Sindrom Kompartemen

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 April 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit sindrom kompartemen?

Sindrom kompartemen atau compartment syndrome adalah kondisi yang terjadi akibat meningkatnya tekanan di dalam kompartemen otot karena perdarahan atau pembengkakan setelah cedera. Cedera akan memicu pembengkakan pada otot dan jaringan di dalam kompartemen. Apabila terjadi pembengkakan, maka tekanan di dalam kompartemen pun akan mengalami peningkatan. Tekanan yang sangat tinggi pada kompartemen otot dapat menghalangi aliran darah ke jaringan yang terkena.

Jika tidak segera diobati, compartment syndrome dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang parah, hilangnya fungsi tubuh, dan bahkan kematian. Kaki, lengan, dan perut paling rentan mengalami sindrom kompartemen.

Berdasarkan penyebabnya, sindrom kompartemen di bagi menjadi dua jenis, yaitu:

Sindrom kompartemen akut

  • Terjadi secara tiba-tiba, biasanya setelah patah tulang atau cedera parah
  • Membutuhkan perawatan medis segera
  • Dapat menyebabkan kerusakan otot permanen jika tidak ditangani dengan cepat

Sindrom kompartemen kronis

  • Terjadi secara bertahap
  • Biasanya disebabkan karena olahraga yang melibatkan gerakan berulang misalnya bersepeda atau berlari
  • Bukan keadaan darurat medis karena rasa gejala dapat mereda dalam beberapa saat setelah olaharaga dihentikan
  • Tidak menyebabkan kerusakan permanen

Seberapa umumkah penyakit kondisi ini?

Sindrom kompartemen adalah penyakit yang dapat terjadi pada semua kalangan usia. Namun, compartment syndrome paling sering terjadi pada atlet berumur di bawah 30 tahun. Anda bisa membatasi peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasikanlah kepada dokter untuk informasi lebih lanjut

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom kompartemen?

Dikutip dari Web MD, beberapa gejala compartment syndrome akut adalah:

  • Rasa sakit yang parah bahkan lebih parah dari rasa sakit yang ditimbulkan ketika cedera
  • Mati rasa
  • Kesemutan atau rasa sakit seperti disetrum di bagian tubuh tertentu
  • Pembengkakan otot
  • Memar

Beberapa gejala sindrom kompartemen kronis adalah:

  • Nyeri otot atau kram pada saat olahraga
  • Kesemutan
  • Area yang terkena berubah menjadi pucat atau dingin
  • Dalam kasus yang parah, Anda mungkin kesulitan untuk menggerakan bagian tubuh yang bermasalah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter segera bila mengalami nyeri atau cedera otot yang parah saat sedang berolahraga. Jika Anda memiliki tanda dan gejala di atas, atau ingin bertanya, konsultasikanlah kepada dokter. Status dan kondisi dapat bervariasi pada banyak orang. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan metode diagnosis dan perawatan terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa penyebab sindrom kompartemen?

Secara umum penyebab compartment syndrome adalah cedera, baik yang berkaitan dengan tulang maupun otot. Beberapa penyebab lain compartment syndrome adalah:

  • Patah tulang
  • Gips atau perban yang dibalut terlalu ketat
  • Luka bakar
  • Perdarahan
  • Komplikasi perasi untuk memperbaiki pembuluh darah yang tersumbat atau rusak
  • Olahraga intensitas tinggi, terutama yang membutuhkan gerakan berulang

Cedera akan memicu pembengkakan pada otot dan jaringan di dalam kompartemen. Apabila terjadi pembengkakan, maka tekanan di dalam kompartemen pun akan mengalami peningkatan. Peningkatan tekanan pada kompartemen otot dapat menghambat aliran darah. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan otot dan kematian jaringan jika tidak segera diobati.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit sindrom kompartemen?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit sindrom kompartemen adalah:

  • Umur di bawah 30 tahun
  • Melakukan olahraga yang melibatkan gerakan berulang kali, misalnya jogging atau jalan cepat
  • Melakukan olahraga dengan intensitas tinggi
  • Menggunakan obat antiradang steroid atau suplemen diet creatine yang mampu meningkatkan massa otot dan kandungan air
  • Menjalani pengobatan patah tulang yang tidak optimal

Walaupun tidak ada faktor risiko, bukan berarti Anda tidak bisa sakit. Tanda ini hanya sebagai referensi. Anda perlu berkonsultasi kepada dokter spesialis untuk lebih banyak detail.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit sindrom kompartemen?

Dikutip dari situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, pilihan pengobatan compartment syndrome adalah:

  • Sindrom kompartemen akut

Jika mengalami sindrom kompartemen akut, pasien memerlukan operasi untuk mencegah matinya jaringan otot dan saraf. Jika tidak diobati segera, penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan atau bahkan matinya jaringan lengan dan kaki.

Dokter bedah akan memperluas saluran hematoma untuk meredakan tekanan pada rongga tubuh. Biasanya, luka dibiarkan terbuka setelah 2-3 hari dan lalu dijahit. Pasien mungkin perlu menjalani operasi transplantasi kulit dari bagian tubuh lainnya untuk menggantikan kulit yang membusuk.

  • Sindrom kompartemen kronis

Sindrom kompartemen kronis biasanya diobati dengan operasi. Dokter akan memotong atau menghilangkan sebagian otot yang terbuka (barisan yang mengelilingi otot). Tangan atau kaki pasien dapat berfungsi secara normal setelah operasi.

Selain itu, pasien tidak boleh melakukan aktivitas olahraga tertentu macam berlari, bersepeda, atau berenang, serta harus beristirahat setelah berolahraga dan menggunakan obat untuk mengendalikan rasa sakit.

Sindrom ini sering kambuh setelah operasi jika pasien tidak mengubah jenis olahraga dan rutinitas harian.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini?

Dokter mungkin memeriksa penyebab umum rasa nyeri sebelum mendiagnosis tekanan di dalam kompartemen otot dan riwayat pengobatan Anda. Beberapa tes yang sering dilakukan dokter untuk mendiagnosis compartment syndrome adalah:

  • X-ray
  • Ultrasound
  • MRI

Bila gambar yang diambil tidak mendeteksi penyebab nyeri yang tidak biasa atau tidak diketahui, dokter mungkin mengukur tekanan di dalam kompartemen otot. Ini adalah metode terakhir untuk mendiagnosis sindrom kompartemen kronis.

Dalam rongga jenis manometri, dokter akan menekan dan mengukur rongga tubuh pasien. Prosedur ini menyebabkan rasa nyeri yang ringan dan mengharuskan memasang logam di dalam tubuh pasien untuk diukur.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit sindrom kompartemen?

Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu proses pengobatan penyakit compartment syndrome adalah:

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Setelah mengalami stroke, Anda mungkin akan menderita atrofi atau kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki. Ketahui cara mengatasi atrofi berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

    Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat pereda nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Salah satu upaya pencegahan anemia yang umum adalah konsumsi zat besi. Namun, tak hanya itu, ada vitamin dan cara lain yang juga dapat mencegah anemia.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

    Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
    Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    3 Jenis Obat Keseleo di Apotek dan Perawatannya di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    kejang otot

    Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    kram otot

    Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit