Sindrom Kompartemen

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 27, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit sindrom kompartemen?

Sindrom kompartemen atau compartment syndrome adalah kondisi yang terjadi akibat meningkatnya tekanan di dalam kompartemen otot karena perdarahan atau pembengkakan setelah cedera. Cedera akan memicu pembengkakan pada otot dan jaringan di dalam kompartemen. Apabila terjadi pembengkakan, maka tekanan di dalam kompartemen pun akan mengalami peningkatan. Tekanan yang sangat tinggi pada kompartemen otot dapat menghalangi aliran darah ke jaringan yang terkena.

Jika tidak segera diobati, compartment syndrome dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang parah, hilangnya fungsi tubuh, dan bahkan kematian. Kaki, lengan, dan perut paling rentan mengalami sindrom kompartemen.

Berdasarkan penyebabnya, sindrom kompartemen di bagi menjadi dua jenis, yaitu:

Sindrom kompartemen akut

  • Terjadi secara tiba-tiba, biasanya setelah patah tulang atau cedera parah
  • Membutuhkan perawatan medis segera
  • Dapat menyebabkan kerusakan otot permanen jika tidak ditangani dengan cepat

Sindrom kompartemen kronis

  • Terjadi secara bertahap
  • Biasanya disebabkan karena olahraga yang melibatkan gerakan berulang misalnya bersepeda atau berlari
  • Bukan keadaan darurat medis karena rasa gejala dapat mereda dalam beberapa saat setelah olaharaga dihentikan
  • Tidak menyebabkan kerusakan permanen

Seberapa umumkah penyakit kondisi ini?

Sindrom kompartemen adalah penyakit yang dapat terjadi pada semua kalangan usia. Namun, compartment syndrome paling sering terjadi pada atlet berumur di bawah 30 tahun. Anda bisa membatasi peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasikanlah kepada dokter untuk informasi lebih lanjut

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom kompartemen?

Dikutip dari Web MD, beberapa gejala compartment syndrome akut adalah:

  • Rasa sakit yang parah bahkan lebih parah dari rasa sakit yang ditimbulkan ketika cedera
  • Mati rasa
  • Kesemutan atau rasa sakit seperti disetrum di bagian tubuh tertentu
  • Pembengkakan otot
  • Memar

Beberapa gejala sindrom kompartemen kronis adalah:

  • Nyeri otot atau kram pada saat olahraga
  • Kesemutan
  • Area yang terkena berubah menjadi pucat atau dingin
  • Dalam kasus yang parah, Anda mungkin kesulitan untuk menggerakan bagian tubuh yang bermasalah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter segera bila mengalami nyeri atau cedera otot yang parah saat sedang berolahraga. Jika Anda memiliki tanda dan gejala di atas, atau ingin bertanya, konsultasikanlah kepada dokter. Status dan kondisi dapat bervariasi pada banyak orang. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan metode diagnosis dan perawatan terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa penyebab sindrom kompartemen?

Secara umum penyebab compartment syndrome adalah cedera, baik yang berkaitan dengan tulang maupun otot. Beberapa penyebab lain compartment syndrome adalah:

  • Patah tulang
  • Gips atau perban yang dibalut terlalu ketat
  • Luka bakar
  • Perdarahan
  • Komplikasi perasi untuk memperbaiki pembuluh darah yang tersumbat atau rusak
  • Olahraga intensitas tinggi, terutama yang membutuhkan gerakan berulang

Cedera akan memicu pembengkakan pada otot dan jaringan di dalam kompartemen. Apabila terjadi pembengkakan, maka tekanan di dalam kompartemen pun akan mengalami peningkatan. Peningkatan tekanan pada kompartemen otot dapat menghambat aliran darah. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan otot dan kematian jaringan jika tidak segera diobati.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit sindrom kompartemen?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit sindrom kompartemen adalah:

  • Umur di bawah 30 tahun
  • Melakukan olahraga yang melibatkan gerakan berulang kali, misalnya jogging atau jalan cepat
  • Melakukan olahraga dengan intensitas tinggi
  • Menggunakan obat antiradang steroid atau suplemen diet creatine yang mampu meningkatkan massa otot dan kandungan air
  • Menjalani pengobatan patah tulang yang tidak optimal

Walaupun tidak ada faktor risiko, bukan berarti Anda tidak bisa sakit. Tanda ini hanya sebagai referensi. Anda perlu berkonsultasi kepada dokter spesialis untuk lebih banyak detail.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit sindrom kompartemen?

Dikutip dari situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, pilihan pengobatan compartment syndrome adalah:

  • Sindrom kompartemen akut

Jika mengalami sindrom kompartemen akut, pasien memerlukan operasi untuk mencegah matinya jaringan otot dan saraf. Jika tidak diobati segera, penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan atau bahkan matinya jaringan lengan dan kaki.

Dokter bedah akan memperluas saluran hematoma untuk meredakan tekanan pada rongga tubuh. Biasanya, luka dibiarkan terbuka setelah 2-3 hari dan lalu dijahit. Pasien mungkin perlu menjalani operasi transplantasi kulit dari bagian tubuh lainnya untuk menggantikan kulit yang membusuk.

  • Sindrom kompartemen kronis

Sindrom kompartemen kronis biasanya diobati dengan operasi. Dokter akan memotong atau menghilangkan sebagian otot yang terbuka (barisan yang mengelilingi otot). Tangan atau kaki pasien dapat berfungsi secara normal setelah operasi.

Selain itu, pasien tidak boleh melakukan aktivitas olahraga tertentu macam berlari, bersepeda, atau berenang, serta harus beristirahat setelah berolahraga dan menggunakan obat untuk mengendalikan rasa sakit.

Sindrom ini sering kambuh setelah operasi jika pasien tidak mengubah jenis olahraga dan rutinitas harian.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini?

Dokter mungkin memeriksa penyebab umum rasa nyeri sebelum mendiagnosis tekanan di dalam kompartemen otot dan riwayat pengobatan Anda. Beberapa tes yang sering dilakukan dokter untuk mendiagnosis compartment syndrome adalah:

  • X-ray
  • Ultrasound
  • MRI

Bila gambar yang diambil tidak mendeteksi penyebab nyeri yang tidak biasa atau tidak diketahui, dokter mungkin mengukur tekanan di dalam kompartemen otot. Ini adalah metode terakhir untuk mendiagnosis sindrom kompartemen kronis.

Dalam rongga jenis manometri, dokter akan menekan dan mengukur rongga tubuh pasien. Prosedur ini menyebabkan rasa nyeri yang ringan dan mengharuskan memasang logam di dalam tubuh pasien untuk diukur.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit sindrom kompartemen?

Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu proses pengobatan penyakit compartment syndrome adalah:

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    Ferri, F. F. (2012). Ferri's Netter patient advisor E-book. Elsevier Health Sciences.

    Compartment syndrome . (2017). Retrieved 27 April 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/compartment-syndrome/

    (COVID-19), C., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). Compartment Syndrome: Causes, Diagnosis, Symptoms, and Treatments. Retrieved 27 April 2020, from https://www.webmd.com/pain-management/guide/compartment-syndrome-causes-treatments#1

     

    Yang juga perlu Anda baca

    Bagaimana Atlet Menjaga Fisik dan Mental Selama Pandemi COVID-19?

    Saat pandemi COVID-19 semua kejuaraan olahraga harus tertunda, ini bisa mempengaruhi performa, kesehatan fisik, dan kesehatan mental para atlet.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 April 14, 2020

    4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

    Saat menopause, tubuh wanita cenderung mengalami berat badan. Lantas, apa jenis olahraga saat menopause yang disarankan untuk menurunkan berat badan?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Kebugaran, Hidup Sehat April 5, 2020

    Panduan Olahraga untuk Pasien Kanker Tulang

    Olahraga untuk Anda yang memiliki kondisi kanker tulang mungkin memang sulit, tapi bukan berarti mustahil dilakukan. Inilah panduannya.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Kebugaran, Hidup Sehat Maret 25, 2020

    7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

    Memiliki anemia membuat Anda mudah mengalami lemas, letih, lesu tiba-tiba. Lantas, langkah pencegahan apa yang tepat agar anemia tidak mudah kambuh?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Anemia, Health Centers Februari 26, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

    Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang Mei 6, 2020
    6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

    6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang April 26, 2020
    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang April 22, 2020