Butuh Waktu Berapa Lama Sampai Prosedur Biopsi Selesai Dilakukan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/06/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Biopsi adalah sebuah prosedur medis yang berguna untuk membantu dokter mendiagnosis penyakit tertentu. Biasanya tindakan ini dilakukan jika pasien dicurigai memiliki kanker atau tumor. Dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh agar bisa dianalisis lebih lanjut. Meski sebenarnya dilakukan dalam keadaan tidak sadar karena diberikan obat bius (anestesi), tapi seberapa lama waktu biopsi ini akan berlangsung?

Kenapa prosedur biopsi harus dilakukan?

penyebab sirosis hati

Secara garis besarnya, biopsi bisa dilakukan secara eksisi maupun insisi. Biopsi eksisi adalah prosedur pembedahan  untuk mengangkat seluruh benjolan yang tumbuh di dalam tubuh. Sedangkan biopsi insisi adalah pengambilan sampel jaringan yang diduga dapat berkembang sebagai penyakit, seperti kanker.

Apa pun teknik biopsi yang dilakukan pada tubuh, biasanya membutuhkan lama waktu yang tidak selalu sama. Begini misalnya. Ketika tubuh menunjukkan beberapa gejala terkait penyakit tertentu, contohnya kanker, biopsi biasanya dianjurkan untuk membantu mendeteksi kebenarannya.

Pasalnya, kebanyakan pengidap kanker umumnya mengalami benjolan abnormal di bagian tubuh tertentu. Untuk mencari tahu apakah kondisi tersebut benar kanker atau penyakit lainnya, dokter mungkin akan menempuh prosedur biopsi.

Benjolan mencurigakan tersebut bisa saja disebabkan oleh kondisi non kanker seperti fibrosis polikistik. Nah, lama waktu yang diperlukan dari awal proses dimulainya biopsi sampai akhirnya selesai itu akan berbeda.

Meski biasanya dapat didukung oleh tes pencitraan seperti CT-scan dan x-ray (rontgen), tapi tanpa biopsi pemeriksaan tersebut mungkin kurang akurat. Ini karena tes pencitraan hanya membantu mengidentifikasi area target saja, tanpa mampu membedakan adanya pertumbuhan sel kanker atau tidak.

Namun, jika dokter menganjurkan Anda untuk menjalani biopsi bukan berarti Anda telah mengalami kanker. Lagi-lagi, prosedur ini bertujuan untuk memastikan kondisi apa yang sebenarnya sedang Anda alami.

Berbagai pilihan jenis biopsi

Kebanyakan orang mungkin mengira bahwa biopsi merupakan prosedur medis untuk mengangkat pertumbuhan suatu benjolan di tubuh saja. Padahal, jangan salah kaprah dulu. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, biopsi terbagi menjadi dua teknik secara garis besarnya yang nantinya akan menentukan lama waktu prosedurnya.

Meliputi pengangkatan benjolan dan pengambilan sampel jaringan. Sementara untuk jenisnya, berikut beragam tipe biopsi yang bisa dipilih:

Biopsi sumsum tulang (bone marrow biopsy)

Biopsi sumsum tulang biasanya dilakukukan ketika diduga ada masalah pada darah, entah yang mengarah pada kanker atau bukan. Misalnya kanker darah seperti leukimia, limfoma, maupun multiple myeloma.

Jenis biopsi ini juga dapat mendeteksi kanker yang menyerang maupun berasal dari sumsum tulang belakang.

Biopsi jarum (needle biopsy)

Biopsi jarum digunakan untuk mengambil sampel benjolan yang mencurigakan pada payudara, maupun pada pembengkakan kelenjar getah bening.

Biopsi jarum juga bisa dipakai untuk mengambil sampel yang dirasa membahayakan di bagian bawah kulit, dengan bantuan tes pencitraan. Misalnya sinar-x. Lama waktu untuk menyelesaikan tipe biopsi yang satu ini biasanya berbeda dengan tipe lainnya.

Biopsi endoskopi (endoscopic biopsy)

Biopsi endkospi adalah jenis biopsi yang bertujuan untuk menjangkau jaringan yang cukup sulit dijangkau. Contohnya seperti area usus besar, paru-paru, dan kandung kemih.

Biopsi kulit (skin biopsy)

Biopsi kulit dapat menjadi pilihan untuk mendiagnosis ketika timbul masalah pada kulit, seperti kanker melanoma maupun jenis kanker lainnya. Prosedur biopsi kulit yang dilakukan bisa berbeda-beda tergantung pada tipe kanker yang dicurigai dan luasnya sel kanker tersebut.

Biopsi bedah (surgical biopsy)

Jika masalah medis yang Anda dialami tidak memungkinkan untuk diatasi menggunakan beberapa tipe biopsi sebelumnya, dokter bisa menempuh jalan lain. Biopsi bedah, misalnya.

Prosedur ini berguna untuk mengambil sedikit bagian sel abnormal sebagai sampel (biopsi insisi), maupun mengangkat seluruh area sel tersebut (biopsi eksisi). Lama waktu selama melakukan prosedur ini tentu berbeda dengan beberapa tipe biopsi sebelumnya.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalani biopsi?

apa itu biopsi

Sekilas, mendengar sebutan biopsi saja mungkin tampak menyeramkan. Padahal, perlu dipahami bahwa biopsi sebenarnya merupakan prosedur yang aman untuk dilakukan dan risikonya terbilang rendah.

Bahkan bukan hanya satu. Ada beberapa jenis pilihan biopsi yang bisa dilakukan dokter dengan tetap menyesuaikannya dengan kondisi dan kebutuhan Anda. Sedangkan untuk lama waktu biopsi, biasanya tergantung dari jenis biopsi yang dilakukan beserta tingkat kesulitannya.

Mengutip dari UCSF Health, lama waktu biopsi yang menggunakan jarum halus atau needle biopsy yakni sekitar 10-15 menit. Namun, lama waktu biopsi tersebut bisa bervariasi dan tidak selalu sama antara jenis yang satu dan lainnya.

Pada operasi biopasi atau surgical biopsy, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama ketimbang needle biopsy. Begitu pula dengan jenis biopsi lainnya yang memakan waktu berbeda-beda tergantung tingkat kesulitannya.

Berapa lama hasil biopsi akan keluar?

Biopsi

Setelah selesai dilakukan, butuh beberapa waktu lamanya sampai hasil biopsi keluar. Lagi-lagi, hal ini ditentukan oleh jenis biopsi yang dilakukan sebelumnya.

Jika jenis biopsi yang digunakan terbilang mudah dengan kasus yang ringan, lama waktu sampai hasilnya keluar bisa berkisar antara 2-3 hari. Sementara untuk kasus yang lebih rumit, biasanya membutuhkan waktu cukup lama yakni sekitar 7-10 hari.

Ini karena sampel jaringan yang diambil memiliki tingkat kesulitannya sendiri-sendiri, sehingga membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk diteliti lebih lanjut. Semakin parah kondisi yang dialami disertai dengan rumitnya jenis biopsi yang dilakukan, maka akan semakin lama pula waktu yang dibutuhkan sampai hasilnya keluar.

Bahkan terkadang, bisa dilakukan biopsi lanjutan untuk memastikan kondisi medis yang sedang Anda alami.Bukan itu saja.

Hasil biopsi yang menunjukkan bahwa Anda positif mengalami kanker juga bisa memberi gambaran mengenai jenis dan keberadaaan kanker pada tubuh. Hasil biopsi tersebut juga membantu dokter untuk mengetahui tingkat keparahan kanker yang Anda alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengulas Prosedur Endoskopi Dalam Perawatan Kanker Esofagus

Salah satu cara mendiagnosis dan kadang mengobati kanker esofagus adalah dengan endoskopi. Pahami persiapan, proses, dan potensi efek sampingnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 31/10/2019 . 6 mins read

5 Jenis Operasi yang Paling Sering Direkomendasikan Dokter untuk Kanker Tenggorokan

Untuk pasien kanker tenggorokan stadium awal, dokter sering merekomendasikan pengobatan langsung lewat operasi. Mana yang akan Anda jalani?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Tiroid, Health Centers 31/10/2019 . 5 mins read

5 Gejala Kanker Esofagus yang Paling Mudah Dikenali

Kanker esofagus dapat menyebabkan kematian bila terlambat didiagnosis. Maka itu, penting untuk mengetahui gejala awal kanker esofagus (kanker kerongkongan).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/10/2019 . 5 mins read

7 Gejala Kanker Tenggorokan yang Paling Mudah Dikenali

Meski kanker jenis ini masih dibilang jarang, tapi tak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri atau gejala kanker tenggorokan sejak dini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25/10/2019 . 7 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020 . 7 mins read
manfaat nanas untuk kanker

Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Mencegah Perkembangan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/12/2019 . 4 mins read
kanker tenggorokan stadium 4

Kanker Tenggorokan Stadium 4: Gejala, Harapan Hidup, Cara Mengobati, dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . 6 mins read
kanker tenggorokan stadium 1

Kanker Tenggorokan Stadium 1: Gejala, Cara Mendeteksi, dan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 31/10/2019 . 6 mins read