Apakah Saya Tetap Boleh Olahraga Meski Sedang Cedera?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/07/2018 . 4 mins read
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Cedera ringan mungkin menjadi hal yang biasa bagi orang yang rutin berolahraga. Contohnya, Anda mungkin sering merasakan nyeri lutut saat jogging di pagi hari atau merasakan sakit punggung saat mengangkat beban. Karena dirasa ringan, tidak sedikit orang yang memaksakan diri untuk tetap olahraga saat cedera. Namun, bolehkah dilakukan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Olahraga saat cedera, bolehkah dilakukan?

cedera paha

Normalnya, orang yang mengalami cedera olahraga dianjurkan untuk beristirahat untuk memulihkan kesehatannya. Namun nyatanya, tidak semua orang betah untuk berdiam diri tanpa beraktivitas fisik, seperti olahraga.

Selain karena tidak betah berdiam diri di rumah, kebanyakan orang cemas akan semakin sakit dan tubuhnya tidak bugar kalau berhenti berolahraga. Biasanya, hal ini dirasakan oleh para atlet atau orang-orang yang sudah terbiasa berolahraga.

Seseorang yang mengalami cedera sebenarnya lebih dianjurkan untuk mengambil jeda dan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat. Hal ini dilakukan untuk mencegah cedera bertambah parah dan mempercepat penyembuhannya.

Padahal, sebuah penelitian yang dilansir dari Verywell menunjukkan bahwa tingkat kebugaran seseorang masih dapat bertahan meskipun ia mengurangi atau mengubah intensitas latihan yang dilakukan. Jadi, mengambil napas sejenak dari kebiasaan olahraga tidak lantas menurunkan tingkat kebugaran Anda begitu saja, kok.

Namun demikian, seseorang yang mengalami cedera olahraga tetap diperbolehkan untuk berolahraga. Yang terpenting adalah melakukan olahraga dengan tepat dan melindungi bagian yang cedera sampai benar-benar sembuh.

Yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk olahraga saat cedera

olahraga untuk wanita

Sebelum melakukan olahraga saat cedera, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:

1. Konsultasi ke dokter

Sebelum Anda memutuskan untuk kembali rutin olahraga saat cedera, Anda wajib mengantongi persetujuan dan rekomendasi dari dokter bahwa Anda diperbolehkan untuk berolahraga. Pasalnya, tidak semua jenis cedera mampu menerima tekanan berlebih yang bisa memperparah cedera.

Dokter akan menilai seberapa parah cedera, alternatif jenis olahraga, intensitas olahraga, dan kapan Anda boleh mulai olahraga kembali. Biasanya, dokter akan meminta Anda untuk menghindari olahraga kardio atau jenis olahraga yang melibatkan anggota tubuh yang cedera.

Jika Anda mengalami cedera pada lutut atau kaki, dokter tentu akan menyarankan Anda untuk melakukan olahraga sambil duduk, misalnya yoga. Sedangkan jika Anda mengalami cedera pada tubuh bagian atas, Anda bisa memilih olahraga yang hanya terfokus pada kaki.

2. Pahami kemampuan tubuh Anda

Olahraga saat cedera memang boleh-boleh saja dilakukan. Namun ingat, pahami kapasitas tubuh Anda, sebab hanya Anda yang mampu menilai seberapa lama tubuh Anda bisa bertahan untuk olahraga dalam kondisi cedera.

Jika Anda mulai merasakan sakit di persendian, segera hentikan olahraga yang sedang Anda lakukan. Hal ini mungkin menandakan bahwa otot-otot tubuh Anda sudah mulai lelah. Maka itu, segera istirahatkan tubuh Anda dan beralihlah ke latihan yang lebih ringan atau mungkin menyudahi sesi olahraga Anda.

3. Jaga keseimbangan dan kelenturan tubuh

Untuk menghindari cedera yang semakin parah, lakukan jenis olahraga yang lebih ringan dari rutinitas Anda sehari-hari. Salah pilih jenis olahraga dapat membuat otot semakin tegang dan menyebabkan cedera berlanjut.

Selain itu, jaga keseimbangan dan fleksibilitas tubuh Anda. Ketika Anda banyak bertumpu pada kaki kanan, maka ganti tumpuan pada kaki kiri secara bergantian. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari risiko cedera dan mempercepat masa pemulihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidak Hanya Wanita, Inilah 7 Manfaat Yoga untuk Pria

Siapa bilang yoga hanya untuk wanita? Banyak gerakan yoga yang bisa membantu pria membentuk otot idaman. Inilah manfaat yoga untuk pria.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Yoga & Pilates, Kebugaran, Hidup Sehat 10/06/2020 . 7 mins read

Olahraga Menggunakan Masker Saat Pandemi, Begini Menurut Pakar

Penggunaan masker memang diperlukan saat bepergian ke luar di tengah pandemi COVID. Namun, amankah menggunakan masker saat olahraga?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 09/06/2020 . 7 mins read

Mager Olahraga Saat Karantina? Ini 7 Tips Agar Anda Tetap Semangat

Masa karantina membuat badan jadi malas gerak. Padahal, olahraga penting agar tubuh tetap fit. Ini tips agar Anda tetap semangat olahraga saat karantina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . 5 mins read

Panduan Olahraga untuk Pasien Kanker Tulang

Olahraga untuk Anda yang memiliki kondisi kanker tulang mungkin memang sulit, tapi bukan berarti mustahil dilakukan. Inilah panduannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kebugaran, Hidup Sehat 25/03/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Serangan jantung bersepeda

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 4 mins read

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Berolahraga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 4 mins read
pemanasan sebelum olahraga

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . 5 mins read
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . 8 mins read