Silikosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu silikosis?

Silikosis adalah kondisi berlebihnya silika di dalam tubuh Anda akibat, misalnya, terlalu banyak menghirup debu silika dalam jangka waktu yang lama. Silika merupakan mineral seperti kristal yang ditemukan di pasir, batu, dan kuarsa. Silika berpotensi mematikan bagi orang dengan pekerjaan yang melibatkan batu, beton, kaca, atau jenis batu lainnya. Paparan partikel silika yang terjadi setiap hari dapat menyebabkan luka pada paru-paru sehingga mengganggu kemampuan untuk bernapas.

Ada tiga jenis dari silikosis:

  • Silikosis akut, dapat menyebabkan batuk, penurunan berat badan, dan lemas dalam beberapa minggu atau tahun paparan terhadap silika.
  • Silikosis kronis, muncul 10-30 tahun setelah paparan silika. Paru-paru bagian atas bisa terpengaruh dan kadang menyebabkan luka berkepanjangan.
  • Accelerated silicosis (silikosis terakselerasi), terjadi dalam 10 tahun paparan tingkat tinggi.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Kondisi ini sangat umum dan biasanya lebih sering menyerang pria dibandingkan dengan wanita. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Silikosis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala silikosis?

Beberapa tanda-tanda atau gejala silikosis adalah:

  • Batuk merupakan gejala awal dan berkembang seiringnya waktu dengan paparan silika yang terhirup.
  • Pada silikosis akut, demam dan nyeri dada yang terasa menusuk serta kesulitan bernapas akan muncul. Gejala tersebut dapat muncul tiba-tiba.
  • Kemungkinan gejala lain meliputi:
    • Nyeri dada
    • Demam
    • Keringat pada malam hari
    • Penurunan berat badan
    • Gangguan pernapasan

Gejala silikosis bisa terjadi dari beberapa minggu hingga tahunan setelah paparan terhadap debu silika. Gejala akan memburuk seiring berjalannya waktu, terutama begitu luka muncul pada paru-paru.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab silikosis?

Paparan terhadap crystalline silica merupakan penyebab utama penyakit ini. Debu silika berasal dari memotong, mengebor atau menggiling tanah, pasir, granit atau mineral lainnya. Daftar pekerjaan yang bisa membuat pekerja menghirup paparan crystalline silica, antara lain:

  • Pekerja berbagai pertambangan, seperti batu bara dan batu keras
  • Pekerjaan konstruksi bangunan
  • Pekerjaan terowongan
  • Pertukangan batu
  • Pasir
  • Pabrik kaca
  • Pekerjaan keramik
  • Pekerjaan baja
  • Penggalian
  • Pemotongan batu

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya lebih berisiko terkena silikosis?

Pekerja pabrik, tambang, dan perbatuan memiliki risiko paling tinggi terhadap penyakit ini karena berhadapan langsung dengan silika. Orang yang bekerja dalam industri berikut memiliki risiko paling tinggi:

  • Pabrik aspal
  • Produksi beton
  • Menghancurkan batu dan beton
  • Pekerjaan penghancuran
  • Pabrik kaca
  • Perbatuan
  • Pertambangan
  • Penggalian
  • Sandblasting
  • Pemotongan batu

Obat dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter akan menyarankan rontgen dada untuk mendiagnosis jenis dari penyakit ini. Selain itu, Anda dapat melakukan pemeriksaan fisik, seperti pemeriksaan paru-paru. Hasil rontgen dada yang dihasilkan bisa jadi menunjukkan bahwa Anda memiliki banyak luka di paru-paru atau justru malah normal.

Beberapa rangkaian tes yang dapat berguna untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit ini adalah:

  • Tes pernapasan
  • CT scan resolusi tinggi pada dada
  • Bronkoskopi untuk mengevaluasi bagian dalam paru-paru. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan tabung tipis dan lentur ke dalam tenggorokan. Tabung akan menempel dengan kamera untuk membantu dokter melihat jaringan paru-paru. Sampel jaringan dan cairan juga dapat diambil selama bronkoskopi.
  • Biopsi paru-paru

Bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Penyembuhan penyakit ini tidak memiliki satu perawatan medis yang khusus. Sebab, tujuan dilakukannya perawatan adalah untuk mengurangi gejala yang muncul pada silikosis.

Obat batuk dapat mengurangi gejala batuk dan antibiotik juga bisa membantu mengatasi infeksi pernapasan.

Inhaler dapat digunakan untuk  membuka saluran pernapasan. Beberapa pasien juga mengenakan masker oksigen untuk meningkatkan jumlah oksigen pada darah.

Jika Anda didiagnosis penyakit ini, hindarilah paparan silika. Berhenti merokok adalah cara terbaik untuk melindungi paru-paru dari kerusakan lebih lanjut.

Orang dengan kondisi ini juga memiliki risiko tuberkulosis (TB atau TBC) yang lebih tinggi. Anda harus dites secara rutin untuk TB apabila Anda memiliki silikosis. Pemberian obat untuk menyembuhkan TB mungkin dapat diberikan.

Pasien dengan silikosis parah mungkin memerlukan transplantasi (cangkok) paru-paru.

Pencegahan

Apa yang bisa saya lakukan di rumah  untuk mencegah atau mengatasi silikosis?

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mencegah dan mengatasi sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit ini, antara lain:

  • Untuk pekerja, kenakan masker khusus yang disebut respirator untuk menghindari terhirupnya silika. Masker dapat ditandai untuk penggunaan “abrasive blasting”.
  • Semprotan air dan metode pemotongan basah dapat mengurangi risiko paparan silika.
  • Tempat kerja dan lingkungan harus memenuhi standar Occupational Safety and Health Administration (OSHA), termasuk ventilasi yang tepat. Pengelola dapat mengawasi kualitas udara pada tempat kerja untuk memastikan tidak ada silika berlebih di udara dan wajib langsung melaporkan semua insiden silikosis.
  • Dengan debu yang mengandung silika, pekerja harus makan, minum atau merokok jauh dari area tersebut.
  • Cuci tangan sebelum melakukan aktivitas untuk membersihkan tangan dari debu.
  • Lakukan imunisasi tahunan, seperti pneumococcal dan influenza.
  • Waspadalah terhadap berkembangnya TB atau infeksi lain.
  • Cari informasi lengkap seputar silikosis dan paparan debu silika.
  • Buat rencana untuk mengatasi kambuhnya penyakit ini.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Direkomendasikan untuk Anda

efek coronavirus covid-19

Efek Coronavirus COVID-19 pada Lansia, Ibu Hamil hingga Anak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Maret 2020 . Waktu baca 8 menit
paru pasien coronaviru COVID-19

Gambaran Kondisi Paru-paru Pasien Terinfeksi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2020 . Waktu baca 11 menit
penyakit bronkiektasis adalah

Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Desember 2018 . Waktu baca 8 menit