Marfan Syndrome (Sindrom Marfan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 April 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Marfan syndrome?

Marfan syndrome atau sindrom Marfan adalah kelainan bawaan pada bayi baru lahir yang memengaruhi jaringan ikat pada tubuh.

Jaringan ikat adalah serat-serat yang menyangga dan mengikat organ-organ serta struktur lain di dalam tubuh. Keberadaannya juga penting dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi.

Rusaknya jaringan ikat ini akibat adanya proses kimiawi yang menyebabkan mutasi gen di dalam tubuh. Sindrom Marfan atau Marfan syndrome adalah kondisi yang umumnya menyerang bagian organ jantung, mata, kulit, tulang, sistem saraf, pembuluh darah, dan paru-paru bayi.

Salah satu ancaman yang dapat diakibatkan oleh sindrom ini adalah kerusakan aorta, yaitu arteri yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh.

Sindrom Marfan atau Marfan syndrome ini dapat merusak lapisan dalam aorta sehingga menyebabkan pendarahan di dinding pembuluh darah. Kondisi ini berbahaya dan mengancam nyawa.

Beberapa bayi yang lahir dengan sindrom Marfan atau Marfan syndrome juga memiliki prolaps katup mitral, yaitu kondisi di mana katup mitral jantung menebal. Kondisi ini mengakibatkan jantung bayi berdetak lebih cepat dan kesulitan bernapas.

Walaupun hingga saat ini Marfan syndrome belum bisa disembuhkan secara total, kemajuan dalam dunia medis dapat membantu penderitanya untuk hidup lebih lama.

Oleh karena itu, bayi dengan sindrom ini perlu mendapatkan diagnosis dini yang akurat.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Marfan syndrome atau sindrom Marfan adalah penyakit mutasi pada gen yang cukup umum terjadi pada bayi baru lahir.

Sindrom ini memengaruhi 1 dari 5000 hingga 10.000 bayi baru lahir dari berbagai ras dan grup etnis. Sekitar 3 dari 4 orang penderita sindrom Marfan mengalami kondisi ini akibat diturunkan dari keluarga.

Namun, dalam beberapa kasus, ada pula yang menjadi orang pertama dalam keluarganya yang memiliki Marfan syndrome alias tidak mendapatkannya secara genetik atau keturunan.

Fenomena tersebut dinamakan mutasi spontan. Peluang Marfan syndrome diturunkan ke generasi selanjutnya adalah sekitar 50%.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala Marfan syndrome?

Tanda-tanda dan gejala Marfan syndrome sangatlah beragam. Bahkan, dalam beberapa kasus, sindrom ini tidak menunjukkan gejala yang jelas.

Umumnya, penyakit ini berkembang seiring dengan bertambahnya usia, dan gejala-gejala yang tampak pun akan semakin jelas seiring dengan berubahnya jaringan ikat.

Beberapa orang hanya mengalami tanda-tanda dan gejala yang ringan, tapi yang lainnya bisa saja mengalami komplikasi yang mengancam nyawa. 

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala sindrom Marfan atau Marfan syndrome yang mungkin terlihat:

1. Penampilan fisik

Bayi dan anak yang mengidap Marfan syndrome biasanya berperawakan kurus dan tinggi. Lengan, kaki, serta jari-jarinya mungkin terlihat seperti tidak proporsional dan terlalu panjang untuk ukuran tubuhnya.

Selain itu, tulang punggung anak dengan sindrom ini mungkin terlihat bengkok sehingga ada beberapa penderitanya yang juga mengidap kyphoscoliosis.

Sendi-sendi bayi dan anak dengan Marfan syndrome juga terasa lemah dan mudah bergeser.

Umumnya, wajah pengidap sindrom Marfan berbentuk panjang dan tajam, disertai dengan bentuk langit-langit mulut yang lebih tinggi dari orang normal.

2. Masalah gigi dan tulang

Bayi dan anak dengan sindrom ini juga biasanya memiliki masalah pada gigi dan langit-langit mulut.

Di samping itu, tulang pada bayi dan anak yang mengalami sindrom Marfan umumnya bermasalah seperti bentuk tulang telapak kaki yang rata, adanya hernia, dan pergeseran tulang.

3. Masalah pada mata

Gejala lainnya yang dapat dilihat pada bayi dan anak dengan Marfan syndrome ini adalah masalah pada penglihatan.

Sindrom ini menyebabkan penglihatan bayi menjadi lebih buram, jarak pandang lebih dekat, lensa mata bergeser, atau ada perbedaan bentuk antara mata kiri dan kanan.

4. Perubahan pada jantung dan pembuluh darah

Sebanyak 90% bayi dan anak dengan Marfan syndrome mengalami perubahan pada fungsi jantung dan pembuluh darah. Sindrom marfan ini dapat merusak dinding pembuluh darah.

Hal tersebut berpotensi memicu terjadinya aneurisma aorta, diseksi aorta, atau pecahnya aorta.

Bayi dan anak dengan Marfan syndrome juga kemungkinan dapat mengalami perdarahan di dalam tengkorak kepala atau aneurisma otak.

Bayi dan anak dengan Marfan syndrome ini juga berisiko mengalami masalah pada katup jantungnya, seperti prolaps katup mitral.

Hal ini biasanya ditunjukkan dengan gejala napas pendek, tubuh sangat lelah, atau detak jantung tidak beraturan.

5. Perubahan pada paru-paru

Paru-paru juga dapat terdampak oleh penyakit ini. Umumnya, sindrom Marfan juga membuat bayi dan anak memiliki masalah pernapasan seperti asma, chronic obstructive lung disease (COPD), bronkitis, pneumonia, atau kolaps paru-paru.

6. Tanda-tanda lainnya

Gejala lain yang mungkin nampak pada bayi dan anak dengan sindrom Marfan atau Marfan syndrome adalah berkurangnya elastisitas pada kulit.

Terlihat juga stretch marks di beberapa bagian di kulit, walaupun pasien tidak sedang mengalami kenaikan berat badan.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda melihat bayi memiliki gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya segera konsultasikan dengan dokter.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Penyebab

Apa penyebab Marfan syndrome?

Penyebab utama dari Marfan syndrome atau sindrom Marfan adalah kelainan atau mutasi pada gen yang bertugas membentuk jaringan ikat.

Melansir dari Cleveland Clinic, jaringan ikat terbuat dari protein yang disebut sebagai fibrilin-1. Kesalahan atau mutasi gen dapat memengaruhi produksi fibrilin-1.

Selain itu, mutasi gen mengakibatkan tubuh memproduksi protein lain bernama transforming growth factor beta atau TGF-β. Protein inilah yang dapat memengaruhi kekuatan dan elastisitas jaringan ikat.

Jaringan ikat dapat ditemui di seluruh bagian tubuh. Apabila jaringan ikat telah terserang sindrom Marfan atau Marfan syndrome akan banyak sekali bagian tubuh yang terdampak.

Jaringan tubuh yang terlibat seperti jantung, pembuluh darah, tulang, sendi, mata, paru-paru, kulit, sistem kekebalan tubuh, hingga yang paling berbahaya adalah pembuluh aorta.

Kebanyakan orang dengan sindrom Marfan mewarisi mutasi gen dari orangtua yang menderita kelainan ini.

Setiap anak dari orangtua pengidap sindrom ini memiliki peluang 50:50 mewarisi gen yang tidak normal.

Pada sekitar 25% penderita sindrom Marfan atau Marfan syndrome, gen yang rusak tidak berasal dari orangtua. Dalam kasus ini, mutasi baru berkembang secara spontan.

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko terjadinya Marfan syndrome?

Sindrom Marfan atau Marfan syndrome memengaruhi baik anak laki-laki dan anak perempuan di semua kelompok ras dan etnis.

Karena merupakan kondisi genetik, faktor risiko terbesar sindrom Marfan atau Marfan syndrome adalah memiliki orangtua atau anggota keluarga dengan kelainan bawaan ini.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Apabila dokter mencurigai adanya Marfan syndrome, bayi baru lahir akan menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada mata, jantung, pembuluh darah, sistem otot, dan kerangka.

Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga Anda untuk mendapatkan informasi apakah penyakit tersebut diwarisi dari keluarga atau tidak.

Tes lainnya yang berguna untuk mendiagnosis Marfan syndrome adalah berikut ini:

Bila penemuan dari pemeriksaan standar untuk sindrom ini tidak begitu jelas, tes genetik mungkin dapat membantu.

Apabila saat sedang merencanakan kehamilan ternyata Anda positif mengidap sindrom ini, Anda mungkin juga perlu berkonsultasi dengan konselor genetik sebelum memiliki anak.

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat peluang Anda menurunkan penyakit kelainan genetik ini kepada calon bayi kelak.

Apa saja komplikasi dari Marfan syndrome?

Karena sindrom Marfan dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, penyakit ini mungkin menyebabkan berbagai macam komplikasi pada bayi dan anak.

Komplikasi sindrom yang paling berbahaya melibatkan jantung dan pembuluh darah. Jaringan penghubung yang cacat mampu melemahkan aorta alias arteri besar yang mengalir dari jantung dan menyuplai darah menuju tubuh.

Aneurisma aorta

Tekanan darah yang meninggalkan jantung mampu menyebabkan dinding aorta menggembung, seperti titik lemah pada ban kendaraan.

Diseksi aorta

Dinding aorta terbuat dari berbagai lapisan. Diseksi aorta terjadi ketika sobekan kecil di dalam lapisan dalam dinding aorta membiarkan darah menekan di antara lapisan dinding dalam dan luar.

Hal ini menyebabkan sakit luar biasa pada dada atau punggung bayi. Diseksi aorta melemahkan struktur pembuluh dan bisa berakibat sobekan yang mungkin mematikan.

Malformasi katup

Penderita sindrom Marfan juga lebih rentan bermasalah dengan katup jantung yang mungkin berubah bentuk atau terlalu elastis.

Ketika katup jantung tidak bekerja dengan benar, jantung sering harus bekerja lebih keras untuk menggantikannya sehingga mengakibatkan gagal jantung.

Berdasarkan Mayo Clinic, komplikasi mata pada bayi bisa saja termasuk:

  • Dislokasi lensa mata
  • Gangguan retina
  • Glaukoma atau katarak dini

Sindrom Marfan juga meningkatkan risiko melengkungnya tulang punggung secara tidak wajar, misalnya skoliosis.

Marfan syndrome ini juga bisa menghambat perkembangan tulang rusuk normal yang berisiko menyebabkan tulang dada menyembul atau terlihat tenggelam ke dalam dada.

Nyeri kaki dan punggung bawah juga sering dialami pasien penderita Marfan syndrome atau sindrom Marfan.

Bagaimana cara mengobati Marfan syndrome?

Bayi dan anak yang mengalami Marfan syndrome atau sindrom Marfan diobati oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari ahli genetika, dokter jantung, dokter mata, ahli bedah tulang, dan dokter bedah toraks.

Walaupun tidak ada obat untuk sindrom Marfan, pengobatan fokus pada mencegah beragam komplikasi penyakit.

Untuk mengetahui pengobatan apa yang paling tepat, bayi dan anak harus diperiksa secara teratur untuk tanda-tanda bahwa kerusakan yang disebabkan oleh penyakit sedang berkembang.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan atau perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi gejala sindrom Marfan?

Bayi dan anak dapat melakukan beberapa pengobatan secara mandiri untuk mencegah atau mengurangi gejala sindrom Marfan atau Marfan syndrome.

Beberapa pengobatan rumahan Marfan syndrome di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Aktivitas fisik

Kebanyakan anak dengan Marfan syndrome atau sindrom Marfan dapat berpartisipasi dalam jenis aktivitas fisik dan/atau aktivitas rekreasi tertentu.

Anak yang mengalami pelebaran aorta tidak bisa berolahraga kelompok berintensitas tinggi, olahraga kontak, dan olahraga isometris (misalnya angkat beban).

Anak dengan aorta yang melebar akan disarankan untuk menghindari olahraga tim berintensitas tinggi, olahraga kontak, dan olahraga isometris (macam angkat beban). Tanyakan dokter spesialis jantung tentang rujukan aktivitas atau olahraga untuk si kecil.

2. Kehamilan

Konseling genetik harus dilakukan sebelum hamil karena sebagian besar kasus sindrom Marfan merupakan kondisi bawaan sejak lahir.

Pemeriksaan tindak lanjut tekanan darah sesering mungkin dan echocardiogram bulanan secara hati-hati diperlukan selama hamil.

Jika terdapat pembesaran atau pelebaran aorta yang sangat cepat, beristirahat atau operasi mungkin diperlukan. Dokter akan berdiskusi dengan Anda tentang metode melahirkan terbaik.

3. Pencegahan endocarditis

Anak dengan Marfan syndrome atau sindrom Marfan yang melibatkan jantung, katup jantung, atau yang telah menjalani operasi jantung mungkin lebih berisiko terkena bacterial endocarditis.

Bacterial endocarditis adalah infeksi katup atau jaringan jantung yang muncul ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah.

Untuk mengurangi risiko endocarditis, antibiotik diperlukan pada pasien sindrom Marfan yang akan menjalani prosedur operasi.

Periksakan kepada dokter tentang jenis dan jumlah antibiotik yang harus Anda minum.

4. Pertimbangan emosional

Bayi dan anak dengan sindrom Marfan atau Marfan syndrome rentan terkena stres, tekanan emosional, serta sangat membutuhkan penyesuaian pandangan dan gaya hidup.

Untuk menghindari segala tekanan tersebut, si kecil sebaiknya selalu membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar Anda.

5. Tindak lanjut

Pemeriksaan rutin tindak lanjut meliputi kardiovaskular, mata, dan pemeriksaan kerangka, terutama selama masa pertumbuhan. Dokter akan membahas tindakan lanjut terkait kondisi ini.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Cacat Lahir pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

    Tidak ada orangtua yang ingin anaknya terlahir dengan kelainan fisik apa pun. Lantas, sebenarnya apa penyebab bayi mengalami cacat lahir?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

    Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

    Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Anemia Sel Sabit (Sickle Cell Anemia)

    Anemia sel sabit adalah jenis anemia akibat kelainan genetik yang menyebabkan bentuk sel darah merah berbentuk sabit. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

    Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
    Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

    Distrofi Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
    hemokromatosis

    Hemokromatosis

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
    kekurangan yodium saat hamil

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    ciri cacingan pada anak

    Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit