Perdarahan Subkonjungtiva

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu perdarahan subkonjungtiva?

Perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah tepat di bawah permukaan mata Anda (konjungtiva). Konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan sangat cepat, sehingga darah terperangkap. 

Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda mengalami kondisi ini sampai Anda melihat ke cermin dan melihat bagian putih mata Anda berwarna merah cerah. 

Perdarahan subkonjungtiva sering terjadi tanpa ada kerusakan mata yang nyata. Bersin atau batuk yang kuat dapat menyebabkan pembuluh darah pecah di mata. 

Anda tidak perlu mengobatinya. Gejala Anda mungkin mengkhawatirkan. Namun, perdarahan subkonjungtiva biasanya merupakan kondisi tidak berbahaya yang dapat menghilang dalam waktu sekitar dua minggu. 

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba pada usia berapapun. Kondisi ini seringkali hanya terjadi di salah satu mata, jarang terjadi di kedua mata.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perdarahan subkonjungtiva?

Orang-orang dengan kondisi ini biasanya tidak mengalami gejala terhadap penglihatan dan tidak terasa sakit. Umumnya, Anda tidak menyadari kondisi ini hingga ia bercermin atau diberi tahu oleh seseorang bahwa mata Anda merah.

Dikutip dari Web MD, gejala-gejala perdarahan subkonjungtiva:

  • Sangat jarang orang mengalami rasa sakit ketika perdarahan dimulai. Ketika perdarahan pertama kali terjadi, Anda mungkin mengalami rasa penuh di mata. Ketika perdarahan membaik, beberapa orang mungkin mengalami iritasi mata yang sangat ringan. 
  • Perdarahannya adalah area merah terang yang jelas dan tajam di atas sclera. Terkadang, seluruh bagian putih mata kadang-kadang tertutup oleh darah. 
  • Para perdarahan subkonjungtiva, tidak ada darah yang keluar dari mata. Jika Anda menodai mata dengan tisu, seharusnya tidak ada darah. 
  • Perdarahan akan tampak lebih parah dalam 24 jam pertama dan kemudian perlahan-lahan akan berkurang ukurannya dan mungkin terlihat kekuningan setelah darah terserap. 

Tampilan klinis dari perdarahan subkonjungtiva, dengan perdarahan yang terbatas di bawah permukaan mata, biasanya terlihat dengan jelas dan mudah dikenali untuk diagnosis.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab perdarahan subkonjungtiva?

Perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak memiliki penyebab yang jelas. Pasien seringkali diberi tahu orang lain bahwa mata mereka merah. 

Namun, pada beberapa kasus yang serius, perdarahan subkonjungtiva dapat menjadi gejala dari kondisi infeksi yang terkait dengan tubuh atau kornea (abrasi kornea, pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu lama), dan kadang, perdarahan subkonjungtiva dapat terjadi akibat cedera mata traumatis, seperti:

  • Pada kasus trauma (Valsalva)
  • Pada kasus batuk yang dipaksakan, muntah, bersin, tersedak (tingkat keparahan tergantung pada waktu terjadinya robekan, rasa sakit, keluarnya cairan)
  • Batuk, bersin, mengejan atau kerja berat dengan adanya riwayat hipertensi.

Perdarahan subkonjungtiva sering terjadi pada bayi baru lahir. Dalam hal ini, kondisi ini diduga disebabkan oleh perubahan tekanan di seluruh tubuh bayi saat melahirkan. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk perdarahan subkonjungtiva?

Ada banyak faktor risiko untuk perdarahan subkonjungtiva, yaitu:

  • Episode trauma atau infeksi sebelumnya
  • Zat kimia
  • Penggunaan lensa kontak
  • Mengangkat atau mendorong objek berat
  • Tekanan darah tinggi
  • Komorbiditas medis.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Pengukuran terhadap ketajaman penglihatan dan penemuan pada pemeriksaan dengan cahaya adalah fitur utama dalam menentukan pengobatan untuk mata merah. Sejarah dan penilaian keseluruhan pada pasien bermanfaat untuk keputusan pengobatan.

Apabila kemerahan disebabkan oleh perdarahan subkonjungtiva, pecahnya pembuluh darah konjungtiva menyebabkan perdarahan di bawah permukaan mata, darah kemudian umumnya akan kembali diserap dalam 1-2 minggu tanpa masalah yang serius atau kebutaan. 

Penelitian koagulasi hematologis tidak terindikasi kecuali terdapat perdarahan retina yang terkait atau kambuhnya kondisi.

Bagaimana perdarahan subkonjungtiva ditangani?

Berikut adalah pilihan pengobatan kondisi ini:

Perawatan mandiri

Biasanya, kondisi ini tidak diperlukan perawatan. Air mata tiruan yang dijual bebas dapat diaplikasikan pada mata jika terjadi iritasi ringan. 

Anda perlu menghindari penggunaan aspirin, ibuprofen, naproxen, atau obat anti-inflamasi nonsteroid lainnya. Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan perdarahan. 

Perawatan medis

Biasanya, Anda tidak membutuhkan perawatan. Dokter mungkin meresepkan air mata buatan untuk mengurangi iritasi yang mungkin terjadi. 

Jika cedera terkait dengan trauma, dokter mungkin perlu memeriksakan mata Anda untuk menurunkan risiko kerusakan bagian mata lainnya.

Beberapa pasien dengan “mata merah” memerlukan perawatan mata darurat, walau mayoritas kondisi termasuk SH dapat diobati dengan dokter umum. Tidak ada terapi spesifik yang diperlukan. 

Dokter perlu untuk memastikan bahwa kondisi hanyalah eksternal dan akan membaik dengan sendirinya dalam 1-3 minggu. Apabila terulang:

  • Anda akan diberikan asam askorbat (vitamin C) 500mg dua kali sehari
  • Carilah penanganan medis.

Apabila traumatis, manajemen harus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengeliminasi kondisi patologis lainnya.

Kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu. Biasanya, pemulihan selesai, tanpa masalah jangka panjang, mirip dengan memar ringan di bawah kulit. 

Seperti memar, perdarahan subkonjungtiva berubah warna (seringkali merah menjadi kuning) saat sembuh. 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perdarahan subkonjungtiva?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Cipratkan dengan air dingin atau kompres mata dengan handuk yang direndam dalam air adalah cara paling sederhana untuk mengatasi mata merah.
  • Pola makan seimbang dapat menjaga tekanan darah tetap rendah dan bermanfaat untuk pembuluh darah mata.
  • Kacamata untuk melindungi mata dari cedera.
  • Lain-lain.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Direkomendasikan untuk Anda

    perdarahan subkonjungtiva penyebab mata berdarah

    Benarkah Mata Bisa Berdarah Kalau Terlalu Lama Main Gadget?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
    Dipublikasikan tanggal: 25/08/2018 . Waktu baca 3 menit
    perdarahan subkonjungtiva penyebab mata merah

    Waspadai Ciri-ciri Mata Merah Akibat Ada Perdarahan di Bola Mata

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Gladys Riany
    Dipublikasikan tanggal: 14/11/2017 . Waktu baca 4 menit