Psoriasis Inversa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 27, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu psoriasis inversa?

Psoriasis inversa adalah bentuk psoriasis yang menyebabkan munculnya plak merah mengilap pada area lipatan kulit.

Tidak seperti jenis psoriasis pada umumnya yang membuat kulit kering dan bersisik, lesi kulit psoriasis inversa bertekstur halus dan licin. Area lipatan kulit yang biasanya terdampak oleh psoriasis inversa adalah bagian ketiak, leher, pangkal paha hingga bokong.

Bentuk psoriasis ini dapat dipicu oleh berbagai hal dan kondisi. Pemicu psoriasis inversa hampir sama dengan psoriasis vulgaris atau plak. Bedanya, infeksi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri juga diduga juga turut berperan besar terhadap kemunculan gejala psoriasis ini.

Psoriasis inversa adalah penyakit kulit yang tidak menular.

Seberapa umumkah penyakit kulit ini?

Berdasar statistik WHO, dari 125 juta orang di dunia 2-3% di antaranya merupakan penderita psoriasis. Berdasarkan waktu kemunculan gejala dan ciri penyakit psoriasis, sebagian besar penyakit ini dideteksi pertama kali pada usia 15-25 tahun.

Bentuk psoriasis satu ini tidak umum terjadi, tapi bisa menyerang siapa saja di usia berapa pun. Salah satu kelompok yang sering diidentifikasi menunjukkan gejala psoriasis inversa adalah balita. Pada bayi, gejala ditemukan pada pangkal paha atau area di mana iritasi ruam popok sering muncul.

WebMD menyebutkan, dalam 40% total kasus psoriasis hanya satu di antaranya menunjukkan gejala psoriasis inversa.

Pun demikian, dalam laporan yang dipublikasikan Clinical, Cosmetic And Investigational Dermatology, diketahui prevalensi penyakit mencakup sekitar 3-36% dari berbagai kasus penyakit kulit di dunia.

Laporan ini juga menduga kemunculan gejala psoriasis inversa secara tiba-tiba menandakan komplikasi berupa ruam pada kulit penderita HIV.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala psoriasis inversa?

Psoriasis inversa memiliki gejala khas berupa plak berwarna merah terang dengan tekstur halus dan mengilap. Plak memiliki bentuk lebar dengan sisi yang membulat.

Tekstur plak psoriasis berbeda dari jenis psoriasis lainnya karena penyakit ini memang cenderung memengaruhi area lipatan kulit yang rentan lembap. Paling sering ditemukan pada:

  • Ketiak
  • Pangkal paha
  • Di bagian bawah payudara
  • Vulva
  • Belahan bokong
  • Sekitar anus

Meski begitu, plak bisa juga muncul pada kulit kering yang mengerak seperti penis.

Kemunculan gejala berupa ruam kulit merah biasanya bersifat lokal, artinya hanya ditemukan pada salah satu bagian tubuh. Namun tak jarang, gejala psoriasis inversa juga bisa muncul bersamaan dengan psoriasis vulgaris.

Apa saya komplikasi yang bisa disebabkan penyakit ini?

Pada lipatan kulit yang terkena plak, kulit menjadi sangat sensitif sehingga bisa mengelupas, pecah, dan membentuk fisura. Luka pada kulit ini bisa menimbulkan rasa perih atau bahkan mengeluarkan darah.

Karena lokasi kemunculan gejala yang berada di lipatan kulit, psoriasis ini bisa menyebakan masalah kulit yang lebih serius, yaitu:

  • iritasi kulit akibat garukan dan keringat
  • infeksi kulit tungau, jamur, dan bakteri
  • gangguan hubungan seksual karena gejala yang membuat tidak nyaman

Kapan sebaiknya saya perlu menemui dokter?

Jika mengalami gejala dan tanda-tanda lesi kulit seperti yang telah disebutkan, terutama ketika gejala tidak kunjung hilang dalam waktu lama, segerakan untuk menemui dokter spesialis kulit.

Beberapa kondisi lainnya yang mengharuskan Anda untuk mendapatkan pengobatan secara medis sesegera mungkin adalah:

  • Berlangsung terus-menerus dan membuat Anda tidak nyaman atau bahkan sakit.
  • Gejala plak membuat Anda khawatir terhadap penampilan diri.
  • Kesulitan menjalani rutinitas sehari-hari.
  • Munculnya rasa nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi.

Pemeriksaan secara medis juga teramat disarankan jika sebelumnya Anda telah mencoba pengobatan mandiri atau alami, tapi gejala malah semakin memburuk. Hal ini menandakan bahwa Anda membutuhkan obat atau kombinasi pengobatan psoriasis yang berbeda.

Penyebab

Apa penyebab psoriasis inversa?

Penyebab utama dari psoriasis secara umum belum dipastikan. Namun, proses peradangan kulit terkait psoriasis merujuk pada kondisi autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan kuman penyakit malah menyerang sel-sel kulit yang sehat.

Kondisi autoimun yang diduga ikut memengaruhi diakibatkan oleh interaksi antara sel limfosit T, sel dendritik, keratinosit, neutrofil, dan sitokin proinflamasi mengaktifkan bagian sistem imun yang menyebabkan terjadinya peradangan.

Peradangan yang ini menyebabkan keratinosit yang merupakan sel kulit baru untuk berkembang dengan sangat cepat. Ketika sel kulit baru tumbuh cepat ia akan menekan lapisan pelindung epidermis dan menyebabkan penebalan kulit yang dikenali sebagai psoriasis.

Akan tetapi, mekanisme yang menyebabkan munculnya plak merah pada psoriasis inversa hingga saat ini belum bisa diketahui secara pasti. Berbagai faktor dari lingkungan dan kondisi kesehatan diketahui dapat memicu gejala psoriasis inversa.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena psoriasis inversa?

Kendati penyebabnya belum diketahui dengan jelas, beberapa hal dan kondisi dapat menjadi faktor pemicu yang menyebabkan seseorang mengalami gejala psoriasis inversa.

Faktor pemicu untuk setiap orang bisa berbeda-beda bahkan berganti dari waktu kewaktu. Faktor-faktor pemicu penyakit ini meliputi:

  • stres
  • rokok
  • alkohol
  • obat-obatan tertentu, seperti beta blockers dan lithium
  • infeksi, terutama yang menyerang saluran pernapasan
  • luka kulit, seperti kulit terbakar matahari, iritasi, kulit teriris, dan abrasi kulit
  • obesitas
  • kekurangan vitamin D

Diagnosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis psoriasis inversa?

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala. Dokter selanjutnya akan menyelidiki apakah Anda mengalami kondisi yang menjadi faktor risiko.

Dokter biasanya juga akan melaksanakan beberapa prosedur pemeriksaan yang lebih mendalam untuk memperoleh evaluasi dari diagnosis awal. Prosedur seperti biopsi kulit dan tes laboratorium bertujuan untuk membedakan psoriasis inversa dengan penyakit dengan gejala serupa.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk psoriasis inversa?

Pengobatan untuk psoriasis ini cukup sulit akibat lokasi gejala yang muncul pada lipatan kulit. Bagian lipatan umumnya memiliki kulit yang lebih tipis dan sensitif.

Dokter akan meresepkan krim atau salep kortikosteroid dengan potensi steroid yang disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala berikut dengan aturan pemakaian khusus.

Penggunaan obat steroid topikal yang memiliki efek samping penipisan kulit bisa mempeparah kondisi. Oleh karena itu, pengobatan untuk psoriasis inversa haruslah dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Namun untungnya, terdapat obat-obatan lain yang lebih aman dan minim efek samping selain salep yang mengandung steroid.

Obat-obatan ini bisa dikombinasikan dengan salep steroid ataupun digunakan secara terpisah, yaitu:

  • krim atau salep dengan kandungan vitamin D analog
  • obat topikal calcineurin inhibitors, seperti tacrolimus dan pimecrolimus
  • obat topikal dengan kandungan calcipotriene, coal tar, anthralin
  • emolien atau pelembab kulit nonkosmetik
  • obat injeksi biologis seperti adalimumab dan infliximab

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi psoriasis inversa?

Perawatan sederhana di rumah yang membantu mengendalikan gejala bisa dilakukan dengan menghindari berbagai faktor pemicu dari psoriasis inversa.

Terdapatnya kaitan antara penyakit ini dengan obesitas, konsumsi, alkohol, rokok, dan obat-obatan tertentu menuntun penderita psoriasis inversa untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Agar kondisi psoriasis yang dialami semakin cepat membaik, maka Anda perlu melakukan berberapa hal ini:

  • Tidak memakai pakaian berbahan kasar yang memicu iritasi kulit.
  • Hindari memakai pakaian berbahan ketat yang menutupi bagian kulit yang terdampak.
  • Menjaga bagian kulit yang terdampak selalu dengan membersihkannya menggunakan sabun tanpa pewangi dan air dingin. Konsultasikan pada dokter jenis sabun apa yang sebaiknya digunakan.
  • Oleskan pelembab kulit nonkosmetik secara rutin, terutama sebelum mengaplikasikan obat topikal.
  • Menjaga udara di sekitar ruangan tetap sejuk.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal tayang Mei 22, 2020
6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 21, 2020