7 Panduan Perawatan dan Pemulihan Setelah Patah Kaki

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Proses pemulihan akibat patah tulang memang membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Kadang bisa hanya dalam hitungan minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan tergantung pada jenis, lokasi, dan parahnya tulang yang patah. Berikut beberapa tips untuk pemulihan dan perawatan setelah patah tulang kaki:

1. Rajin cek ke dokter

Tujuan dari proses pemulihan adalah untuk meminimalisir rasa sakit dan mengembalikan fungsi kaki pasca operasi. Tahap pemulihan umumnya akan memakan waktu yang lama dan cukup menantang tergantung pada jenis patah tulang kaki yang dialami. Setelah melakukan operasi, rajinlah berkonsultasi pada dokter terkait strategi terbaik agar mempercepat proses pemulihan dan sesuai dengan perawatan yang Anda butuhkan.

2. Meminimalisasi rasa sakit

Tanda umum dari patah kaki adalah timbulnya rasa sakit, nyeri, memar dan bengkak. Anda dapat meminimalisasi tanda-tanda tersebut dengan melakukan cara sederhana seperti berbaring, mengompres kaki dengan es batu, dan membuat posisi kaki lebih tinggi selama minimal dua hari. Tanyakan kepada dokter obat apa yang baik dikonsumsi untuk menghilangkan rasa sakit, seperti ibuprofen atau naproxen. Bahkan tidak jarang bagi yang mengalami patah tulang kompleks sangat mungkin menggunakan obat bius dan tindakan lainnya.

3. Menggunakan alat penyangga

Dokter umumnya akan menyarankan agar tidak menggunakan kekuatan kaki seutuhnya untuk menumpu berat badan dalam beberapa minggu bahkan bulan selama proses pemulihan tulang. Oleh karena itu, ketika mengalami patah tulang, banyak orang yang dianjurkan untuk menggunakan alat penopang badan seperti kruk (memiliki 1 kaki) – atau walker (memiliki 4 kaki) yang akan membantu Anda selama proses pemulihan.

Beberapa jenis patah kaki bisa juga disembuhkan dengan metode weight bearing atau pembebanan berat badan – yaitu jumlah dari beban seorang pasien yang dipasang pada kaki berbentuk seperti sepatu boots besi untuk memberikan stabilitas saat berjalan. 

4. Jangan banyak bergerak

Beberapa patah tulang kaki yang tidak parah memang membutuhkan waktu yang sebentar dalam proses penyembuhannya sehingga memungkinkan untuk Anda bisa bergerak lagi. Namun ketika mengalami patah tulang parah seperti tulang paha (femur), tindakan yang dilakukan adalah traksi (penarikan), istirahat total, atau operasi.

Dari dua kasus tersebut, intinya Anda sama-sama harus melakukan segala aktivitas secara perlahan-lahan. Jangan terlalu banyak melakukan gerakan karena akan menyebabkan masalah baru yang semakin parah, misalnya patah tulang jadi berpindah posisi. Jika kaki Anda mulai sakit atau membengkak, itu tandanya Anda harus beristirahat. Tanyakan kepada dokter Anda kapan waktu yang aman untuk berkegiatan sehari-hari.

5. Melakukan terapi fisik

Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan latihan terapeutik atau terapi fisik untuk membantu proses pemulihan. Jika mengalami patah tulang sederhana, dokter merekomendasikan latihan yang bisa Anda lakukan di rumah. Namun dalam kasus lain, Anda harus melakukan terapi dengan ahli terapi fisik.

Awalnya proses terapi memang akan menyakitkan, namun ketika sudah rutin dilakukan Anda mampu mengontrol rasa sakit yang ditimbulkan akibat proses terapi. Latihan terapis fisik biasanya melakukan berbagai gerakan seperti peregangan dan latihan kekuatan.

6. Perhatikan jika ada gejala yang tidak biasa

Sangat penting untuk memperhatikan adanya kemungkinan komplikasi kaki Anda selama proses pemulihan. Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami demam, perubahan warna pada kaki, mati rasa, kesemutan, pembengkakan atau nyeri yang berlebih, karena hal ini bisa jadi tanda-tanda komplikasi.

Arthitis dan penyakit kronis lainnya merupakan penyakit  jangka panjang yang bisa saja timbul setelah mengalami patah tulang kaki. Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda mengalami gejala berkepanjangan atau sering kambuh setelah patah kaki.

7. Mencegah cedera

Berhati-hati merupakan sebuah kunci untuk meminalisir cidera. Contohnya, memakai pelindung peralatan olahraga, dan menggunakan sabuk pengaman atau helm saat berkedara, menghindari genangan air di lantai agar tidak terpeleset, ataupun hal-hal lain yang memungkinkan Anda terjatuh.

Anda mungkin perlu melakukan latihan yang bervariasi setiap harinya sebagai upaya mengurangi stres pada tulang. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan asupan nutrisi yang cukup seperti kalsium dan vitamin D untuk kekuatan tulang.

Ketika patah kaki sudah pulih

Pemulihan yang berhasil pada patah kaki adalah ketika kaki bisa berfungsi sebagaimana mestinya tanpa adanya rasa sakit. Meski begitu, ada beberapa penderita patah kaki yang tidak bisa kembali normal pasca cedera.

Hal yang harus selalu diingat adalah untuk memulai segala sesuatu secara perlahan-lahan, seperti jangan memforsir kaki untuk melalukan kegiatan-kegiatan yang berat. Rutin konsultasi ke dokter untuk melihat perkembangan pascacedera.  

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: April 11, 2017 | Terakhir Diedit: September 5, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca