Ruam Popok

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu ruam popok?

Mengutip dari Mayo Clinic, ruam popok adalah adalah iritasi berupa ruam kemerahan mengkilap yang muncul di area kulit bayi yang tertutup popok. Kondisi ini juga sering disebut sebagai dermatitis popok alias diaper rash.

Ruam popok bukan kondisi serius, tapi jangan sampai Anda sepelekan. Pada kasus yang berat, ruam popok bisa memicu infeksi dari jamur maupun bakteri yang hidup di kulit bayi.

Seberapa umum ruam popok pada bayi?

Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi yang rutin memakai popok. Dikutip dari Family Doctor, lebih dari 50 persen bayi dari usia 6-9 bulan mengalami ruam popok.

Namun pada beberapa kasus, ruam popok pada orang dewasa juga bisa terjadi, terutama lansia.

Menghindari faktor risiko bisa mencegah seseorang terkena kondisi ini. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ruam popok?

Gejala ruam popok pada bayi adalah kemerahan dan iritasi di bagian bokong dan selangkangan.

Gejala ini biasanya dimulai dengan bintik-bintik merah muda yang samar dan menonjol. Semakin lama, bintik-bintik tersebut akan membesar dan menutupi area yang tertutup popok jika tidak diobati.

Dalam kasus terburuk, kulit bayi bisa terlihat merah dan mulai mengelupas. Jika disentuh, lipatan kulit bisa terasa kasar.

Ketika mengalami kondisi tersebut, bayi rewel dan menangis, khususnya setelah buang air kecil atau besar atau ketika Anda mengganti popoknya karena kesakitan.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika kulit bayi tidak membaik setelah beberapa hari pengobatan di rumah, bicarakan dengan dokter Anda. Kadang-kadang, Anda akan perlu resep pengobatan untuk mengatasi ruam popok pada bayi.

Bawa bayi ke dokter jika si kecil mengalami tanda dan gejala, seperti:

Saat berkonsultasi dengan dokter, ceritakan apa yang dialami oleh si kecil. Mulai dari kapan bayi mengalami ruam, sampai kondisi yang membuatnya memburuk.

Penyebab

Apa penyebab ruam popok?

Ada beberapa penyebab ruam yang dialami si kecil, misalnya gesekan atau iritasi. Berikut penjelasan seputar penyebab ruam pada si kecil:

Iritasi dari kotoran

Mengutip dari Family Doctor, iritasi dari tinja atau urine karena memakai popok terlalu lama bisa menyebabkan ruam. Kondisi popok yang lembap, membuat kulit iritasi dan timbul bintik kemerahan.

Bila si kecil mengalami diare, akan membuat kondisi ruam pada bayi semakin parah.

Gesekan

Munculnya ruam pada bokong atau selangkangan bayi disebabkan karena zat iritasi atau gesekan.

Kemudian, kulit yang sudah bermasalah ini dapat terinfeksi oleh jamur atau bakteri yang terperangkap oleh popok di kulit bayi yang rentan dan sensitif.

Bahan seperti absorben sintetik dalam popok sekali pakai dan sabun bilas pembunuh kuman juga bisa menyebabkan iritasi.

Infeksi candida

Apa itu candida? Ini adalah infeksi jamur yang tumbuh secara cepat di tempat lembap dan hangat. Ruam bisa timbul karena infeksi ini dan warnanya merah terang dengan bintik-bintik kecil di tepian.

Reaksi alergi

Pemakaian sabun mandi, detergen, pelembut pakaian, tisu bayi, sampai popok yang tidak cocok dengan kulit si kecil bisa menimbulkan reaksi alergi pada bayi dan membuat ruam kemerahan. Segera hentikan pemakaian produk yang memicu kulit bayi kemerahan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ruam popok?

Ruam popok pada bayi adalah kondisi yang memang bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

Bayi memiliki kulit sensitif

Bayi yang memiliki penyakit dermatitis atopik atau dermatitis seboroik, cenderung memiliki kulit yang lebih sensitif. Kondisi ini mengakibatkan mereka lebih mudah mengalami iritasi dan ruam di kulitnya.

Menggunakan popok atau produk pembersih yang kurang tepat

Penggunaan popok bayi yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko bayi terkena kondisi ini. Ini bisa meliputi bahan popok yang terlalu kasar atau ukurannya yang terlalu ketat.

Popok yang kasar dan ketat dapat menimbulkan gesekan pada kulit bayi sehingga bisa menimbulkan iritasi dan infeksi.

Membiarkan bayi mengenakan popok terlalu lama dalam kondisi basah juga bisa meningkatkan risiko terjadinya ruam.

Ditambah dengan penggunaan sabun yang mengandung zat iritan, risiko terjadinya ruam pada kulit akan semakin meningkat.

Menggunakan antibiotik

Penggunaan antibiotik pada bayi dapat meningkatkan risiko terjadinya ruam di bokong dan selangkangan. Begitu juga ia menerima ASI dari ibu yang menggunakan antibiotik.

Hal ini terjadi karena antibiotik dapat membunuh bakteri yang mengendalikan pertumbuhan ragi (jamur).

Akibatnya, perkembangbiakkan jamur jadi tidak terkendali dan menimbulkan ruam dan infeksi.

Memulai MPASI

Bayi yang memasuki usia 6 bulan mulai mengenal makanan padat selain ASI. Hal ini akan mengubah isi dan jumlah feses maupun urine si kecil.

Kulit bayi yang sensitif akan merespons perubahan ini dengan kemunculan ruam di sekitar bokong atau selangkangannya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk ruam popok?

Pengobatan termasuk penggunaan krim dan salep pada kulit dan lebih sering mengganti popok.

Jika iritasi dari urin adalah masalah utama, salep sederhana yang mengandung zinc oxide biasanya akan membantu.

Krim ini harus dioleskan setiap kali ganti popok, setelah area kulit bayi yang akan ditutupi popok dibersihkan dengan air hangat dan dikeringkan.

Jika ruam tetap ada bahkan setelah pengobatan ini, mengubah tipe popok bisa membantu.

Beberapa bayi sensitif dengan bahan kimia dalam bilasan popok kain, dan bayi lain sensitif dengan bahan sintetis popok sekali pakai. Berganti merk popok atau mencuci popok kain dua kali bisa menyelesaikan masalah.

Dokter bisa memberikan resep krim antijamur jika bayi Anda memiliki infeksi jamur, atau antibiotik jika terjadi infeksi bakteri.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk ruam popok pada bayi?

Ruam di bagian tubuh bayi yang sering dikenakan  popok itu umum terjadi. Orang yang merawat bayi biasanya akan bisa langsung melihatnya. Anda juga bisa menghubungi dokter yang akan menawarkan pendapat berdasarkan resep dan produk bayi lainnya.

Ketika Anda bicara dengan dokter, bersiaplah untuk mendiskusikan merk popok, lotion, deterjen, dan perlengkapan rumah lainnya yang bersinggungan dengan bayi Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ruam popok?

Mengobati ruam popok pada bayi tidak hanya dengan pengobatan dokter saja, perawatan rumah juga diperlukan, seperti:

Jaga area popok tetap bersih dan kering

Cara terbaik untuk mengatasi ruam popok pada bayi adalah menjaga kulit bayi tetap kering. Ganti popok bayi yang basah dan kotor dengan popok baru secara rutin. Anda mungkin perlu mengganti popok bayi di malam hari sampai ruamnya membaik.

Setelah buang air kecil, bersihkan kulit bayi dengan tisu basah tanpa alkohol dan pewangi. Sementara bila ia buang air besar, akan lebih baik bersihkan dengan air dan sabun.

Kemudian, keringkan kulitnya dan oleskan obat yang diresepkan dokter. Agar kulitnya tetap bersih, mandikan bayi secara rutin, yakni 2 kali sehari dengan sabun.

Biarkan kulit bayi bernapas

Kulit yang terlalu lembap dapat meningkatkan pertumbuhan jamur dan bakteri sehingga membuat ruam popok jadi lebih buruk. Jadi, biarkan kulit bayi terpapar udara lebih sering dengan cara berikut ini:

  • Biarkan bayi tanpa popok selama 10 menit sebanyak 3 kali sehari, terutama setelah kulitnya dibersihkan atau tidur siang
  • Gunakan popok yang lebih besar dan pasang dengan longgar  sampai ruamnya hilang untuk memberikan celah udara masuk

Hindari produk yang mengiritasi

Tidak semua produk kulit aman untuk kulit bayi. Ada beberapa obat yang sifatnya keras efeknya pada kulit sehingga bisa menimbulkan iritasi.

Jika digunakan pada kulit yang terkena ruam popok, kondisi dapat bertambah buruk. Hindari produk yang mengandung fenol, benzokain, diphenhydramine, atau salisilat.

Konsultasi pada dokter jika menggunakan obat tambahan

Beberapa obat tanpa resep dapat meringankan gejala ruam popok pada bayi. Ini meliputi witch hazel, aloe vera gel, atau krim yang mengandung ekstrak calendula.

Namun, sebelum digunakan, baiknya konsultasi ke dokter. Tujuannya, mencegah kinerja obat ganda, iritasi, alergi, atau menurunkan efektivitas salah satu obat karena saling bereaksi.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Gastritis

    Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    6 Metode Perawatan untuk Meredakan Gatal dan Perih di Kulit Akibat Dermatitis Kontak

    Rasa gatal dan sensasi perih yang mengganggu akibat dermatitis kontak alergi atau iritan diatasi dengan mudah lewat sejumlah perawatan di rumah.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat untuk infeksi jamur kulit

    Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    sabun untuk kulit bayi sensitif

    Cara Memilih Sabun untuk Kulit Bayi yang Sensitif

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
    merawat kulit saat karantina

    Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
    susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

    Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020