Sleep Apnea

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sleep apnea?

Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan tidur serius di mana pernapasan sering berhenti selama tidur. Akibatnya, organ tubuh, terutama otak, mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk, yang dapat membuat pasien merasa lelah keesokan harinya.

Dikutip dari Mayo Clinic, jenis utama sleep apnea adalah:

  • Sleep apnea obstruktif. Jenis yang lebih umum, disebabkan oleh penyumbatan pada saluran pernapasan.
  • Sleep apnea pusat. Tidak disebabkan oleh penyumbatan saluran pernapasan, namun disebabkan oleh tidak stabilnya pusat kendali pernapasan. Akibatnya, otak gagal memberi sinyal untuk otot bernapas.
  • Sindrom sleep apnea kompleks. Terjadi ketika seseorang memiliki sleep apnea obstruktif dan sleep apnea pusat.

Sleep apnea adalah kondisi yang dapat berhubungan dengan kondisi lain, seperti asam urat. Jika Anda menduga mengidap sleep apnea, segera hubungi dokter. Perawatan dapat meringankan gejala dan mungkin mencegah masalah jantung dan komplikasi lainnya.

Seberapa umum sleep apnea?

Sleep apnea adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Biasanya terjadi pada lebih banyak pria daripada wanita, sekitar 2-3 pria banding 1 wanita. 

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, termasuk anak-anak. Namun, lebih banyak terjadi pada orang dewasa paruh baya. Pada anak-anak, sleep apnea adalah kondisi yang dapat mengganggu perkembangan otak.

Sleep apnea dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sleep apnea?

Tanda dan gejala sleep apnea obstruktif dan sleep apnea pusat sering tumpang tindih, sehingga sulit menentukan jenis yang Anda idap. Gejala-gejala umum dari sleep apnea adalah:

  • Mendengkur kencang
  • Orang lain menyadari ada beberapa interupsi napas saat Anda tidur
  • Bangun mendadak disertai sesak napas
  • Bangun dengan mulut kering atau sakit tenggorokan
  • Sakit kepala pagi hari
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Rasa kantuk pada siang hari yang berlebih (hypersomnia)
  • Masalah dalam perhatian
  • Mudah merasa kesal.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Mendengkur dengan kencang yang mengganggu tidur orang lain atau tidur Anda sendiri
  • Sesak napas, terengah-engah, atau tersedak yang membangunkan Anda dari tidur
  • Ada jeda pada pernapasan saat tidur
  • Rasa kantuk pada siang hari yang berlebih
  • Lelah, mengantuk, dan mudah marah.

Penyebab

Apa penyebab sleep apnea?

Penyebab sleep apnea sesuai dengan jenisnya adalah:

Sleep apnea obstruktif

Saat otot belakang tenggorokan mengendur, saluran pernapasan menyempit dan menutup saat bernapas. Otot-otot ini mendukung langit-langit lunak, uvula, amandel, dinding samping tenggorokan, dan lidah. 

Ketika otot-otot rileks, jalan napas Anda menyempit atau menutup saat Anda bernapas, Anda tidak bisa mendapatkan cukup udara, sehingga menurunkan tingkat oksigen dalam darah Anda. 

Otak Anda merasakan ketidakmampuan Anda untuk bernapas dan membangunkan Anda dengan waktu yang singkat. Biasanya bangun sangat sebentar hingga pasien dengan sleep apnea tidak mengingatnya.

Saat ini terjadi, Anda mungkin akan tersedak. Pola ini dapat terulang lima sampai 30 kali atau lebih setiap jam, sepanjang malam, mengganggu kemampuan Anda untuk mencapai fase tidur nyenyak.

Sleep apnea sentral

Otak pasien gagal mengirimkan sinyal untuk otot bernapas. Hal ini membuat otot tidak bernapas untuk beberapa waktu. Pasien dapat bangun dengan sesak napas atau memiliki kesulitan untuk tidur.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sleep apnea?

Sleep apnea adalah kondisi yang dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Namun, faktor-faktor di bawah adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena sleep apnea sesuai jenisnya:

Sleep apnea obstruktif

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan bentuk sleep apnea ini adalah:

  • Kelebihan berat badan. Obesitas dapat meningkatkan risiko Anda terkena sleep apnea. Tumpukan lemak di sekitar saluran napas bagian atas dapat menghambat pernapasan Anda. 
  • Lingkar leher. Orang dengan leher lebih tebal mungkin memiliki saluran udara yang lebih sempit. 
  • Jalan napas yang menyempit. Anda mungkin mewarisi tenggorokan yang sempit dari keluarga Anda. Amandel atau kelenjar gondok juga dapat membesar dan menghalangi jalan napas, terutama pada anak-anak. 
  • Berjenis kelamin laki-laki. Laki-laki memiliki dua hingga tiga kali risiko lebih tinggi terkena sleep apnea dibandingkan dengan perempuan. Namun, risiko pada perempuan meningkat ketika mereka kelebihan berat badan dan sudah menopause. 
  • Berusia lanjut. Sleep apnea lebih banyak terjadi pada orang lanjut usia
  • Riwayat keluarga. Mempunyai anggota keluarga dengan sleep apnea juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi serupa. 
  • Penggunaan alkohol atau obat penenang. Zat-zat ini mengendurkan otot-otot di tenggorokan Anda, yang dapat memperburuk sleep apnea obstruktif. 
  • Merokok. Perokok memiliki risiko tiga kali lebih tinggi untuk mendapatkan sleep apnea obstruktif dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok. Merokok dapat meningkatkan jumlah peradangan dan cairan di saluran pernapasan atas. 
  • Hidung tersumbat. Jika Anda mengalami kesulitan bernapas melalui hidung, apakah itu karena masalah anatomi atau alergi, Anda lebih mungkin mengalami sleep apnea obstruktif. 

Sleep apnea pusat

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena sleep apnea pusat adalah:

  • Berusia lanjut. Orang dewasa dan tua memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami sleep apnea pusat. 
  • Berjenis kelamin laki-laki. Sleep apnea pusat adalah kondisi yang lebih umum terjadi ada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. 
  • Gangguan jantung. Mengidap gagal jantung kongestif meningkatkan risiko terkena sleep apnea pusat. 
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit narkotika. Obat opioid, terutama yang bekerja lama seperti metadon, meningkatkan risiko sleep apnea pusat.
  • Mengidap stroke. Jika Anda mengidap penyakit stroke, risiko Anda terkena sleep apnea pusat atau sindrom sleep apnea kompleks.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sleep apnea didiagnosis?

Tes untuk mendeteksi sleep apnea meliputi:

  • Nocturnal polysomnography. Selama tes ini, Anda terhubung ke peralatan yang memonitor aktivitas jantung, paru-paru dan otak Anda, pola pernapasan, gerakan lengan dan kaki, dan kadar oksigen darah saat Anda tidur. 
  • Tes home sleep, yaitu dengan cara mengukur detak jantung, kadar oksigen dalam darah, aliran udara dan pola pernapasan

Apa saja pilihan pengobatan sleep apnea?

Sesuai dengan jenisnya, pengobatan untuk menangani sleep apnea adalah:

Sleep apnea obstruktif

Pilihan pengobatan sleep apnea obstruktif adalah:

  • Continuous positive airway pressure (CPAP), yaitu menggunakan alat untuk menghantarkan tekanan udara melalui masker yang menutupi hidung saat tidur.
  • Bilevel positive airway pressure (BiPAP), yaitu menggunakan alat serupa CPAP namun dengan tekanan yang lebih tinggi saat menghirup dan tekanan lebih rendah saat menghela napas.
  • Expiratory positive airway pressure (EPAP), yaitu menggunakan alat yang kecil dan sekali pakai sebelum tidur yang membantu udara masuk dengan bebas, namun saat menghela, udara melewati lubang kecil pada katup.
  • Alat pada mulut, yaitu menggunakan alat di mulut yang menjaga tenggorokan tetap terbuka. Alat pada mulut lebih mudah digunakan daripada CPAP.

Apabila perawatan lainnya gagal, operasi mungkin dilakukan, meliputi:

  • Pengangkatan jaringan, yaitu jaringan diangkat dari bagian belakang mulut dan bagian atas tenggorokan. Amandel dan adenoid biasanya diangkat.
  • Memposisikan ulang rahang.
  • Implan batang plastik pada langit-langit setelah Anda dibius lokal.
  • Membuat saluran udara baru (trakeostomi saluran metal atau plastik dimasukkan).
  • Operasi hidung untuk mengangkat polip atau meluruskan partisi di antara lubang hidung yang bengkok.
  • Operasi penurunan berat badan.

Sleep apnea pusat

Pengobatan untuk sleep apnea pusat dapat meliputi:

  • Perawatan untuk kondisi medis terkait gangguan jantung atau neuromuskular yang dapat menyebabkan sleep apnea.
  • Oksigen tambahan, yaitu menggunakan oksigen tambahan saat tidur.
  • Adaptive servo-ventilation (ASV), yaitu menggunakan alat yang menormalkan pola pernapasan dan mencegah jeda pada pernapasan.
  • Continuous positive airway pressure (CPAP). 
  • Bilevel positive airway pressure (BiPAP).  

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sleep apnea?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sleep apnea:

  • Kurangi berat badan berlebih
  • Olahraga
  • Hindari alkohol dan obat-obatan tertentu seperti penenang dan pil tidur
  • Tidur pada sisi atau tengkurap dibanding tidur telentang pada punggung
  • Jaga saluran nasal tetap terbuka saat malam hari
  • Berhenti merokok jika Anda perokok

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kurang Tidur Dapat Merusak Hubungan Percintaan, Kok Bisa?

    Kurang tidur biasanya membuat Anda merasa lelah dan masih banyak lagi. Tapi, tahukah Anda ternyata kurang tidur bisa merusak hubungan Anda?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Annisa Hapsari
    Hidup Sehat, Seks & Asmara Januari 20, 2020

    Tanpa Penanganan, Sindrom Kaki Gelisah Bisa Sebabkan Gangguan Tidur

    Sindrom kaki gelisah dapat menyebabkan sejumlah dampak jangka panjang bagi kesehatan, termasuk kedua gangguan tidur berikut ini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur Januari 18, 2020

    Tidur Tanpa Bra, Tak Hanya Nyaman tapi Juga Bermanfaat bagi Kesehatan

    Banyak yang beranggapan tidur dengan bra tidak baik bagi kesehatan. Benarkah demikian? Lantas, manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari tidur tanpa bra?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fidhia Kemala

    Apa Itu Kanker Paru?

    DefinisiApa itu kanker paru? Kanker paru – dalam hal ini kanker paru primer – adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkos/karsinoma bronkos adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru ...

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
    dr. Arif R. Hanafi, Sp.P (K)
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z Januari 16, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

    Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang April 29, 2020
    Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

    Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang April 27, 2020
    Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

    Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang April 1, 2020
    Benarkah Ada Hubungan Psoriasis dengan Insomnia?

    Benarkah Ada Hubungan Psoriasis dengan Insomnia?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang Maret 18, 2020