuai jenisnya:

Sleep apnea obstruktif

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan bentuk sleep apnea ini adalah:

  • Kelebihan berat badan. Obesitas dapat meningkatkan risiko Anda terkena sleep apnea. Tumpukan lemak di sekitar saluran napas bagian atas dapat menghambat pernapasan Anda. 
  • Lingkar leher. Orang dengan leher lebih tebal mungkin memiliki saluran udara yang lebih sempit. 
  • Jalan napas yang menyempit. Anda mungkin mewarisi tenggorokan yang sempit dari keluarga Anda. Amandel atau kelenjar gondok juga dapat membesar dan menghalangi jalan napas, terutama pada anak-anak. 
  • Berjenis kelamin laki-laki. Laki-laki memiliki dua hingga tiga kali risiko lebih tinggi terkena sleep apnea dibandingkan dengan perempuan. Namun, risiko pada perempuan meningkat ketika mereka kelebihan berat badan dan sudah menopause. 
  • Berusia lanjut. Sleep apnea lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia
  • Riwayat keluarga. Mempunyai anggota keluarga dengan sleep apnea juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi serupa. 
  • Penggunaan alkohol atau obat penenang. Zat-zat ini mengendurkan otot-otot di tenggorokan Anda, yang dapat memperburuk sleep apnea obstruktif. 
  • Merokok. Perokok memiliki risiko tiga kali lebih tinggi untuk mendapatkan sleep apnea obstruktif dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok. Merokok dapat meningkatkan jumlah peradangan dan cairan di saluran pernapasan atas. 
  • Hidung tersumbat. Jika Anda mengalami kesulitan bernapas melalui hidung, apakah itu karena masalah anatomi atau alergi, Anda lebih mungkin mengalami sleep apnea obstruktif. 

Sleep apnea pusat

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena sleep apnea pusat adalah:

  • Berusia lanjut. Orang dewasa dan tua memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami sleep apnea pusat. 
  • Berjenis kelamin laki-laki. Sleep apnea pusat adalah kondisi yang lebih umum terjadi ada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. 
  • Gangguan jantung. Mengidap gagal jantung kongestif meningkatkan risiko terkena sleep apnea pusat. 
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit narkotika. Obat opioid, terutama yang bekerja lama seperti metadon, meningkatkan risiko sleep apnea pusat.
  • Mengidap stroke. Jika Anda mengidap penyakit stroke, risiko Anda terkena sleep apnea pusat atau sindrom sleep apnea kompleks.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sleep apnea didiagnosis?

Tes untuk mendeteksi sleep apnea meliputi:

  • Nocturnal polysomnography. Selama tes ini, Anda terhubung ke peralatan yang memonitor aktivitas jantung, paru-paru dan otak Anda, pola pernapasan, gerakan lengan dan kaki, dan kadar oksigen darah saat Anda tidur. 
  • Tes home sleep, yaitu dengan cara mengukur detak jantung, kadar oksigen dalam darah, aliran udara dan pola pernapasan

Apa saja pilihan pengobatan sleep apnea?

Sesuai dengan jenisnya, pengobatan untuk menangani sleep apnea adalah:

Sleep apnea obstruktif

Pilihan pengobatan sleep apnea obstruktif adalah:

  • Continuous positive airway pressure (CPAP), yaitu menggunakan alat untuk menghantarkan tekanan udara melalui masker yang menutupi hidung saat tidur.
  • Bilevel positive airway pressure (BiPAP), yaitu menggunakan alat serupa CPAP namun dengan tekanan yang lebih tinggi saat menghirup dan tekanan lebih rendah saat menghela napas.
  • Expiratory positive airway pressure (EPAP), yaitu menggunakan alat yang kecil dan sekali pakai sebelum tidur yang membantu udara masuk dengan bebas, namun saat menghela, udara melewati lubang kecil pada katup.
  • Alat pada mulut, yaitu menggunakan alat di mulut yang menjaga tenggorokan tetap terbuka. Alat pada mulut lebih mudah digunakan daripada CPAP.

Apabila perawatan lainnya gagal, operasi mungkin dilakukan, meliputi:

  • Pengangkatan jaringan, yaitu jaringan diangkat dari bagian belakang mulut dan bagian atas tenggorokan. Amandel dan adenoid biasanya diangkat.
  • Memposisikan ulang rahang.
  • Implan batang plastik pada langit-langit setelah Anda dibius lokal.
  • Membuat saluran udara baru (trakeostomi saluran metal atau plastik dimasukkan).
  • Operasi hidung untuk mengangkat polip atau meluruskan partisi di antara lubang hidung yang bengkok.
  • Operasi penurunan berat badan.

Sleep apnea pusat

Pengobatan untuk sleep apnea pusat dapat meliputi:

  • Perawatan untuk kondisi medis terkait gangguan jantung atau neuromuskular yang dapat menyebabkan sleep apnea.
  • Oksigen tambahan, yaitu menggunakan oksigen tambahan saat tidur.
  • Adaptive servo-ventilation (ASV), yaitu menggunakan alat yang menormalkan pola pernapasan dan mencegah jeda pada pernapasan.
  • Continuous positive airway pressure (CPAP). 
  • Bilevel positive airway pressure (BiPAP).  

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sleep apnea?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sleep apnea:

  • Kurangi berat badan berlebih
  • Olahraga
  • Hindari alkohol dan obat-obatan tertentu seperti penenang dan pil tidur
  • Tidur pada sisi atau tengkurap dibanding tidur telentang pada punggung
  • Jaga saluran nasal tetap terbuka saat malam hari
  • Berhenti merokok jika Anda perokok

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Malam Begadang, Bolehkah ‘Balas Dendam’ Bayar Utang Tidur di Siang Hari?

    Begadang di malam hari atau insomnia membuat Anda tidak cukup tidur. Lantas, bolehkah membayar utang tidur karena begadang di malam hari dengan tidur siang?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur 16 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Tanda Bahwa Anda Kurang Tidur

    Mengantuk bukan satu-satunya tanda kurang tidur. Tubuh Anda juga terkadang menunjukkan gejala lain yang mengisyaratkan Anda perlu tidur lebih lama.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 12 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Selalu Mengantuk di Siang Hari? Mungkin Anda Mengidap Hypersomnia

    Bahkan jika Anda sudah tidur cukup setiap malam, Anda selalu saja mengantuk di siang hari. Waspada, bisa jadi gejala hypersomnia. Penyakit apa ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Hidup Sehat, Fakta Unik 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

    Ngantuk, lemas, dan tak bertenaga akibat begadang semalaman? Daftar makanan ini bisa membuat Anda segar dan berenergi lagi.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    efek obat tidur alami susah tidur obat tidur apotek

    Serba Serbi Obat Tidur yang Perlu Anda Ketahui (Plus Penyebab Kenapa Susah Tidur)

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 14 menit
    ctm sebagai obat tidur

    Bolehkah Menggunakan CTM Sebagai Obat Tidur?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 3 menit
    memperbaiki pola tidur terbangun tengah malam

    8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit