Penyakit SARS

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa yang dimaksud dengan penyakit SARS?

Severe Acute Respiratory Syndrome atau yang biasa dikenal dengan singkatan SARS adalah salah satu jenis penyakit pneumonia. Mirip dengan Covid-2019 yang kini mewabah, penyakit SARS pertama kali ditemukan menyebar di Cina pada November 2002. 

Penyakit tersebut kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan mewabah di 29 negara dalam beberapa bulan saja, lewat penyebaran dari para penderita berupa turis dan masyarakat Cina yang melakukan perjalanan ke luar negeri. 

Meskipun diketahui bahwa 9 dari 10 penderita SARS dapat sembuh dari penyakit tersebut, SARS merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian apabila penderita tidak diberikan penanganan segera yang tepat. 

Maka dari itu, pemerintah diharapkan untuk bersikap cekatan dalam mengupayakan suatu bentuk penyadaran masyarakat tentang cara mencegah SARS, pengadaan alat pengidentifikasi penderita SARS, penemuan metode yang tepat untuk mendiagnosa penderita, dan pengadaan suatu tempat isolasi pagi para penderita untuk mencegah penyebaran yang tidak terkendali.

Pada Juli 2013, wabah penyakit SARS yang menyebar telah terkendali dan dapat ditekan hingga angka yang sangat minim sehingga tidak lagi terdapat suatu keluhan penyakit serupa sejak tahun 2004.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Dari data yang tercatat, kebanyakan penderita penyakit SARS adalah orang dewasa di atas 65 tahun, serupa dengan data Covid-19

Apabila Anda memiliki latar belakang penyakit kronis lain, seperti diabetes, gangguan jantung, dan imunitas rendah saat Anda terjangkit SARS, Anda punya kemungkinan untuk terkena komplikasi penyakit yang parah sehingga meningkatkan kemungkinan kematian. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala yang biasa dialami oleh penderita penyakit SARS?

Penyakit SARS adalah kondisi dengan gejala seperti flu yang biasanya mulai 2 hingga 7 hari setelah infeksi. Terkadang, waktu antara bersentuhan dengan virus dengan awal gejala (masa inkubasi) bisa sampai 10 hari. 

Dikutip dari situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, gejala penyakit SARS adalah:

  • Demam di atas 38℃ 
  • Meriang
  • Sakit kepala
  • Kedinginan
  • Nyeri otot
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare

Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, infeksi akan mulai menyerang paru-paru dan sistem pernapasan Anda. Kondisi tersebut menyebabkan gejala lain, seperti:

  • Batuk tidak berdahak
  • Kesulitan bernapasan

Beberapa keluhan yang lebih serius biasanya berupa pneumonia yang parah dan berkurangnya kadar oksigen pada darah. Kondisi tersebut dapat berakibat fatal pada kebanyakan kasus parah. 

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Anda harus dengan segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila terdapat beberapa gejala SARS, seperti demam tinggi, nyeri otot, dan batuk kering, terlebih apabila Anda memiliki riwayat gangguan jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes, untuk mencegah komplikasi.

Penyebab

Apa saja penyebab penyakit SARS?

Penyebab penyakit SARS adalah virus Corona yaitu virus yang biasanya menyebabkan flu pada manusia. Kelelawar dan musang merupakan hewan yang biasanya disebut-sebut sebagai “sumber virus” SARS karena virus tersebut biasanya disebarkan melalui sistem pernafasan mereka, sehingga apabila Anda menghirup udara yang mengandung virus SARS, Anda akan terjangkit penyakit tersebut. 

Anda juga dapat terjangkit virus SARS apabila melakukan suatu bentuk kontak dengan penderita SARS, seperti menyentuh sesuatu yang mengandung air ludah, urin, atau feses penderita. 

Selain itu, berbagai kontak lain seperti berpelukan, berciuman, makan bersama dengan penderita, menyentuh berbagai objek yang telah disentuh oleh penderita, termasuk di dalamnya gagang pintu, telepon, dan tombol lift, juga adalah medium penyebaran SARS.

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko saya terjangkit SARS?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kerentanan Anda terjangkit penyakit SARS adalah:

  • Interaksi dengan hewan atau orang yang “membawa” virus Corona baik secara langsung maupun tidak;
  • Melakukan lawatan perjalanan ke wilayah atau negara di mana wabah SARS sedang menyebar;
  • Tidak mencuci tangan baik sebelum maupun setelah makan, atau secara umum memiliki kebersihan pribadi yang kurang baik.

Pengobatan

Informasi di bawah bukan merupakan pengganti saran medis dari dokter; selalu periksakan diri Anda kepada dokter profesional.

Apa saja jenis-jenis pengobatan penyakit SARS?

Sampai artikel ini ditulis, belum ditemukan suatu obat yang dapat menyembuhkan SARS. Apabila Anda terkena SARS, petugas kesehatan akan memberikan resep perawatan, khususnya yang membantu sistem kekebalan diri Anda dalam menjinakkan virus tersebut. 

Meskipun ada upaya global yang terpadu, para ilmuwan belum menemukan pengobatan yang efektif untuk penyakit SARS. Obat antibiotik tidak bekerja melawan virus dan obat antivirus belum menunjukkan banyak manfaat. 

Perawatan untuk meredakan gejala SARS adalah ventilasi yang memadai, oksigen, fisioterapi, antibiotik, dan obat-obatan antivirus. Obat-obatan antivirus yang diberikan tidak akan menghilangkan virus SARS yang ada dalam tubuh Anda, melainkan mencegah virus-virus lain menjangkit penyakit lain yang tidak diinginkan. 

Apabila anda mengalami gejala pneumonia, dokter juga biasanya akan memberikan resep tambahan berupa steroid anti-inflamasi.

Apa saja jenis tes yang biasa dilaksanakan untuk mengidentifikasi SARS?

Dokter akan mencoba untuk mendiagnosa SARS dengan pertama-tama menanyakan berbagai elemen penularan yang mungkin menjadi penyebab keluhan, seperti ke mana Anda bepergian belakangan ini, dengan siapa Anda melakukan kontak, dan lain-lain. 

Tes darah dan kotoran juga kemudian akan dibutuhkan untuk mengetahui apakah darah dan kotoran Anda benar-benar terinfeksi virus Corona atau apakah terdapat antigen virus yang melawan virus Corona.

Radiografi dan Tomografi (CT scan) juga biasanya dilakukan apabila dokter menduga terdapat suatu bentuk komplikasi SARS dengan bronchitis dan pnumonia.

Pengobatan di rumah

Apa saja bentuk perubahan gaya hidup atau upaya pengobatan tempat tinggal yang dapat membantu saya mengurangi ancaman penyebaran SARS?

Para peneliti sedang menguji beberapa jenis vaksin untuk mengatasi penyakit SARS, tetapi belum ada yang diuji pada manusia. Mirip dengan pencegahan Covid-19, berikut adalah bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan mandiri yang dapat membantu Anda menghadapi penyakit SARS:

  • Minumlah obat, dan selalu ikuti instruksi dan anjuran yang diberikan dokter.
  • Cuci tangan Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol. Gunakan juga desinfektan untuk membersihkan permukaan suatu barang atau tempat tertentu yang sering disentuh penghuni rumah.
  • Tutup mulut dan hidung Anda saat batuk dan bersin.
  • Gunakan masker, kaca mata, dan sarung tangan, apabila Anda akan melakukan kontak dengan penderita SARS.
  • Ikuti semua instruksi pada masa karantina setidaknya sampai 10 hari setelah keluhan penyakit benar-benar menghilang.
  • Hindari kegiatan-kegiatan yang memunginkan terjadinya kontak yang berkelanjutan, seperti: makan, minum, menggunakan alat mandi, handuk, atau tidur satu kasur, dengan siapapun yang sedang sakit.

Ikuti semua tindakan pencegahan selama setidaknya 10 hari setelah tanda dan gejala hilang. Jauhkan anak-anak dari sekolah jika mereka mengalami demam atau gejala masalah pernapasan dalam 10 hari setelah terpapar penderita penyakit SARS. 

Apabila Anda memiliki pertanyaan, mohon segera konsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik. 

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan atas suatu penyakit tertentu.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

    Demam pada anak adalah tanda tubuh sedang melawan bakteri. Anda cukup melakukan cara alami ini untuk mengatasi demam pada anak.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Roby Rizki
    Kesehatan Anak, Parenting April 9, 2020

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin

    Coronavirus: Definisi, Penyebaran, Hingga Pencegahan

    Coronavirus adalah virus penyebab beberapa masalah pernapasan, termasuk Covid-19. Penyakit apa saja yang disebabkannya? Simak ulasannya di Hello Sehat.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin
    Coronavirus Maret 19, 2020

    Mengenal Jenis-Jenis Hantavirus, Virus dari Tikus yang Dapat Mematikan

    Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus. Terdapat dua jenis hantavirus. Kenali gejalanya untuk pengobatan yang sesuai.

    Ditulis oleh dr. Ivena
    Hidup Sehat, Fakta Unik Maret 19, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Widya Citra Andini
    Tanggal tayang Mei 4, 2020
    Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

    Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu
    Tanggal tayang April 15, 2020
    4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

    4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh Roby Rizki
    Tanggal tayang April 15, 2020
    Rutin Minum Air Putih Bisa Mencegah Risiko Flu

    Rutin Minum Air Putih Bisa Mencegah Risiko Flu

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang April 11, 2020